Buku Harian Kehidupan

Pelajaran Untuk Climb Up

Aku mengenal istilah scale up, dan aku yakin begitu pula mereka yang akrab dengan dunia start up atau digital marketing. Scale up adalah proses membesarkan bisnis, dari yang tadinya kecil namun karena konsep bisnisnya dapat diterima pasar maka skala bisnisnya dapat dibesarkan.

Di era digital atau lebih tepatnya bisnis digital proses scale up sebuah bisnis akan realtif mudah, kata kuncinya tinggal di modal. Tanyakan pada mereka yang berjualan online dengan Facebook Ads jika sudah menemukan jurus yang tepat maka melipat gandakan omset dengan menaikan budget iklan dan team CS yang handal bukanlah hal yang rumit dan lama.

Apa itu Climb Up?

Berbeda dengan Scale Up yang merupakan upaya membesarkan bisnis. Maka Climb Up adalah upaya naik ke atas dari posisi di bawah.

Seperti anda tahu semenjak pandemi saya mencari penghasilan sebagai supir. Dari yang tadinya content creator, pedagang mobil dan turun menjadi supir.

Menjadi supir ini secara prestige memang terlihat kurang. Namun sebenarnya secara penghasilan tidaklah rendah, bahhkan bisa lebih dari 2x UMR Jogja. Selain itu surprisingly ternyata saya menyenangi profesi ini karena bisa jalan-jalan dan dibayar, dibanding harus menulis artikel berjam-jam didepan laptop 😀

Walaupun menyenangkan namun saya harus berpikir untuk meningkatkan pendapatan untuk keluarga. Maka saya berpikir untuk menjadi content creator kembali, namun bukan web melainkan Youtube. Namun menjadi content creator di Youtube bukanlah hal yang mudah dan murah.

Climb Up yang saya maksud di sini adalah meninggalkan profesi nyupir lalu beralih menjadi content creator, dan ternyata itu tidak mudah.

Content creator video membutuhkan modal yang cukup, dan modal yang cukup dari tabungan saat nyupir ternyata tidak cukup. Kesalahan Climb Up saya adalah tidak memikirkan pemasukan yang berkelanjutan untuk menyambung hidup.

Saat memutuskan untuk menjadi Content Creator dan berhenti nyupir dua bulan ini sehingga otomatis pendapatan juga berhenti. Saat pendapatan berhenti dan hanya mengandalkan dari pemasukan maka secara tidak disadari di situ awal masalahnya. Kenapa?

Content Creator Bukanlah Jalan Instan Mendapat Uang

Sejak zaman blogging saya sudah memahami bahwa content creator sebagai jalan mencari penghasilan bukanlah hal yang instant. Yang instant adalah jualan online dengan spending budget untuk iklan.

Dalam hal sebagai content creator Youtube begitu juga. Maka kekeliruan bagi saya adalah untuk meninggalkan profesi yang dapat untuk menyambung hidup walaupun itu tidak bergengsi.

Tanpa pemasukan berarti kita berpikir untuk segera mendapat pemasukan pengganti sebagai content creator. Padahal hal itu adalah mustahil. Alih-alih kita memikirkan untuk membuat content yang disukai malah akhirnya mandek karena tekanan untuk segara menghasilkan. Atau membuat content tapi belum tentu berkualitas karena fokusnya langsung hasil.

Cara Climb Up Dalam Meningkatkan Penghsilan Kita

Cara untuk Climb Up yang tepat setelah saya sadari adalah mencari penghasilan dari sesuatu yang bisa kita kerjakan sebagai sampingan, tidak berhenti dari pekerjaan yang sudah menghasilkan. Karena dengan begitu pipa penghasilan kita terus mengalir dan tidak terputus.

Akhirnya saya tetap berikhtiar untuk mendapatkan penghasilan sebagai content creator tema “M” yang bisa disambi dengan pekerjaan nyupir. Sambil berdoa agar batu pijakan sebagai content creator tema “M” bisa mengantar saya sebagai conten creator tema satunya dengan target yang lebih tinggi.

Standard