Buku Harian Kehidupan

Usia Mobil Sudah 10 tahun. Lalu?

Tahun ini gerobak besi berwarna Cokelat genap berusia 10 tahun. Sebenarnya si Cokelat termasuk jarang di pakai sehingga jika dirata-rata per tahun-nya tidak sampai menempuh jarak 10.000 kilometer. Sehingga jarak tempuhnya termasuk low.

Namun berhubung setahun terakhir si Cokelat dipakai untuk mencari nafkah maka dalam jangka waktu kurang dari satu tahun jarak tempuhnya sudah bertambah sekitar 20.000 kilometer. Saat ini di umur yang ke 10 Odometernya mencapai angka 105.000 kilometer.

Walaupun tergolong tidak tinggi namun yang namanya benda bergerak sehingga beberapa komponen juga memerlukan penggantian. Walaupun belum mendesak alias tidak urgen namun setidaknya saat ini ada beberapa bagian yang perlu diremajakan.

Itu belum termasuk beberapa komponen part yang sudah pernah diganti terlebih dulu, seperti satu set ban sudah ganti dua kali, kampas rem, karet support shock dan shockbreaker depan. Tidak termasuk komponen fast moving seperti filter udara, busi dan filter oli.

Berikut rincian beberapa part yang sudah perlu diremajakan di usia yang menginjak angka 10 tahun:

  • Kopling set + jasa: Rp 2.000.000
  • Kaca film full Sunguard: Rp 800.000 / kaca samping kiri saja Rp 150.000
  • Aki Amaron: Rp 1.100.000
  • Thermostat: Rp 250.000
  • Pajak tahunan: Rp 1.400.000

Total: Rp 5.550.000

Lalu bagaimana Jual atau Pakai terus?

Setelah 10 tahun gimana, akan dijual atau dipakai terus? Tergantung proyeksinya ke depan.

  • Kalau mau untuk mencari nafkah maka jual.
  • Kalau mau untuk merasakan gonta-ganti mobil bekas sambil di dagangin maka jual.
  • Kalau mau dipakai HANYA untuk keluarga hingga 5 tahun ke depan maka pakai terus.

So, which one do you choose?

Standard
economy

Content Tak Berkualitas Untuk Orang Tak Berkualitas

Youtube layaknya facebook, dia merekomendasikan video-video kepada user-nya berdasarkan algoritma. Algoritma tersebut mempelajari interest dari user tersebut. Katakanlah si user bertahan menonton video rekaman telenovela berkali-kali hingga selesai video, maka youtube menilai orang tersebut memiliki interest dalam video berjenis telenovela.

Semakin user terdeteksi memiliki ketertarikan terhadap suatu hal, semakin sering Youtube men-suggest video dengan tipe sejenis.

Selain itu Youtube melakukan profilling. Siapakah user-nya. Jika dari data user dia adalah seorang wanita, senang telenovela, maka youtube akan mensuggest video yang bukan hanya telenovela tapi video sejenis yang sekiranya disukai oleh seorang wanita di range umur tertentu, Misal video memasak, video film korea dan lain-lain.

Konten Menyesuaikan Orangnya

Dengan begitu konten video yang di suggest oleh Youtube menyesuaikan user-nya. Semakin lama kita login dan menonton dengan akun Youtube kita, maka semakin relevan konten video yang di suggest berdasarkan intereset kita dan demografi kita.

Tidak percaya? Oke begini coba saja jika anda menonton Youtube dari pc atau laptop, lalu browser-nya di clear cache dan clear cookies. Dan kita tidak login Youtube, lalu ip address kita di reset. Yang terjadi adalah algoritma Youtube tidak akan mengenali “siapa anda” dengan tidak mengenali siapa anda maka intereset anda tidak diketahui dan youtube tidak akan menampilkan content dengan niche sesuai ketertarikan anda.

Paling Youtube hanya menampilkan video-video terpopuler berdasarkan lokasi ip negara kita.

Nah yang ironis dan sekaligus merupakan celah potensinya adalah di Indonesia ada banyak manusia dengan pengetahuan terbatas dan gampang termakan click bait judul dan thumbnail. Maka jika Youtube sudah mendeteksi interest dan karakter user tersebut maka seperti kita tahu video yang akan ditampilkan adalah video dengan kualitas-kulitas content yang rendah.

Content berita hoax, content video bertipe sinetron, content ulasan yang nggak masuk akal, dan lain-lain. Content berkualitas rendahan tersebut viewers-nya banyak loh.

Jika anda belum pernah menemukan content dengan jenis dan kulaitas seperti itu di Youtube, selamat berarti anda orang-orang berkualitas dan hanya di suggest dengan konten-konten video berkualitas oleh Youtube.

Celah Bisnis

Namun untungnya di sini adalah kita sebagai orang Indonesia bisa membuat content dengan kualitas tersebut untuk menyasar orang-orang jenis tersebut.

Karena membuat konten video yang berkualitas adalah tidak murah dan butuh effort yang besar, maka cukup menyasar kalangan akar rumput tersebut yang jumlahnya besar dengan video-video reupload merupakan celah bisnis yang patut dipertimbangkan.

Asalkan kita tahu kunci dari video kelas rendah tersebut.

Kuncinya adalah gambar dan teknik editing yang bagus, dan narasi yang meyakinkan. Dan di upload secara konsisten. Itu saja.

Jadi kita ikut mencari uang dari kebodohan masyarakat dengan membuat video berkonten bodoh tapi menarik gitu?

Itu kan bahasa jujurnya, ya dicari istilah yang lebih halus dikitlah. 😀 😀

Standard