Buku Harian

Writing atau Rewriting

Didunia bloging menjamur posisi lowongan sebagai penulis. Namun penulis untuk bloging ini bayarannya sangat rendah. Bahkan saya pernah membaca tulisan di blog seorang mantan jurnalis media besar yang saat itu sudah resign kemudian menjadi penulis lepas.

Ulasannya seputar bayaran penulis blog yang sangat murah. Ya memang penulis blog atau biasa disebut content writer bayarannya menyesakkan. Kalau dilihat dari sisi si penulis. Namun sebenarnya tidak jauh berbeda juga dari sisi si pemilik blog. Apa sebabnya?

Bisnis Model

Semua kembali ke hal yang paling dasar, yaitu bisnis model dan tidak lepas dari skala bisnis.

Dulu di awal tahun 2000-an hingga sebelum tahun 2010 memiliki blog bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan ribuan dollar dari NON-ORIGINAL CONTENT! Yes artikel hasil auto generate dan copas dengan sedikit editan bisa dengan mudah menghasilkan uang karena masih akan tampil di hasil pencarian Google. Namun sekarang? Berat.

Maka mau tidak mau pemilik blog meng-hire penulis untuk mengisi blog-nya. Namun anda tau kan bahwa menulis itu membutuhkan expertise di suatu bidang untuk kemudian dituliskan dalam sebuah karya tulis?

Ya itu menulis yang sesungguhnya, semuanya dulu seperti itu. Di koran kita menulis akan dilihat latar belakang akadamis dan profesi kita, jurnal ilmiah akan dilihat latar belakang akademis, dan bahkan menulis buku kita akan menampilkan latar belakang keahlian kita dengan wajib mencantumkan sumber-sumber buku rujukannya juga.

Lalu bagaimana di dunia Blog/Website?

Bloging pada awalnya adalah tempat catatan keseharian kita, tempat kita menulis apa yang kita tahu, kita pikirkan dan apa yang kita alami. Namun semua berubah sejak ada bisnis di dunia bloging ini.

Yaitu bisnis iklan atau advertising. Dengan adanya tawaran bisnis yang menggiurkan ini kita menulis untuk mendatangan trrafic. Apa itu trrafic? yaitu orang yang datang ke blog atau website kita.

Sumbernya berbagai macam, bisa datangan langsung, share dari web/blog lain, shafre dari social media atau datang datang dari referensi Google. Kalau kita ingin agar orang datang dari referensi Google maka kita perlua banyak menulis, terutama article yang dibutuhkan banyak orang. Bagaimana kita mengetahui article itu akan dibutuhkan banyak orang, tekniknya dengan research keyword.

Writting atau Rewriting?

Nah karena kita ingin website dikunjungi banyak orang, maka kita bersiap untuk menulis sebuah article yang dicari oleh banyak orang. Permasalahannya adalah, tadi saya sudah sebutkan untuk menulis dibutuhkan basis pengetahun untuk di tuangkan dalam tulisan. Lalu apakah kita mempunyai basis pengetahuan tersebut?

Kebanyakan yang memburu dollar dari artikel web/blog tidak benar-benar memiliki pengetahuan dibidang atau hal yang akan diulas dalam artikel tersebut.

Lalu bagaimana solusinya? Solusinya adalah bukan menulis hasil karya, tapi rewritting karya orang lain!!!

Itu yang terjadi dan itu pulalah kenapa penulis artikel untuk blog di bayar murah. Karena bukan menulis dari basis pengetahuan/expertise orang tersebut tapi hanya menulis ulang.

Penulis tidak perlu datang untuk mengalami suatu hal yang kemudian akan ditulis dalam bentuk ulasan. Penulis tidak butuh pengetahuan dan pengalaman mendalam akan suatu hal yang kemudian akan dituangkan dalam satu tema tulisan di blog. Yang mana semuanya itu membutuhkan biaya.

Maka penulis(atau lebih tepatnya rewriter) cukup menulis ulang karya orang lain dengan gaya bahasa dan point of view yang sedikit berbeda, sehingga tidak perlu biaya besar. Yang tidak jarang sumber rujukannya juga merupakan artikel yang juga hasil rerwrite. Cucok markucok bo.

Sehingga tidak heran seorang teman saya menyebut artikel-artikel hasil kerjaan seperti ini dengan content sampah.

Kenapa Nggak Idealis?

Lalu kenapa nggak memilih jalur idealis? Mengapa tidak menulis hanya yang kita alami, menulis yang hanya benar-benar kita ketahui fakta detailnya, menulis yang hanya kita kuasai benar?

Jawabannya adalah KARENA BISNIS MODELNYA TIDAK SESUAI!!!

Untuk menulis dengan hasil karya seperti yang disebutkan di atas diperlukan biaya, sebutlah biaya produksi untuk membuat sebuah konten. Dan itu akan besar kalau dibuat dengan idealisme seperti itu.

Bisnis model periklanan dari iklan di blog/website nilainya kecil, sehingga perlu quantity tulisan yang jumlahnya banyak. Kalau tulisannya banyak, artinya biaya produksi juga besar alias modalnya besar. Padahal pendapatan per-klik iklannya sangat kecil.

Saya sempat menulis dengan idealisme tersebut. Saya bahagia bisa menulis dengan idealisme saya, pembaca juga senang dengan ulasan yang detail dan realistis. Tapi lama-lama hanya dapat capeknya saja, karena pendapatan tidak seberapa.

Ingat uang adalah energi, tak dapat uang maka berat bagi kita mempertahankan konsistensi kita akan sesuatu karena energi akan habis dengan seiring berjalannya waktu.

Sehingga solusinya adalah Rewritting! Murah, terbaca original oleh google(syarat mutlak agar tampil di google), dan ada kandungannya informasi di dalamnya. Itu mengapa kadang jika anda membaca artikel hasil penelusuran google, urutan 1,2 dan 3 inti dari artikelnya kok hampir-hampir sama semua? Ya karena semuanya rewrite!

Jadi begitulah Google me-rating hasil pencarian, hingga akhirnya baru-baru ini muncul algoritma baru yang memandang siapa penulisnya bagaimana expertise penulisnya dibidang tersebut.

Tentu akan ada parameter baru dari Google untuk penilaian tersebut, tapi bagaimana pun itu hanyalah mesin cerdas yang bisa diakali. Sebenarnya dari dulu(5 tahun yg lalu) saya sudah membaca tentang parameter penilaian tersbut,, apa-apa saja parameternya sudah tau.

Tapi nyatanya nggak diterapkan juga oleh Google. Jadi untuk apa menjadi orisinil dan idealis kalau rewriting saja bisa menghasilkan? Dan memang kesimpulan saya dalam 5 tahun terakhir adalah Kalau mau orisinil jangan nulis di blog, tapi bikin vlog di youtube. Itupun harus dengan tema yang menarik. Secara perhitungan bisnis lebih memungkinkan di sana, walaupun sama-sama dari iklan tapi secara perhitungan lebih masuk kalau Vloging bukan Bloging.

Standard