Buku Harian Kehidupan

Saya pikir saya bodoh

Saya pikir saya bodoh, tapi ternyata kadang ide dan omongan saya tidak dapat dengan mudah dipahami orang lain karena terlalu tinggi. Saya baru sadar itu karena bacaan-bacaan yang saya baca.

Orang tidak ada yang terbentuk dengan sendirinya, orang terbentuk karena lingkungan/teman-teman mereka, bacaan mereka, pendidikan mereka.

Kita sudah tidak sekolah/kuliah. Kalo kita tidak membaca obsolete sudah pengetahuan kita. Belum lagi sebetulnya ilmu-ilmu yg kita pelajari di perkuliahan(s1) bukanlah ilmu terapan. Itu hanyalah sekarung pengetahuan yang terkadang tidak dibutuhkan, tapi dapat membentuk dasar logika berpikir kita. Buku bacaan harian kitalah yang membentuk pribadi kita setelah itu.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s