Buku Harian Kehidupan

Cari inspirasi ketika stuck nulis.

Mau ngerjain content web, nyusun kata-kata yg bukan keahlian di bidang kita bikin stuck. Mau nyoba cara berikut:

  1. Kerjain dulu dikit-dikit beberapa bagian dan publish seadanya.
  2. Tinggal baca buku.
  3. Tinggal mandi.
  4. Coba kerjain lagi.
  5. Kalau masih stuck ulangi langkah 1.

Semoga berhasil.

Advertisements
Standard
Buku Harian Wordpress

Jiah,,,, ngamanin directory dengan htAccess fontawesome keblokir

Eng ing eng…. semalam ngamanin direktori wp-content dan wp-includes dengan ngutak-ngatik .htaccess ternyata sukses bisa menangkal akses ke direktori tertentu dari browser. Jadi nggak sengaja coba browsing ke blbablabal(dot)com/wp-includes dan seperti biasa defaultnya dibiarkan bisa ke akeses oleh WordPress, kemudian ditambal dan akhirnya ke blokir.

Begitu pula dengan directory wp-content. Tapi kali ini dengan menambahkan satu file .htaccess lagi di directory tersebut, yang intinya mengijinkan file gambar  berformat jpeg, png, gif dan lain-lain untuk ke akses dari directory tersebut, sedangkan file php dan js atau ug lainnya di blok. Nah buka homepage ternyata icon fontAwesome ikutan ke blog. Format fontAwesome kalo tidak salah svg, jadi tambahin deh tipe file svg di pengecualian pada htaccess jadinya lolos deh.

file htaccess di wp-content:

Order deny,allow
    Deny from all
    <Files ~ “.(svg|xml|css|jpe?g|png|gif|js)$”>
           Allow from all
    </Files>

 

Oh iya untuk lengkapnya mengenai .htaccess bisa akses laman berikut:

http://www.creativebloq.com/wordpress/protect-your-wordpress-site-htaccess-4122793

Standard
Buku Harian Wordpress

Post id ternyata tidak unik

Di catatan sebelumnya tentang ke-mumet-an mengenai post-id yg jumlahnya banyak berdasarkan perubahan content ternyata ada coloumn satu lagi yg bernama post_type. Jadi awalnya post_type ini hanya berisi jenis post saja yaitu, post, page atau attachment. Nah setelah ada fitur version utk post di wordpress maka data post_type bertambah satu lagi, revision.

Revision ini menunjukan bahwa data di tabel wp_posts tersebut hanya bentuk dari revisi, nah final data utk suatu content barulah bejenis post, page atau attachment.

Kon……toh: Jika ada post dng data ID 4 jumlahnya 10, tapi post typenya yg 9 berisi revision dan yang terkahir baru berjenis Post, begitu pula utk page.

Kembali ttg STT2 mungkin versi terbaru ini bisa saja mengakali menggunakan tambahan filter post_type untuk menentukan lokasi diman data search tag tersebut diletakkan. Jika STT2 versi dulu hanya mengandalkan post ID maka saat ini harus menggunakan filter post_type juga. Supaya data itu tidak diletakkan pada post revision.

Tambah mumed lagi ternyata post ID itu Unik….. kampret. Terus STT2 paling baru mutlak tidak bisa meletakkan data tag berdasar ID kalo begini. Mbohhh lah

Standard
Buku Harian Wordpress

WordPress semakin kompleks

Semakin hari wordpress semakin kompleks. Karena perubahan dan penyempurnaan terus menerus dan ingin menjadi semuanya jati dirinya sebagai most powerfull cms karena kesederhanaanya jadi hilang.

Jadi ingat kata-katanya Chris Coiyer di buku DigWp. Hanya imajinasi yang menjadikan batasan WordPress bisa dijadikan untuk web seperti apa.

Standard
Buku Harian Wordpress

Post version WordPress database

Iyahh,,, Gw gak tau sejak kapan post version di wordpress hadir(bantuin tanya mbah google donk). Tapi yang jelas fitur ini jadiin wordpress seperti version control svn atau git. Dan hebatnya perubahan itu bisa di-trace dan dikembalikan ke perubahan yg dulu-dulu(versi post sebelum berubah).

Tapi kampretnya tentu implikasinya ke database. Ini barusan browse db wordpress version 4.1 ternyata di table wp_postsnya utk satu post yg pernah di edit banyak kali data di table wp_postnya juga banyak. Kamsudnya kalau 4 kali melakukan editing utk suatu post ternyata ada 4 data utk 1post itu dan itu tersimpan semua, karena tadi, fitur ini memungkinkan kita utk mengembalikan post ke versi perubahan sebelumnya atau bahkan initial condition.

Dan kampretnya lagi post Id berubah utk masing-masing data, tentu karena fielf post ID kan unik. Nah masalahnya plugin STT2 (search term tagging) lawas(1.3.5) memanfaatkan ID ini utk lokasi meta search term. Jadi dia tidak memanfaatkan link dimana term itu bearada tapi memanfaatkan post ID yang memang unik ini.

Nah kalo post ID di wordpress sekarang bisa banyak untuk satu post(berdasar versi perubahan postnya) padahal plugin STT2 menggunakannya untuk patokan lokasi term berada. Lah kan bubar semua….

Belum ngecek gimana STT2 versi terkahir(1.5.3) yg sudah dua tahun lebih tidak diupgrade. Apakah udah menyelesaikan permasalahan ini.

Standard