Buku Harian

Facebook Marketing as Part from Digital Marketing

Sebagai generasi pengguna internet sebelum tahun 2010 saya lebih fimiliar dengan Blog atau Web dari pada sosial media. Bukannya tidak menggunakan sosial media sama sekali, tapi dalam mindset ini lebih familier menggunakan web dengan optimasi traffic dari search engine(SEO).

Penggunaan website sebagai media pemasaran menurut saya lebih rumit dari pada menggunakan social media. Jika menggunakan web tentu kita perlu membeli domain, hosting, setup cms, costumisasi tampilan(UI) dan yang utama adalah menyediakan konten yang berbobot. Konten yang berbobot seperti darah dalam tubuh,, sangat penting. Dan untuk membuat konten website(artikel) yang berbobot perlu riset, pengetahuan, dan kemampuan menulis yang terstruktur dengan konsisten memiliha angel tertentu.

Tapi di sosial media, lebih dengan pencitraan individu(personal branding). Konten yang pendek, tidak perlu berbobot, yang penting sering dan konsisten menyajikan konten dengan tema tertentu. Karena lebih menonjolkan  “citra diri” maka sosok itu haruslah ekstorvert, karena biasanya hal apa saja bisa jadi content dalam akun sosial medianya. Bahkan yang agak pribadi.

Entah kenapa rasanya saya ingin tapi tidak cocok jika memasarkan sesuatu lewat sosial media karena harus lebih ekstrovert dan sepertinya kurang berbobot. Walaupun tidak masalah karena toh yang membacanya(market yang dituju) juga bukan orang-orang yg terlalu mementingkan bobot konten.

Memasarkan sesuatu itukan lebih ke mana crowd berada dan apa yang mereka sukai dan butuhkan. Sebenarnya saat ini sosial media adalah wadah yagn sangat tepat jika melihat angka-angka statistiknya.

 

 

Standard