Buku Harian

Tips Beli Mobil Bekas Murah LCGC

Hadirnya mobil murah ramah lingkung­an atau Low Cost Green Car (LCGC) di pasar Tanah Air menjadi produk alternatif bagi masyarakat yang mengincar kendaraan pertama dan terjangkau. Dengan populasinya yang makin banyak, secara tak langsung mempengaruhi peredarannya di pasar mobil bekas. Dan berikut tips beli mobil bekas murah LCGC.

Dengan usianya yang relatif muda, membuat Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Suzuki Karimun Wagon R, Honda Brio Satya, maupun Datsun Go dan Go+ mulai menarik pertahatian calon pembeli.

Pasca dijual resmi sejak 2013, beberapa mobil bergenre LCGC kini mulai banyak mengisi lini jualan pedagang mobil bekas. Mobil-mobil ini juga termasuk yang pa­ling banyak dicari pemburu mobil bekas lantaran harganya yang lebih terjangkau serta dengan kondisi yang masih relatif baik seperti baru.

Begitu keluar dealer harga mobil segmen LCGC turun minimal 20 persen Mobil murah bekas: harga terjangkau dan kondisi relatif baru

Seperti yang dilakukan oleh Budi dari showroom mobkas Mandiri Maju Lestari di Jl. Akses UI No. 6 Kelapa Dua, Depok. Toyota Agya Tipe E Manual tahun 2015 misalnya, ia pasarkan dengan harga Rp 105 juta. Sementara untuk tahun yang lebih tua, harganya lebih murah Rp 5 juta.

Harganya pun masih bisa ditawar. “Begitu keluar dari dealer, harga mobil LCGC bisa langsung turun minimal 20 persen dari harga baru. Maka­nya banyak yang mencari karena masih keluaran baru,” ungkapnya.

Hal yang sama juga terjadi di bursa mobkas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, harga mobil murah dari berbagai merek dijual dengan banderol di bawah Rp 100 jutaan untuk keluaran tahun 2014.

Mobil segmen LCGC yang paling banyak dicari di WTC Mangga Dua yaitu Honda Brio Satya, meskipun harganya masih berkisar di angka Rp 120-an juta untuk lansiran 2014.

Dalam sebulan rata-rata mobil ini terjual hingga 50 unit lebih, membuat Brio Satya jarang bertahan lama di showroom. “Unitnya masih sulit, yang punya Brio Satya atau Wagon R masih jarang yang mau melepasnya,” buka Herjanto Kosasih, Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua.

Lebih lanjut Herjanto menjelaskan, jika banyak pemilik mobil LCGC yang menjual lagi kendaraannya, setelah pemakaian kurang dari setahun karena kecewa dengan kondisi mobil. “Ekspektasinya terhadap suatu barang terlalu tinggi, jadi ketika yang dia dapat biasa-biasa saja, langsung dijual,” katanya.

Honda Brio Satya paling banyak dicari konsumen Rata-rata jarak tempuhnya masih rendah, sekitar 5.000-10.000 km Suzuki Karimun Wagon R masih jarang ada yang mau melepas

Selain itu, faktor ekonomi seperti gagal membayar cicilan bulanan juga menjadi penyebab mobil ini mulai marak di bursa pedagang mobil seken.

Sementara itu perihal depresiasi harga, Herjanto sempat menuturkan bila banderol yang dipatok kebanyakan pedagang di WTC Mangga Dua turun 10-20 persen dari harga mobil barunya.

Daihatsu Ayla tipe X bertransmisi otomatis lansiran 2013 misalnya, dibanderol Rp 90 jutaan dari harga barunya yang berada di angka Rp 116 juta. Pun begitu dengan Toyota Agya bertransmisi otomatis tipe TRD keluaran 2013, harga sekennya dibuka mulai Rp 108 juta atau lebih murah sekitar Rp 12 juta dari model barunya.

Selain harganya yang sudah turun dan semakin terjangkau bagi pembeli mobil pertama, mendapatkan mobil LCGC dalam kondisi bekas juga memiliki keuntungan tersendiri. “Rata-rata jarak tempuhnya masih rendah, paling banyak 20.000 km, selebihnya paling sekitar 5.000–10.000 km,” tutup Herjanto.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s