Buku Harian Kehidupan

Ikhlas menerima kenyataan jika hasil tidak selalu mengikuti usaha.

“Kalau kita narik becak tanpa filosofi hidup yang jelas, misalnya niat mensyukuri anugerah badan sehat, atau mencari nikmatnya membanting tulang untuk menghidupi anak istri, kita jadi mudah lelah,” kata Markesot-nya Cak Nun.

Lalu, filosofi jenis apa yang membuat Deny dan Markesot-nya tidak mudah lelah, walau dikepung segala nelangsa di gorong-gorong? Bagaimana bisa ia berdamai dengan lancipnya beling di dasar parit atau tajamnya cibiran orang-orang di luar? “Saya ingat keluarga di rumah. Ingat istri, ingat anak saya. Saya lebih enggak tega lihat anak-istri saya enggak makan,” sebut Deny.

Satu yang membuatnya tegar adalah ia, berkebalikan dengan pepatah-pepatah tenar, ikhlas menerima kenyataan jika hasil tidak selalu mengikuti usaha.

Tak selamanya, seseorang mampu mengendalikan apa yang kelak akan terjadi kepada dirinya sendiri. “Usaha, kan urusannya sama makhluk. Hasil, urusannya sama Gusti Allah,” tutur Deny soal kredo hidupnya.

“Makanya, yang dihisab (diperhitungkan) bukan hasilnya, tapi amalan kita, usaha kita, bukan hasil yang dilihat. Hasilnya, ya efek (dari usaha) saja. Dia kan yang nentuin (hasilnya), Gusti Allah. Usaha kita ini, seperti apa yang ditunjukkan?”

Sumber: Kompas.Com

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s