economy

Ekonomi Indonesia versi programmer

Membaca presentasi(slideshare) Indrasto Budisantoso, CEO Groupon Indonesia yang ditampilkan di startupbisnis.com bikin saya geleng-geleng kepala. Data-data yang ditampilkan mengenai perekonomian Indonesia begitu mempesona, internet user di Indonesia, belum lagi data demografi kita saat ini yang begitu menguntungkan.
Benarkah data itu semua? Pertama kali saya mengetahui tentang pereknomian Indonesia yang cemerlang dari bapak Chairul Tanjung di peluncuran buku biografinya,  dan di rekamana di Youtube pun ketika Network Meeting di Santa Clara, Amerika beliau pun mengutarakan hal yang sama. Begitu pun dengan mas Sandiaga Uno, yang dalam presentasinya selalu menonjolkan keunggulan ekonomi Indonsia. Sesekali saya membuka Reuters atau Bloomberg, beberapa kali Indonesisa tertulis di sana.
Bagaiamana saya yang hidup di Indonesia tidak begitu menyadari akan hal ini? Media cetak dan elektronik di Indonesia jarang sekali mengangkat tentang hal ini, mereka lebih tertarik menyiarkan berita lokal yang  buruk lebih menarik minat masyarakat kita. Beberapa tahun yang lalu ketika mengetahui salah satu developer game lokal yg telah disuntik modal hingga $2 juta untuk mengembangkan produknya, saya pun langsung berpikir skeptis “ngawur aja nih inkubator ngasih modal sampe segitu”. Begitu juga dengan akuisisi startup lokal lainnya yang banyak diliput oleh startupbisnis, pada awalnya saya tidak habis pikir apa yang mendasari investor-investor luar mendanai  mereka(para startup lokal) hingga nilai sebesar itu, termasuk juga Telkom Indonesia yang tidak main-main dalam memfasilitasi dan menyeleksi para startup lokal ini(info: mereka invest besar-besaran untuk startup di bidang pariwisata).
Ternyata ada potensi pasar yang sangat besar di Indonesia, dan harga yang mereka bayarkan adalah Harga Pertumbuhan, bukan harga saat ini. Bagaimana pasar pengguna perangkat digital Indonesia 5-10tahun kedepan yang sudah sangat melek digital, potensi itulah yang dibidik. Pergeseran itu sudah mulai terlihat dari belanja iklan digital di Indonesia yang tumbuh stabil 100% setiap tahunnya.
Masih belum terlambat
Standard