Buku Harian Kehidupan

Chief Engineer Lexus NX Inti Dari Desain Mobil – autobild.co.id : situs berita otomotif & tes mobil

t detail eksterior maka lampu menjadi hal pertama dilihat”Selesai kami buat, mobil ini juga sudah lolos tes di berbagai kondisi. Mulai dari suhu ekstrem dingin sampai panas. Bahkan untuk kegiatan off-road juga telah diuji sehingga Lexus NX mampu melewati segala medan.

via Chief Engineer Lexus NX Inti Dari Desain Mobil – autobild.co.id : situs berita otomotif & tes mobil.

Advertisements
Standard
Buku Harian Kehidupan

Why Gen Y? : dudukBERSILA

Why Gen Y? : dudukBERSILA.

Kaum Millennials yang saat ini sudah melewati masa pendidikan, alias sudah bekerja, mengutamakan sesuatu bernama work-life balance. Mereka akan berusaha untuk menyelesaikan setiap pekerjaan pada jam kerja, kemudian akan menggunakan waktu di luar itu untuk hang out dengan teman-teman, traveling, atau sekedar duduk di kafe dan membaca buku. Lembur bukanlah hal yang familiar bagi mereka, dan sedapat mungkin tidak dilakukan. Jika generasi sebelumnya mengenal istilah work hard play hard, istilah yang lebih dikenal oleh Millennials adalah work smart play smarter.

Dan mereka pun dicap sebagai pemalas dan hedonis.

Mungkin kita masih ingat pada masanya, orangtua mengeluhkan kita yang pembangkang karena tidak mau langsung menuruti apa yang dikatakan orangtua. Orangtua menuntut kita untuk bekerja dan hidup mapan, di mana hal ini dikaitkan dengan pekerjaan kantoran dan freelance bukanlah pilihan. Orangtua menuntut untuk segera menikah setelah menyelesaikan jenjang pendidikan, di mana kita justru sedang sibuk dan menikmati mengejar karir.

Kita pun gerah karena merasa orangtua ketinggalan jaman. Kita merasa tidak dipahami.

Lalu… kita melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh orangtua kita dulu, kepada kaum Millennials?

Satu hal yang kadang kita lupa. Tiap generasi memiliki karakteristik yang unik, yang mungkin berbeda, dari generasi yang sebelumnya. Hal ini sedikit-banyak dipengaruhi oleh lingkungan di mana mereka tumbuh dan berkembang pada saat itu.

Ada karakteristik positif yang terlupakan, karena seolah tertutupi oleh karakteristik negatif. Yang kadang hanya merupakan hasil dari interpretasi kita pribadi.

Generation gap, adalah hal yang wajar terjadi.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Ini Kebiasaan “Berbeda” Bill Gates dan Orang-orang Kreatif

Ini Kebiasaan “Berbeda” Bill Gates dan Orang-orang Kreatif – Kompas.com.

Terkadang ide-ide terbaik datang pada orang yang tidak aktif mencari ide itu. Seringkali kita menghabiskan banyak waktu memeras otak dalam meeting pagi dan menatap layar komputer kosong menunggu momen “Aha..”.

Tetapi, sebuah studi menunjukkan mungkin akan lebih baik jika kita keluar dari lingkungan kerja khas untuk mendapatkan perspektif yang segar.

Peneliti Stanford University, awal tahun ini, menemukan, kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif meningkat hampir 60 persen ketika mereka meninggalkan kursi kantor, untuk berjalan-jalan di sekitar blok. Berlibur dan menghabiskan waktu di luar rumah secara khusus juga terbukti dapat membantu datangnya ide-ide terbaik, dan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan kita.

Namun tentu saja, pikiran kreatif yang hebat tidak selalu harus sesuai dengan sebuah metode dari hasil penelitian. Ide bisa datang melalui intuisi dan disiplin pada kebiasaan dan praktek-praktek yang mengarah pada ide-ide terbaik.

Berikut adalah 10 orang-orang kreatif yang menemukan ide-ide terbaik mereka dari perspektif kebiasaan lain, sebagaimana dilansir dari laman http://www.news.com.au, pada Minggu (20/7/2014).

Bill Gates
Sekitar satu dekade yang lalu, orang bertanya-tanya bagaimana mantan ketua Microsoft, Bill Gates bisa mendatangkan ide-ide dan keputusan yang menyebabkan dia sukses besar. Gates mengatakan kepada mereka: “Pikirkan dalam sepekan.”

Gates menghabiskan tujuh hari berturut-turut saat mengasingkan diri untuk berfikir. Tidak ada orang lain yang diizinkan bertandang ke pondoknya yang selama masa tenang itu, bahkan anggota keluarga. Dua kali dalam setahun, Gates menggunakan waktunya untuk membaca hampir 100 makalah. Berpikir tentang masa depan teknologi dan apa yang bisa berarti bagi perusahaannya.

Pyotr Ilyich Tchaikovsky
Setiap pagi sebelum duduk untuk bekerja menciptakan musik terbarunya, Tchaikovsky mengambil jalan singkat di sekitar desanya yang tenang, 50 mil di luar Moskow. Komposer kenamaan asal Rusia ini, mengambil jalan lain setelah makan siang, dan berfikir ini adalah penting untuk karyanya.

Dia berhenti di pertengahan jalan untuk menuliskan sebuah ide yang kemudian akan diujinya dengan piano di rumah.

Maya Angelou
Angelou, seorang penyair dan aktivis hak-hak sipil, bisa merangkai kata-kata penuh inspirasi yang dihasilkannya dari menyewa kamar hotel, hanya untuk menulis. Bahkan sebagai pemilik rumah, ia memilih untuk menghuni ruang-ruang soliter ketika sudah waktunya untuk berkarya. “Pada 2013, Angelou terus berada di kamar hotel di kota kelahirannya, yang ia bayar bulanan,” tulis Julie Zeveloff dilansir Business Insider.

Chuck Close
Chuck Close, seorang photorealist terkenal, melukis setiap hari dengan memisahkan sesi pagi dan sore hari dengan rutinitas yang meningkatkan kemampuan kreatifnya. Setelah bekerja selama tiga jam di pagi hari, Close selalu beristirahat di tepi kolam renang selama satu jam atau di pantai. Dia kemudian kembali bekerja sampai matahari mulai terbenam.

Vera Wang
Seorang fashion icon Vera Wang mungkin adalah pengusaha. Tapi dia adalah seorang desainer alam yang kreatif. Wang mengerti betapa sulit untuk benar-benar kreatif di tengah tuntutan bisnis. Untuk memasuki sisi kreatifnya, Wang harus menempatkan ruang fisik antara dirinya dan gangguan ini. Dia pun merancang dari kenyamanan tempat tidurnya sendiri.

Steve Jobs
Kita semua tahu sifat menetap dari ruang kerja tidak memberikan kenikmatan apapun kepada kita, jadi mengapa tidak produktif dan kreatif di mana saja? Itu adalah pola pikir almarhum Steve Jobs, yang mengadakan pertemuan berjalan dengan timnya saat mereka brainstorming ide-ide paling inovatif mereka untuk Apple dan para pelanggan.

Charles Dickens
Novelis besar Inggris menemukan inspirasi untuk beberapa karakter cerita yang paling dicintai saat ia berjalan-jalan di London. Kota itu memiliki salah satu ilham yang paling berpengaruh sepanjang karirnya.

“Ini dipicu imajinasinya,” sebut Alex Werner, kurator Museum “Dickens dan London” Pameran London, kepada CNN.

“Dia menyebutnya ‘lentera ajaib,” dan akan menghabiskan berjam-jam mondar-mandir di jalan-jalan, menggambar inspirasi dari apa yang ia lihat di sekelilingnya,” tambah dia.

Toni Morrison
Sebelum novelis Amerika ini bisa menempatkan pensilnya di atas kertas setiap pagi, dia harus berhenti dan menonton matahari terbit dalam keheningan dan ketenangan. Ritual ini menempatkannya di ruang yang sama sekali berbeda secara psikologis, menyiapkan pikiran dan tubuhnya untuk memulai proses kreatif setiap hari.

“Semua penulis menemukan cara-cara untuk mendekati tempat di mana mereka berharap untuk membuat kontak, di mana mereka menjadi saluran air, atau di mana mereka terlibat dalam proses misterius ini,” kata Morrison dalam wawancara 1993 untuk The Paris Review.

“Bagi saya, cahaya adalah sinyal dalam transaksi,” ujar Morrison.

Vladimir Nabakov
Menolak penggunaan mesin tik sama sekali – belum lagi meja kursi – Nabokov menemukan bahwa kata-kata yang terbaik datang kepadanya sambil duduk di mobilnya. Novelis Rusia-Amerika ini menuliskan catatan demi catatan pada kartu indeks, dan kemudian mengubah “deck” ke dalam karya-karya dia yang begitu terkenal saat ini.

Polly Morgan
Ketika dihadapkan hambatan kreativitas Morgan meninggalkan rumah dan mengajak anjingnya untuk berjalan-jalan. Keluar dari rumah dengan anjing di belakangnya membantu Morgan membuka pikirannya untuk inspirasi baru. “Salah satu ide favorit saya baru muncul ketika saya berhenti untuk memeriksa gulma yang tumbuh di hutan,” katanya.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Sisi Buruk Menjadi Kaya

Sisi Buruk Menjadi Kaya – Kompas.com.

Kecuali Anda memang sudah kaya sejak lahir, pada satu masa dalam kehidupan, Anda mungkin pernah bermimpi untuk menjadi kaya.

Anda mungkin ingin menjadi orang yang sangat kaya, menang lotere, dengan bayangan gaya hidup orang kaya dan terkenal, istana dengan lapangan rumput yang dipotong rapi dan kolam renang yang amat besar, pulau pribadi, mobil sport mahal, jet pribadi, dan setumpuk besar uang untuk melakukan apapun yang kamu inginkan.

Apa yang terjadi kepada sebagian kecil orang yang mimpinya menjadi kenyataan?

BBC mengajukan sejumlah pertanyaan ke situs tanya-jawab Quora untuk mendapatkan saran apakah memang menjadi kaya ada gunanya. Uang baru membawa perubahan, kadang menjadi lebih baik tapi kadang bisa lebih buruk.

Carol Philo menyaksikan orang tuanya yang amat miskin menjadi miliuner ketika perusahaan percetakan mereka, yang dijalankan dari kamar tidur kosong di rumah mereka,  berkembang pesat. Dengan keuntungan, muncul obsesi untuk menjadi lebih dan lebih.

“Ibu saya kecanduan uang… Tidak pernah cukup,” kata Philo dan selama beberapa tahun hubungan keluarga akhirnya retak. “Melihat seluruh pilihannya, saya akan mengatakan menjadi nyaman memang ada gunanya. Menjadi kaya tidak.”

Murat Morrison sepakat.

Dia memproduksi mentol ketika menjual perusahaan truknya akhir tahun 1990. Salah satu hal yang dia pelajari akan melekat terus selamanya, begitulah pengakuannya.

“Uang membeli kenyamanan,” katanya. “Kenyamanan bukan kegembiraan atau kepuasan. Saya merasa kosong seperti tong dalam beberapa tahun kemudian. Memang baik untuk menjadi nyaman, namun lebih memuaskan untuk menjadi bahagia.”

Kemakmuran juga cenderung menampilkan ‘warna’ orang yang sebenarnya. “Secara umum, itu membuat lebih dari yang mereka sudah ada,” katanya.

“Jika Anda b…(bangsat), mendapat uang lebih banyak akan membuat Anda lebih b…(bangsat). Namun jika Anda punya makna dan tujuan dalam hidup yang melebihi sekedar mengejar wortel emas, uang bisa memberi Anda kebebasan untuk memusatkan perhatian kepada hal-hal yang memang benar-benar penting bagi Anda.”

Bagi Stu Sjouweman, tujuan itu terus berjalan. “Saya kerja keras selama 15 tahun dan menjual perusahaan perangkat lunakku. Dapat delapan angka dan saya pensiun untuk… selama lima hari. Anda harus punya MAINAN UNTUK DIMAINKAN,” tulisnya. “Saya memulai perusahaan baru dan langsung merasa jauh lebih bahagia.”

Sisi buruk menyebar ke pertemanan?

Sisi buruk dari menjadi kaya bisa lebih besar dari kebaikannya.

“Hari pertama yang Anda pikirkan setelah membaca pernyataan itu adalah ‘saya sudah melewati yang lebih buruk’. Anda tidak boleh mengeluh tentang apapun lagi, jika Anda kaya,” tulis seorang responden.

“Karena banyak orang membayangkan menjadi kaya adalah surga, Anda tidak boleh lagi menjadi umat manusia atau frustrasi di depan umum. Anda tetap umat manusia, namun banyak orang tidak memperlakukan Anda sebagai manusia.”

Sisi buruk lainnya merentang ke parameter baru, dengan teman dan keluarga.

“Sebagian besar orang kini ingin sesuatu dari Anda, dan akan sulit sekali untuk mendapat gambaran apakah seseorang baik kepada Anda karena mereka suka kamu atau baik karena uang Anda,” kata responden yang tidak disebut namanya itu melanjutkan. “Jika Anda belum menikah, semoga beruntung untuk menemukan (dan/atau selalu memiliki keraguan) tentang apakah pasangan Anda melirik Anda atau uang Anda.”

Jelas uang tetap membawa kesenangan atau kebahagiaan. Walau ada sisi buruknya, tetap ada keuntungan dari memiliki uang banyak, kata sebagian besar responden.

“Menjadi kaya lebih baik dibanding tidak kaya, namun tidak sebaik seperti yang Anda bayangkan,“ kata seorang responden yang tidak disebut namanya, yang dilaporkan mendapat 15 juta dollar AS atau sekitar Rp150 miliar setelah menjual sebuah perusahaan teknologi.

“Pertama, salah satu hal yang nyata dari menjadi kaya adalah Anda tidak usah harus terlalu khawatir lagi tentang uang. Ada beberapa pengeluaran yang Anda tetap tidak mampu (dan Anda harapkan mampu), namun sebagian besar pengeluaran bisa dipenuhi tanpa berpikir tentang biayanya. Ini jelas lebih baik, tidak diragukan lagi.”

Christopher Angus, yang mengatakan mendapatkan uang dengan menjual empat perusahaan teknologi kecil mengatakan, “Saya lebih suka punya uang dibanding tidak, setidaknya selama tujuh tahun belakangan sebagai orang yang punya uang saya bisa memiliki kebebasan dan pengalaman yang banyak orang tidak akan melihatnya sepanjang hidupnya.”

“Sebagai contoh, dalam satu tahun saya liburan 25 kali dan pada suatu waktu saya menghabiskan 20.000 dollar (sekitar Rp 200 juta) dalam satu malam minggu,” kata Angus.

Pengharapan lebih tinggi

Kemakmuran yang bertambah juga menentukan kembali pengharapan.

“Semuanya relatif… Bulan pertama Anda menyetir Audi, atau makan di restoran mewah, dan Anda benar-benar menikmatinya,” tutur seorang responden.

“Namun kemudian Anda menjadi biasa dengan hal itu. Dan Anda mencari hal yang baru, tingkat yang lebih tinggi. Dan persoalannya adalah Anda sudah menentukan kembali pengharapan, jadi semua di bawah tingkat itu tidak memberi kesenangan lagi.”

Angus, yang mengaku memiliki lebih banyak uang dibanding yang dia ingin lakukan sejak berusia pertengahan 20-an, mengatakan kebosanan datang dengan cepat.

“Saya menemukan, punya uang banyak yang mendekati semua objek materi atau lambang status yang bisa dicapai ternyata melepaskan kesenangan dan keinginan untuk hal-hal yang saya inginkan namun saya tidak mampu sebelum saya berhasil. Satu Porsche dan semua hal menjadi tidak pernah cukup, dan selama tiga tahun mendatang saya membeli lima Porsche dan mobil super lainnya,” kata Angus.

“Saya menjadi kecanduan membeli lambang-lambang ini untuk menarik perhatian dan membuat orang ingin menghabiskan waktu dengan saya karena barang yang saya punya dan karena yang bisa saya berikan kepada mereka.”

Perasaan terasing

Seorang lain yang berhasil, dengan kekayaan sekitar 20 juta dollar, mengatakan kekayaan menjadi beban nyata.

“Saya menjadi besar pada pertengahan 30-an,“ kata pengusaha yang tidak menyebutkan namanya. “Saya ingin kaya dan saya mencapainya. Namun saya merasa mungkin tidak ada gunanya. Sebuah jalur lambat ke kemakmuran mungkin lebih sehat untuk karier saya dan untuk kehidupan saya secara umum.”

Kesimpulannya?

“Tidak mungkin melepaskan uang,” seorang pengusaha teknologi menulis. “Menjadi kaya mungkin tidak bernilai. Namun sekali Anda di sana, Anda ingin berada di sana selamanya.”

Versi bahasa Inggris artikel ini bisa dibaca di The Downsides of Being Rich

Standard
economy

Rahasia orang Kaya Bertambah Kaya

Mengapa orang kaya tetap kaya atau bahkan bertambah kekayaannya? Rahasianya ada di investasi mereka. Bryan Borzykowski mempelajari cara mereka.

Menjadi kaya dan tetap kaya…

Ketika kita punya sedikit uang untuk diinvestasikan, kita mungkin membeli reksadana atau saham, itupun kalau kita tak menghabiskannya untuk membeli perangkat elektronik terbaru.

Ini berbeda dengan orang kaya sejati. Mereka sering menanamkan uang mereka di properti, seni, bisnis, dan investasi lain yang hanya bisa kita miliki dalam mimpi. Cara orang-orang ini dalam menggunakan uang mereka membedakannya dari kebanyakan kita, yang membuat mereka terus-menerus mengeruk untung.

Lihat Joshua Coleman, misalnya. Ketika keluarganya menjual perusahaan telekomunikasi mereka di Chicago seharga 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,2 triliun pada tahun 2004, mereka tidak lantas memakai uangnya untuk membeli sesuatu yang megah. Alih-alih, mereka mencari nasehat terbaik untuk mengamankan kekayaan itu dan membuatnya tumbuh.

Upaya ini menimbulkan ide bagi Coleman, kini 27 tahun. Tahun 2011 ia meluncurkan Momentum Advanced Planning, sebuah firma yang menghubungkan masyarakat dengan para ahli pajak, ahli hukum, dan penasehat keuangan. Jika bisnis ini berjalan, ia bisa mendapat untung besar, seperti halnya bisnis keluarganya sebelumnya.

Jika Anda merasa memulai sebuah usaha adalah cara yang aneh untuk menanamkan uang Anda, mungkin Anda tak termasuk dalam golongan superkaya. Orang-orang yang memiliki aset sedikitnya 30 juta dollar (sekitar Rp 395 miliar) dijuluki super kaya dan berinvestasi di saham dan obligasi, tapi juga mereka menanamkan uang dengan membeli perusahaan dan berinvestasi pada sekuritas yang tak biasa, seperti penanaman modal di layanan sewa pesawat. Mereka juga memiliki karya seni dan mobil yang mereka harap akan meningkat nilainya seiring waktu.

“Ini namanya risiko alfa,” kata Coleman. “Di sini situasi bisa terbalik setiap saat.”

Sisi buruknya, kebanyakan investasi seperti ini lebih berisiko ketimbang investasi tradisional, maka lebih besar pula peluang untuk kehilangan sejumlah besar uang. Investasi ini juga kurang cair dibandingkan dengan saham, dan membutuhkan pembicaraan berbulan-bulan, bahkan tahunan, agar orang-orang kaya bisa menarik uang mereka dari investasi seperti itu.

Bahkan jika Anda tak punya miliaran rupiah uang untuk diinvestasikan, Anda bisa belajar sedikit tentang cara-cara orang kaya meraup untung dan menerapkannya untuk investasi Anda sendiri.

Investasi hanya untuk orang kaya? Mungkin saja…

Orang-orang kaya mempunyai akses kepada banyak jenis investasi yang tidak diketahui oleh orang-orang selain mereka sendiri.

Closed-end funds, sebuah investasi jangka panjang dengan dana biasanya diikat dalam jangka waktu minimum lima tahun, menawarkan orang-orang kaya akses untuk keuntungan besar dan bunga tinggi.

Penyewaan pesawat terbang merupakan salah satu area investasi yang berpeluang besar, kata Ian Marsh, CEO firma pengelola keuangan Fleming Family dan Rekan yang berpusat di London, yang awalnya dibentuk untuk mengelola kekayaan Ian Fleming, pencipta tokoh James Bond.

Kliennya bekerja dengan sebuah perusahaan bernama Doric, yang menggunakan uang untuk membeli pesawat yang disewaikan ke perusahaan penerbangan besar seperti Emirates Airlines yang berkantor di Dubai.

Para investor ini akhirnya akan mendapatkan uang mereka ketika pesawat dijual, tetapi mereka bisa mendapat bunga 9 persen per tahun selama masa sewa itu. Bandingkan dengan standar keuntungan tahunan untuk perusahaan Standard and Poor’s S&P 500, patokan investasi saham utama di Amerika, sekitar 3 persen.

Beberapa closed-end funds menyaratkan jumlah ratusan ribu dolar, tetapi untuk dana sewa-beli pesawat, biaya untuk memulainya cukup masuk akal, kata Marsh. Seri investasi SKY CLOUD, yang membeli pesawat Airbus A380-800s dan menyewakannya kepada Emirates Airlines, memiliki investasi minimum 10.000 euro (atau 13.822 dollar) dan satu pungutan biaya 5 persen, tergantung berapa jumlah investasinya.

Para investor super kaya di Inggris Raya dan di mana-mana juga membeli tanah pertanian. Dengan meningkatnya jumlah populasi manusia, permintaan makanan turut meningkat dan orang-orang yang punya tanah pertanian yang baik akan mendapat keuntungan besar, kata Marsh. Tanah subur merupakan sumber daya yang terbatas: semakin sulit sesuatu didapat maka semakin besar keuntungannya.

Menurut Marsh, tanah yang subur bisa mendatangkan keuntungan sekitar 4 persen setahun untuk investor dan tambahan penigkatan nilai seiring dengan jalannya waktu. Beberapa investor tetap dapat menanamkan modal di pembelian pesawat atau membeli tanah pertanian, tetapi ada beberapa penanaman modal jangka panjang yang menawarkan investasi di infrastruktur global, seperti pada minuman anggur.

Ada juga beberapa perusahaan publik yang sahamnya bisa Anda beli di pasar modal. Misalnya Gladstone Land yang merupakan perusahaan publik Amerika Serikat yang membeli tanah-tanah pertanian.

Thinkstock Orang super kaya punya kebiasaan investasi yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Memodali lebih banyak bisnis, tentu saja…

Sangat alami bagi industrialis yang kaya, yang mendapat uangnya dari kepemilikan perusahaan, untuk membeli lebih banyak lagi perusahaan. Coleman berinvestasi di sejumlah perusahaan, kebanyakan dalam layanan jasa professional dan sektor teknologi. Ia juga memiliki saham di sejumlah perusahaan yang tak ia sebutkan secara pasti angkanya.

“Banyak,” katanya.

Biasanya dia berinvestasi dengan sekelompok investor dan perusahaan ekuitas swasta dengan menanamkan modal lebih dari 1 juta dollar untuk menguasai satu perusahaan.

Menyenangkan ketika melihat satu perusahaan tumbuh dari bukan apa-apa, menjadi besar dan banyak investor mendapat pengalaman dan jejaring untuk menolong sebuah perusahaan untuk lepas landas,begitulah kata David Rose, seorang pengusaha super kaya yang berasal dari New York dan penulis buku Angel Investing: The Gust Guide to Making Money and Having Fun in Startups.

“Bayangkan berinvestasi di Google ketika mereka masih berkantor di sebuah peti kemas,” katanya. “Anda akan bertemu para pendiri perusahaan itu seminggu sekali, mendapat laporan dari tangan pertama tentang yang sedang terjadi dan melihat perusahaan tumbuh. Ini bisa jadi amat menyenangkan.”

Selain itu, tentu juga bisa menguntungkan. Investor yang berani menanamkan uang mereka dengan penuh risiko, 50 perse  perusahaan start-up atau perusahaan dengan kemitraan gagal total, kata Rose. Seorang investor kaya biasanya menghasilkan 20 sampai 50 kali lipat dari investasi awal mereka pada satu atau dua perushaan yang sukses.

Rose sendiri biasanya menanamkan uang antara 50.000 dollar hingga 100.000 dollar dalam satu perusahaan, dan ia mengaku meraih jutaan dolar dari beberapa investasi yang dilakukannya.

Pada saat ini, sulit bagi investor biasa untuk menanamkan uang mereka secara langsung di bisnis, kecuali kepada teman atau anggota keluarga, kata Rose.

Namun sebuah undang-undang baru di Amerika Serikat dikeluarkan tahun 2012 membolehkan investor biasa untuk menanamkan uang di usaha start-up. Belum jelas bagaimana ini bisa mendatangkan keuntungan.

Membiayai hobi mahal…

Investasi ‘hobi’ seperti karya seni, mobil, minuman anggur, bahkan alat musik, populer di kalangan orang kaya, kata Guy Hudson, direktur eksekutif dan pimpinan pengembangan usaha Stonehage Investment Partner di London, sebuah perusahaan pengelolaan keuangan global.

Selain karena aset-aset ini tumbuh nilainya, mereka juga dibeli untuk digunakan atau untuk dinikmati.

“Investasi seperti ini muncul karena hasrat para investor terhadap barang-barang tertentu,” kata Hudson.

Para investor yang menanamkan modal di ‘investasi hobi’ yang tepat bisa mendapatkan keuntungan yang besar dengan kuncinya adalah menemukan sesuatu yang langka. Menurut riset perusahaan Hudson, nilai investasi hobi meningkat hampir 15 persen tahun 2013.

Ada beberapa cara bagi investor biasa untuk membiayai investasi hobi, kata Hudson. Pendanaan minuman anggur yang dijual oleh The Wine Investment Fund menyaratkan investasi terkecil 10.000 euro, misalnya, dan ada beberapa pendanaan yang berfokus pada karya seni dan mobil.

Perlu dicatat: beberapa perusahaan menyaratkan para penanam modal memiliki akreditasi, maka bahkan ketika biaya awalnya rendah belum tentu Anda bisa menanamkan modal di sana.

Anda juga bisa membeli karya seni dengan harga terjangkau di lelang. “Seniman yang sedang meniti karir menjual karya mereka dengan harga yang wajar,” katanya.

Memuaskan dahaga para pemburu properti…

Banyak orang super kaya senang memarkir uang mereka, terkadang sampai jutaan dolar,  pada sebidang properti, kata Paul Patterson, wakil direktur Toronto’s RBC Wealth Management.

Yang lainnya menyatukan uang dengan sesama mereka untuk membeli properti komersial, dan ada yang membeli kondominium berharga mahal di London, New York, dan beberapa kota global lain.

Banyak yang berharap bisa menjual kembali propertinya dengan keuntungan besar, tapi sambil menunggu hasilnya, mereka bisa menempati tempat tinggal itu ketika sedang berkunjung ke kota tersebut, kata Patterson.

“Pada umumnya mereka membeli dua atau tiga rumah di tempat berbeda di seluruh dunia,” tambahnya. “Nilai jangka panjangnya bagus sekali, terutama di pasar utama.”

Sementara investor biasa mungkin tak bisa membeli kondominium mewah di New York, tapi bisa membeli rumah di lingkungan tempat tinggal mereka yang bisa disewakan atau dijual ketika terjadi peningkatan harga.

Banyak perusahaan publik yang membeli properti komersial dan tempat tinggal , namanya Real Estate Investment Trust, yang sahamnya bisa dibeli oleh setiap investor di pasar saham. Perusahaan seperti ini sensitif terhadap naik turunnya pasar saham, tetapi seringkali harga saham mereka naik seiring dengan kenaikan harga sewa dan nilai jual properti.

Versi bahasa Inggris artikel ini dapat dibaca di Why the rich stay rich: they don’t invest like the rest

via Rahasia orang Kaya Bertambah Kaya – Kompas.com.

Standard
Buku Harian Wordpress

In Defence Of WordPress

In Defence Of WordPress.
The internet is verbally attacking WordPress again. I read a lot of hate towards WordPress for its latest security vulnerabilities that have become public.

What I don’t see is praise in how those updates are handled and distributed to its millions of users.

Cross-Site Scripting Vulnerabilities

The last 2 weeks, 3 major security releases have been announced by the WordPress team;

Oh my, WordPress must pose a security risk, right?!

The Magical Release: WordPress 3.7

I was skeptical when they first announced this, but automatic background updates as featured in the 3.7 release are amazing.

Automatic background updates were introduced in WordPress 3.7 in an effort to promote better security, and to streamline the update experience overall. By default, only minor releases – such as for maintenance and security purposes – and translation file updates are enabled on most sites. In special cases, plugins and themes may be updated.

If you read the comments on Twitter, security blogs and even major news sites, you would expect the internet to have crashed and burned by now, with all the WordPress security vulnerabilities.

But that magical feature saved the internet from a lot of problems. That feature, that most WordPress users take for granted, is the single best thing ever to happen to WordPress.

And to think I questioned it at launch. What happens when your auto-update breaks all sites? What happens if an update is pushed, that introduces more vulnerabilities or backdoors? What if WordPress.org is every compromised and attackers can influence that update?

None of those scenarios happened. At least, not yet. But WordPress’ trackrecord is solid.

Patching several million websites

WordPress is popular. It powers millions of sites. Small & big. This puts it in a position where it’s bound to attract some unwanted attention. Once a critical WordPress vulnerabilty comes out, the update is pushed to those millions of sites within hours.

Standard