Buku Harian, economy

Content Marketing VS Paid Ads

Ada seorang pengusaha online yang tadinya menghabiskan anggaran iklan puluhan juta rupiah perbulan di platform iklan Facebook namun kini justru hijrah ke Youtube. Di Youtube dia fokus membangun tim sekitar 3 orang, belum termasuk suamianya dan dia sendiri terjun langsung muncul dalam conent video yang digarap. Hasilnya biaya iklan di facebook berhasil dipangkas menjadi 0 rupiah, dan kini dia tidak menggunakan iklan berbayar sama sekali.

Ada pula Youtuber dengan jutaan subscriber, yang akhirnya memulai bisnis sesuai dengan niche pemabahasan di Youtube-nya. Dia mengatakan rugi jika punya channel Youtube hanya mengandalkan Adsense-nya saja, lebih menguntungkan jika dijadikan kanal marketing usahanya sendiri.

Kenapa Content Marketing?

Definisi Kontent marketing adalah upaya marketing dengan cara membuat konten yang bermanfaat bagi orang lain. Karena konten tersebut bermanfaat sehingga pola penyberannya cukup dengan cara organik alias tidak berbayar.

Lalu dalam konten tersebut dapat di-sisipkan informasi mengenai bisnis kita dan apa penawaran kita, sehingga orang yang melihat konten tersebut dapat tertarik dan selanjutnya mencari info lebih atau bahkan langsung melakukan transaksi.

Namun berbeda dengan paid ads yang dapat kita set audiens-nya secara spesifik seperti apa ketertarikan meraka, status hubungan mereka, rentang umur mereka dan lain-lain, maka pada content marketing kita hanya bisa menarget tema atau topik dari minat mereka.

Sehingga buatlah tema atau topik pembahasan yang konsisten dengan tema bisnis yang ingin kita tawarkan. Semisal buat channel Youtube masak jika kita ingin berjualan produk yang berhubungan dengan dekorasi dapur, bumbu masak atau peralatan masak.

Buat channel tentang otomotif khususnya yang membahas tentang mobil jika kita memasarkan jasa bengkel, produk perawatan mobil atau aksesoris mobil. Akan tidak efektif jika kita bikin website atau channel youtube tentang masak namun memasarkan produk yang terkait otomotif.

Nah walaupun audience content marketing tidak tertarget secara spesifik namun keunggulannya adalah jangkauannya yang luas dan tidak berbabayar maka jumlah yang transaksi bisa saja menyamai traffic dari iklan berbayar.

Contoh kita memilik content dengan jumlah tayangan hingga 1juta tayangan/bulan, maka jika 0,1% dari pjumlah audience melakukan transaksi maka angkanya mencapai 1000 orang dan itu dari traffic yang gratis.

Oh iya angka rasio 0,01% itu kecil banget ya kalau kita bicara rasio konversi melalui iklan berbayar. Kalau iklan berbayar katakanlah bisa mencapi 10% transaksi dari audience yang sudah meng-klik iklan(bahkan lebih). Kenapa bisa setinggi itu? Ya tadi, karena audience-nya sudah tertarget. Dan ingat itu berbayar ya, jadi jika ada transaksi sebesar 10%, maka keuntungan dari transaksi tersebut harus meng-cover biaya iklan 90% audience yang telah mengklik iklan namun tidak transaksi.

Youtube vs Web Untuk Content Marketing

Dahulu content marketing hanyalah berupa artikel Web. Pada saat itu content video amatlah jarang, karena peralatan audio video masih sangat mahal selain itu jaringan internet pun masih merupakan barang mewah. Sehingga text artikel disertai gambar adalah format paling umum untuk sebuah konten.

Saat ini yang paling digandrungi adalah format video. Alasannya adalah format video bisa bersifat edukasi dan hiburan. Konten yang bersifat hiburan jangkauannya lebih luas, karena dicari atau tidak maka orang akan tetap menonton selama konten tersebut menarik dan sesuai tema yagn mereka senangi.

Berbeda dengan artikel yang lebih bersifat pengetahuan atau informasi, yang kecenderungannya hanya akan dibaca jika meraka mencari. Bahkan saat ini konten pengetahuan atau edukasi dalam format video lebih disenangi dari pada artikel.

Sehingga menurut saya paltform video seperti Instagram atau Youtube merupkan pilihan yang terbaik untuk menyebarkan konten marketing.

Satu alasan lain mengapa Video lebih disarankan untuk saat ini, karena jika audience melihat sosok kita di video menyampaikan sebuah materi itu akan jauh lebih dipercaya ketimbang tulisan. Karena melihat sosok kita dalam rekaman tersebut maka mereka dalam merasakan seolah-olah melihat langsung, apalagi yang tampil di video dapat menjabarkan sebuah materi dengan lancar dan meyakinkan ditambah syuting dengan bakcground properti yang mendukung maka tingkat keyakinan pemirsa akan menjadi lebih tinggi.

Syarat Content Video Marketing

Lalu pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membuat sebuah content marketing berupa video yang jitu meningkatkan penjualannya? Syaratnya adalah harus menarik.

Lah bagaimana definisi menarik itu? Orang yang menyampaikan memahami seluk beluk dari apa yagn diulas, sehingga penyampaiannya tidak kaku dan terkesan ‘teks book’. Dengan begitu audience yang menyimak akan terkesima sehinga waktu tonton video akan lama dan sekalinya disisipkan penawaran dalam video tersebut maka orang akan tergerak untuk melakukan pembelian.

Bagiamana bisa menemukan orang yang memahami seluk beluk suatu bidang dan bisa lancar membahas tentang suatu hal di depan kamera? Cari orang yang passionate atau berpengalaman di bidang tersebut.

Sayangnya banyak orang mencari talent untuk mengisi content marketing berupa video atau content writer yang sekedar dapat membuat konten, terlebih mereka ditarget dengan quantity content. Sudah tidak passionate dan tidak mendalami bidang tersebut, ditarget pula dengan jumlah konten yang harus dihasilkan dalam setiap minggu atau bulan. Hasilnya?

Menurut saya content video atau artikel yang dihasilkan akan susah untuk menggaet calon pelanggan karena tentu hasilnya tidak menarik. Ibaratnya contennya tidak akan terkesan santai dan mengena,, tidak akan jlebb kena di hati para audience-nya. Alih2 hanya sekedar berkata dalam hati “Oh gitu…”

Tapi usaha mencari content creator yang biasa seperti diatas tetap perlu dihargai, daripada tidak melakukan upaya content marketing sama sekali.

Standard
atomic habits konsep resensi buku
Buku Harian Kehidupan

Menentukan Identitas Sebagai Pondasi

Tujuan utama artikel ini bukanlah mengenai resensi buku Atomic habits, namun sukar rasanya untuk tidak mengulas buku yang menurut saya cukup bagus dalam menawarkan cara untuk berubah. Buku ini adalah buku kedua yang pernah saya baca mengenai cara melakukan perubahan dalam hidup, buku sebelumnya adalah Change Anything. Kedua buku ini menawarkan sudut pandang berbeda yang keduanya menurut saya adalah original dan tidak saling terkait(kecuali tema-nya).

Ada dua hal point utama dalam buku Atomic Habits karya penulis James Clear ini. Yang pertama adalah bagaimana menciptkan perubahan kecil 1% setiap hari dalam hal terkecil sekalipun, ini dicontohkan bagaimana tim balap sepeda Inggris dapat sukses memenangkan kejuaran Olimpiade dan Tour De France berkali-kali, padahal sebelumnya puasa gelar lebih dari 10 tahun. Perubahan kecil yang continous alias berkelanjutan.

Point penting yang kedua adalah perubahan atau pencapaian tujuan bukanlah dipicu dari men-dewakan hasil atau goal, tapi fokuslah dengan sebuah sistem/proses yang perlu kita jalani untuk mencapai tujuan tersebut.

Lebih dasar lagi dibawah level proses, kita perlu menentukan identitas kita terlebih dahulu. Tujuannya agar proses yang kita lakukan dalam mencapai tujuan memiliki kekuatan konsistensi yang kuat karena berlandaskan identitas.

Konsep mengenai semua perubahan dan pencapaian seyogia-nya dimulai dari identitas ini menurut saya original dan begitu mengena.

Siapa Saya, Apa yang harus saya lakukan secara konsisten

Jadi mulai saat ini alih-alih berfokus pada hasil yang akan anda capai, langkah awal berikutnya adalah tentukan identitas anda. Setelah menemukan identitas anda, berfokuslah pada proses apa yang perlu anda lakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dapat mencapai tujuan anda.

Anda seorang content creator, engineer, adminstrator, senator advertiser atau affiliate marketer? Tentukan lebih dulu dari sekarang.

Standard
economy

Percobaan Cara menjual Property di IngTernhet

Produk property over supply di social media, yang menjual dan yang melihat postingannya pun kebanyakan pemain atau sebut saja makelar.

Sebagai makelar tentu kuncinya adalah bagaiman bisa menemukan pemilik property-nya langsung yg ingin menjual dengan harga relatif miring dan lokasinya yang menarik.

Satu hal lagi yang penting, syukur-syukur dapat calon pembeli yang langsung pemakai bukan sesama perantara. Sehingga “rantai makelar” akan lebih pendek, yang berakibat harga jual ke konsumen dapat ditekan karena komisnya tidak terlalu besar.

Dari pengalaman jika kita menggunakan rantai makelar sebagai jaringan pemasaran minimal ada 3 makelar sebagai penghubung, bahkan bisa sampai 5.

Dari sini saya mencoba untuk menarget potential buyer direct dengan cara yg sudah biasa saya gunakan untuk jualan sebelumnya. Kebetulan untuk masalah pemilik yang menjual property-nya saya mendapat info secara offline.

Langkah-langah

  1. Riset Keyword, diawalai dengan kata kunci yang relatif sempit. KW harus sangat related kriteria property yang kita tawarkan.
  2. Persiapkan landing page. Buat copy writing dengan user intens target market kita.
  3. Iklankan dengan budget minim dulu.
  4. That’s it.

Saya akan update hasilnya setelah seminggu atau dua minggu lagi disini.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Usia Mobil Sudah 10 tahun. Lalu?

Tahun ini gerobak besi berwarna Cokelat genap berusia 10 tahun. Sebenarnya si Cokelat termasuk jarang di pakai sehingga jika dirata-rata per tahun-nya tidak sampai menempuh jarak 10.000 kilometer. Sehingga jarak tempuhnya termasuk low.

Namun berhubung setahun terakhir si Cokelat dipakai untuk mencari nafkah maka dalam jangka waktu kurang dari satu tahun jarak tempuhnya sudah bertambah sekitar 20.000 kilometer. Saat ini di umur yang ke 10 Odometernya mencapai angka 105.000 kilometer.

Walaupun tergolong tidak tinggi namun yang namanya benda bergerak sehingga beberapa komponen juga memerlukan penggantian. Walaupun belum mendesak alias tidak urgen namun setidaknya saat ini ada beberapa bagian yang perlu diremajakan.

Itu belum termasuk beberapa komponen part yang sudah pernah diganti terlebih dulu, seperti satu set ban sudah ganti dua kali, kampas rem, karet support shock dan shockbreaker depan. Tidak termasuk komponen fast moving seperti filter udara, busi dan filter oli.

Berikut rincian beberapa part yang sudah perlu diremajakan di usia yang menginjak angka 10 tahun:

  • Kopling set + jasa: Rp 2.000.000
  • Kaca film full Sunguard: Rp 800.000 / kaca samping kiri saja Rp 150.000
  • Aki Amaron: Rp 1.100.000
  • Thermostat: Rp 250.000
  • Pajak tahunan: Rp 1.400.000

Total: Rp 5.550.000

Lalu bagaimana Jual atau Pakai terus?

Setelah 10 tahun gimana, akan dijual atau dipakai terus? Tergantung proyeksinya ke depan.

  • Kalau mau untuk mencari nafkah maka jual.
  • Kalau mau untuk merasakan gonta-ganti mobil bekas sambil di dagangin maka jual.
  • Kalau mau dipakai HANYA untuk keluarga hingga 5 tahun ke depan maka pakai terus.

So, which one do you choose?

Standard
economy

Content Tak Berkualitas Untuk Orang Tak Berkualitas

Youtube layaknya facebook, dia merekomendasikan video-video kepada user-nya berdasarkan algoritma. Algoritma tersebut mempelajari interest dari user tersebut. Katakanlah si user bertahan menonton video rekaman telenovela berkali-kali hingga selesai video, maka youtube menilai orang tersebut memiliki interest dalam video berjenis telenovela.

Semakin user terdeteksi memiliki ketertarikan terhadap suatu hal, semakin sering Youtube men-suggest video dengan tipe sejenis.

Selain itu Youtube melakukan profilling. Siapakah user-nya. Jika dari data user dia adalah seorang wanita, senang telenovela, maka youtube akan mensuggest video yang bukan hanya telenovela tapi video sejenis yang sekiranya disukai oleh seorang wanita di range umur tertentu, Misal video memasak, video film korea dan lain-lain.

Konten Menyesuaikan Orangnya

Dengan begitu konten video yang di suggest oleh Youtube menyesuaikan user-nya. Semakin lama kita login dan menonton dengan akun Youtube kita, maka semakin relevan konten video yang di suggest berdasarkan intereset kita dan demografi kita.

Tidak percaya? Oke begini coba saja jika anda menonton Youtube dari pc atau laptop, lalu browser-nya di clear cache dan clear cookies. Dan kita tidak login Youtube, lalu ip address kita di reset. Yang terjadi adalah algoritma Youtube tidak akan mengenali “siapa anda” dengan tidak mengenali siapa anda maka intereset anda tidak diketahui dan youtube tidak akan menampilkan content dengan niche sesuai ketertarikan anda.

Paling Youtube hanya menampilkan video-video terpopuler berdasarkan lokasi ip negara kita.

Nah yang ironis dan sekaligus merupakan celah potensinya adalah di Indonesia ada banyak manusia dengan pengetahuan terbatas dan gampang termakan click bait judul dan thumbnail. Maka jika Youtube sudah mendeteksi interest dan karakter user tersebut maka seperti kita tahu video yang akan ditampilkan adalah video dengan kualitas-kulitas content yang rendah.

Content berita hoax, content video bertipe sinetron, content ulasan yang nggak masuk akal, dan lain-lain. Content berkualitas rendahan tersebut viewers-nya banyak loh.

Jika anda belum pernah menemukan content dengan jenis dan kulaitas seperti itu di Youtube, selamat berarti anda orang-orang berkualitas dan hanya di suggest dengan konten-konten video berkualitas oleh Youtube.

Celah Bisnis

Namun untungnya di sini adalah kita sebagai orang Indonesia bisa membuat content dengan kualitas tersebut untuk menyasar orang-orang jenis tersebut.

Karena membuat konten video yang berkualitas adalah tidak murah dan butuh effort yang besar, maka cukup menyasar kalangan akar rumput tersebut yang jumlahnya besar dengan video-video reupload merupakan celah bisnis yang patut dipertimbangkan.

Asalkan kita tahu kunci dari video kelas rendah tersebut.

Kuncinya adalah gambar dan teknik editing yang bagus, dan narasi yang meyakinkan. Dan di upload secara konsisten. Itu saja.

Jadi kita ikut mencari uang dari kebodohan masyarakat dengan membuat video berkonten bodoh tapi menarik gitu?

Itu kan bahasa jujurnya, ya dicari istilah yang lebih halus dikitlah. 😀 😀

Standard
Buku Harian Kehidupan

Pelajaran Untuk Climb Up

Aku mengenal istilah scale up, dan aku yakin begitu pula mereka yang akrab dengan dunia start up atau digital marketing. Scale up adalah proses membesarkan bisnis, dari yang tadinya kecil namun karena konsep bisnisnya dapat diterima pasar maka skala bisnisnya dapat dibesarkan.

Di era digital atau lebih tepatnya bisnis digital proses scale up sebuah bisnis akan realtif mudah, kata kuncinya tinggal di modal. Tanyakan pada mereka yang berjualan online dengan Facebook Ads jika sudah menemukan jurus yang tepat maka melipat gandakan omset dengan menaikan budget iklan dan team CS yang handal bukanlah hal yang rumit dan lama.

Apa itu Climb Up?

Berbeda dengan Scale Up yang merupakan upaya membesarkan bisnis. Maka Climb Up adalah upaya naik ke atas dari posisi di bawah.

Seperti anda tahu semenjak pandemi saya mencari penghasilan sebagai supir. Dari yang tadinya content creator, pedagang mobil dan turun menjadi supir.

Menjadi supir ini secara prestige memang terlihat kurang. Namun sebenarnya secara penghasilan tidaklah rendah, bahhkan bisa lebih dari 2x UMR Jogja. Selain itu surprisingly ternyata saya menyenangi profesi ini karena bisa jalan-jalan dan dibayar, dibanding harus menulis artikel berjam-jam didepan laptop 😀

Walaupun menyenangkan namun saya harus berpikir untuk meningkatkan pendapatan untuk keluarga. Maka saya berpikir untuk menjadi content creator kembali, namun bukan web melainkan Youtube. Namun menjadi content creator di Youtube bukanlah hal yang mudah dan murah.

Climb Up yang saya maksud di sini adalah meninggalkan profesi nyupir lalu beralih menjadi content creator, dan ternyata itu tidak mudah.

Content creator video membutuhkan modal yang cukup, dan modal yang cukup dari tabungan saat nyupir ternyata tidak cukup. Kesalahan Climb Up saya adalah tidak memikirkan pemasukan yang berkelanjutan untuk menyambung hidup.

Saat memutuskan untuk menjadi Content Creator dan berhenti nyupir dua bulan ini sehingga otomatis pendapatan juga berhenti. Saat pendapatan berhenti dan hanya mengandalkan dari pemasukan maka secara tidak disadari di situ awal masalahnya. Kenapa?

Content Creator Bukanlah Jalan Instan Mendapat Uang

Sejak zaman blogging saya sudah memahami bahwa content creator sebagai jalan mencari penghasilan bukanlah hal yang instant. Yang instant adalah jualan online dengan spending budget untuk iklan.

Dalam hal sebagai content creator Youtube begitu juga. Maka kekeliruan bagi saya adalah untuk meninggalkan profesi yang dapat untuk menyambung hidup walaupun itu tidak bergengsi.

Tanpa pemasukan berarti kita berpikir untuk segera mendapat pemasukan pengganti sebagai content creator. Padahal hal itu adalah mustahil. Alih-alih kita memikirkan untuk membuat content yang disukai malah akhirnya mandek karena tekanan untuk segara menghasilkan. Atau membuat content tapi belum tentu berkualitas karena fokusnya langsung hasil.

Cara Climb Up Dalam Meningkatkan Penghsilan Kita

Cara untuk Climb Up yang tepat setelah saya sadari adalah mencari penghasilan dari sesuatu yang bisa kita kerjakan sebagai sampingan, tidak berhenti dari pekerjaan yang sudah menghasilkan. Karena dengan begitu pipa penghasilan kita terus mengalir dan tidak terputus.

Akhirnya saya tetap berikhtiar untuk mendapatkan penghasilan sebagai content creator tema “M” yang bisa disambi dengan pekerjaan nyupir. Sambil berdoa agar batu pijakan sebagai content creator tema “M” bisa mengantar saya sebagai conten creator tema satunya dengan target yang lebih tinggi.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Ikhlas menerima kenyataan jika hasil tidak selalu mengikuti usaha.

“Kalau kita narik becak tanpa filosofi hidup yang jelas, misalnya niat mensyukuri anugerah badan sehat, atau mencari nikmatnya membanting tulang untuk menghidupi anak istri, kita jadi mudah lelah,” kata Markesot-nya Cak Nun.

Lalu, filosofi jenis apa yang membuat Deny dan Markesot-nya tidak mudah lelah, walau dikepung segala nelangsa di gorong-gorong? Bagaimana bisa ia berdamai dengan lancipnya beling di dasar parit atau tajamnya cibiran orang-orang di luar? “Saya ingat keluarga di rumah. Ingat istri, ingat anak saya. Saya lebih enggak tega lihat anak-istri saya enggak makan,” sebut Deny.

Satu yang membuatnya tegar adalah ia, berkebalikan dengan pepatah-pepatah tenar, ikhlas menerima kenyataan jika hasil tidak selalu mengikuti usaha.

Tak selamanya, seseorang mampu mengendalikan apa yang kelak akan terjadi kepada dirinya sendiri. “Usaha, kan urusannya sama makhluk. Hasil, urusannya sama Gusti Allah,” tutur Deny soal kredo hidupnya.

“Makanya, yang dihisab (diperhitungkan) bukan hasilnya, tapi amalan kita, usaha kita, bukan hasil yang dilihat. Hasilnya, ya efek (dari usaha) saja. Dia kan yang nentuin (hasilnya), Gusti Allah. Usaha kita ini, seperti apa yang ditunjukkan?”

Sumber: Kompas.Com

Standard
Buku Harian

Kenalan Sumber Traffic Youtube

Sekitar dua tahun yang lalu malam hari jam 21.00 saya menuju Klaten menggunakan motor tua saya. Tujuannya adalah main ke tempat teman lama yang sudah jarang bertemu. Malam itu kami  ngobrol mengenai adsense Youtube, dia dan saya sudah kenal lama dengan dunia Adsense, namun adsense website bukan Youtube.

Dia bicara sekarang jadi youtuber auto kaya karena nilai pendapatannya besar. Saya yang sudah sedikit belajar Youtube sejak 2015 menimpali,, sebenarnya pendapatannya nggak jauh beda dengan pendapatan Adsense Website. Saya menjabarkan perbandingan dari jumlah traffic website sekian, potensi yang klik iklan sekian, dan berdasar nilai cpc-nya rata-rata dapet berapa.

Lalu saya bandingkan dengan pendapat adsense Youtube saya. Video View sekian, pendapatan adsense youtube dari iklan yang ditonton berapa. Jika sama-sama dihitung dari jumlah view-nya relatif sama, walaupun pendapatan adsense web adalah dari klik namun jika ditarik dari jumlah view-nya relatif sama.

Kunci Besarnya Pendapatan Youtube

Lalu apa yang menjadi kunci besarnya penghasilan Youtube? Kuncinya adalah jumlah tayang atau video yang ditonton sangat besar, kalau jumlah tayangannya sedikit ya pendapatannya juga nggak beda dari Adsense Website. Lalu bagaimana bisa video memiliki jumlah tayangan yang sangat besar?

Kuncinya ada di Sumber Traffic Video, seperti yang dijelaskan Goolge di Sini. Jika orang bisa membaca halaman website kita karena dia ada usaha mencari/googling, maka orang menonton Youtube bisa karena dia mencari atau bisa juga karena dia direkomendasikan di halaman Youtube. Nah karena direkomendasi lalu thumbnail-nya menarik dan tema-nya sesuai dengan ketertarikan kita maka jumlah tayangannya bisa naik.

Ada orang yang membuat Youtube berisi hiburan, tidak perlu judul, tag dan deskripsi dengan target keyword ternentu asalkan isi videonya menarik plus thumbnail dan judulnya juga menarik maka bisa booom jumlah view-nya.

Namun adapula yang optimasi di SEO video youtubenya karena contentnya berjenis tutorial atau info maka bisa naik jumlahnya. Namun diantara kedua jenis video tersebut yang bisa meledakan jumlah view video-nya adalah yang entertainment video karena direkomendasikan oleh youtube. Alias di tonton karena bukan karena niat sengaja dicari tapi ditampilkan memang menghibur sesuai kalangan tertentu.

Nah berikut ini adalah sumber-sumber traffic yagn menyebabkan video kita dapat ditonton oleh pemirsa:

  • Fitur jelajah
    Traffic dari layar utama, feed subscription, tonton nanti, dan fitur penjelajahan lainnya.
  • Halaman channel
    Traffic dari channel YouTube Anda atau channel YouTube lainnya.
  • Kartu kampanye
    Traffic dari kartu kampanye pemilik konten.
  • Layar akhir
    Traffic dari layar akhir kreator.
  • Shorts
    Traffic dari pengalaman menonton vertical Shorts.
  • Notifikasi
    Traffic dari notifikasi dan email yang dikirim kepada subscriber Anda.
  • Fitur YouTube lainnya
    Traffic dari dalam YouTube yang tidak masuk ke dalam kategori lain, seperti penayangan dari promosi Partner, atau dasbor.
  • Playlist
    Traffic dari playlist mana pun yang menyertakan salah satu video Anda. Ini dapat berupa playlist Anda sendiri atau playlist pengguna lain. Traffic ini juga mencakup “Video yang disukai” pengguna dan playlist “Video favorit”.
    Anda dapat melihat playlist tertentu yang mendorong traffic ke video Anda di kartu “Asal traffic: Playlist” pada tab Jangkauan.
  • Rekomendasi video
    Traffic dari rekomendasi yang muncul di samping atau setelah pemutaran video lainnya, serta dari link pada deskripsi video. Anda dapat melihat video tertentu di kartu “Asal traffic: Rekomendasi video” pada tab Jangkauan.
  • Kartu video
    Traffic yang berasal dari kartu di video lain.
  • Iklan YouTube
    Jika video Anda digunakan sebagai iklan di YouTube, Anda akan melihat “iklan YouTube” sebagai asal traffic.
    Perhatikan bahwa penayangan dari iklan yang dapat dilewati dengan durasi lebih dari 10 detik hanya dihitung jika ditonton selama minimal 30 detik atau sampai selesai. Iklan yang tidak dapat dilewati tidak memenuhi syarat sebagai penayangan di YouTube Analytics.
  • Penelusuran YouTube
    Traffic dari hasil penelusuran YouTube. Anda dapat melihat istilah penelusuran tertentu di kartu “Asal traffic: Penelusuran YouTube” pada tab Jangkauan

Jadi kita sudah tau begitu banyak sumber traffic Youtube. Kenapa bisa sebgitu banyak? Karena sifat dasar dari video adalah kita disuguhkan atau disuapin, berbeda jika kita googling lalu kita membaca maka ada effort lebih dari hal tersebut.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Faktor Keunggulan dalam Create Content Video

Conten Video tidaklah semudah content Text karena akan lebih besar pengorbanan-nya dalam menghasilkan jenis content tersebut. Namun jika kita sudah mengetahui jurusnya maka tinggal diaplikasikan saja maka akan bisa berhasil.

Video harus bagus dalam teknik pengambilan gambar, merancang story line agar ada alur cerita atau informasi yang disampaikan, dan tidak lupa teknik editing.

Jika kita mau mumed bisa belajar dari awal tentang videografi atau teknik editing, namun cara mudahnya adalah ya tinggal mencontoh dari yang sudah berhasil. Maksudnya berhasil di sini adalah, video dengan penonton dalam jumlah yang besar.

Tiru jenis kontennya, tiru sense editingnya dan bahkan properti yang dibutuhkan untuk syuting.

KEUNGGULAN BEBERAPA JENIS CONTENT VIDEO

Saat anda memutuskan nge-youtube maka ada beberapa jenis conten video yang dapat anda buat namun berbagai jenis conten video tersebut harus punya kekuatan masing-masing.

Kekuatan yang dimaksud di sini adalah yang dapat diunggulkan dalam sebuah video tersebut. Misal anda ingin me-review mobil tentu keunggulannya ada di mobil, mau nggak usah pakai teknik editing cukup gambleh di depan kamera saja seperti orang ngevlog makan akan ada penonton yang bertahan untuk menonton sampai habis. Karena daya tariknya ada di mobil tersebut, dan mendapatkan mobil untuk diulas itu yang menjadi kunci utamanya.

Misal, anda nggak bisa dapat benda mahal, baru atau aneh untuk di review. Tapi anda ingin membuat content tentang barang tersebut, maka anda bisa reupload dari video-video yang sudah ada. Namun dengan teknik reupload ini maka skill editing video anda harus lebih baik ketimbang yang hanya gambleh mereview real produk yang ada di depan kamera. Maka keunggulan yang dituntut di sini adalah skilll editing video.

Contoh lain anda ingin membuat tutorial, yang dapat dengan mudah divideokan dan teknik editingnya juga mudah karena tinggal menggabungkan beberapa scene. Namun keunggulan yang dibutuhkan adalah membuat storyline, menulis naskah materi apa yang akan disampaikan dengan runut namun tidak membosankan karena harus didukung dengan gambar yang sejalan dengan narasi.

Itulah keunggulan-keunggulan yang dibutuhkan dalam mebuat content video, memiliki satu keunggulan adalah baik untuk pemula dalam upaya menajdi lucky bastard. Bagi profesional memiliki dua atau tiga keunggulan dalam membuat content video adalah hal yang wajib.

Standard
Buku Harian Wordpress

Tahap menulis

Menulis dengan teknik Reader Oriented.

  1. Pahami User Intens.
    Pahami user intens dari para calon pembaca yang mencari kata kunci tersebut.
    Pahami dengan betul maksud dari pembaca mencari kata kunci tersebut di kolom pencarian gool itu untuk apa?

    Caranya dengan melakukan penelusuran sendiri di Google dengan kata kunci tersebut. Lihat hasil pencarian yang tampil di halaman pertama google itu apa saja. Karena biasanya jenis atau tipe conten seperti itulah yang dibutuhkan dan dicari oleh calon pembaca.

    Karena seperti kita tahu, jenis konten saat ini bukanlah artikel blog saja. Bisa hasil marketplace berupa produk, google my bussines, video atau snippet. Dari yang muncul dibagian teratas itulah jenis content yang biasanya paling diterima oleh pencari.
  1. Menyusun kerangka tulisan
    Setelah kita tahu apa sih yang sebetulnya ingin diketahui oleh calon pembaca, maka kita merancang kerangka tulisan tersebut.

    Cari tahu kebutuhan pembaca. Lalu temukan jawabannya. Ada satu point jawaban utama, lalu kembangkan ke point-point yang related dengan point utama tersebut.

    Tujuannya bahwa saat pembaca ingin mengetahui point utama tersebut kita dapat mengulas beberapa point terkait(related), sehingga durasi pembaca bertahan lebih lama saat membuka halaman website kita. Akan lebih baik jika ternyata point2 tambahan tersebut juga merupakan fakta terkait yang menarik sehingga dapat bermanfaat karena menambah wawasan si pembaca.
  1. Merangkai Kata
    Paragraf satu dan dua adalah memancing pembaca dengan memberi gambaran pengantar menganai ulasan dari isi tulisan akan mencakup apa. Sehingga membaca merasa sudah berada di tempat yang tepat untuk mencari solusi dan akan melanjutkan membaca hingga paragraf selanjutnya.

    Baru mulai paragraf 3 dan selanjutnya berisi inti dari tulisan. Inti dari tulisan berisi materi yang sudah kita riset sebelumnya dan kita rancang struktur tulisannya.

    Pargaraf terakhir. Ini lebih sebagai rangkuman dan penutup. Jika pembaca bisa membaca hingga paragraf terakhir ini berarti mereka benar2 akan haus terhadap topik yang kita ulas. Dan ulasaan kita benar2 mengobati dahaga mereka atau bahkan dahag tersebut belum terpuaskan. Sehingga mereka berpotensi untuk membaca related article yang kita siapkan link-nya dibagian bawha artikel sehingga jumlah page view harian akan semakin tinggi
Standard