Buku Harian

Produk yg Laku di Indo

“Tas-tas PU (polyurethane atau kulit sintetis) paling laku di Indonesia. Kemudian ada neck pillow sama alat make up dan aksesori digital,” tutur Yoko.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Rahasia Miniso Buka Ratusan Gerai dalam Dua Tahun di Indonesia”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/20/221100726/rahasia-miniso-buka-ratusan-gerai-dalam-dua-tahun-di-indonesia.
Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Erlangga Djumena

Standard
Buku Harian

Contoh Copywriting Orang Jual Mobil yg PD

Ini adalah contoh Copywriting Orang Jual Mobil yg PD luar biasa:

Bismillahirrahmanirrahim…
Dijual Karimun Estillo 2012 Istimewa dengan kondisi sbb:
1.Mesin Prima&Ruang mesin Kering(klo di Panasin masih ngeces dari knalpot)
2.Low KM baru KM.49.000an
3.Service Record
4.Pajak Panjang(B Jaktim)
5.AC Dingin
6.Body kaleng
7.Exterior& Interior Rapih&Bersih
8.Ban tebal (4 Ban kondisi 90% dan 1 Ban baru 100%)
9.Head Lamp bening&sudah ada Fog Lamp
10.Elektrikal berfungsi
11.BBM=Pertalite(Mobil mungil&lincah tapi iritttt nya bukan main)
12.Buku Manual,Buku Service,Faktur,Form A,Bukti Penyerahan Kendaraan,Bukti Perpanjang STNK(Absah),Kartu Nama Sales, Kwitansi Service dll…Lengkap
13.Spare Part murah&mudah perawatannya
14.Tangan I
15.Warna Silver(Favorit semua kalangan)

Minus:
1.Audio=TV kadang nyala&kadang mati(tenang aja itumah murah,Single Din bekas Rp200Rb)

Keterangan:
1.Iklan Tayang berarti Mobil Masih Ada (Lokasi mobil di CIPUTAT)
2.Harga Nett(jadi Om/Tante dll gk repot nawar lagi…1X lagi Nett!!! Monggo cek harga& kwalitas di toko sebelah)
3.No PHP,No Tipu-Tipu(Dosa tahu apalagi ini Bulan Ramadhan)
4.Hub via Tlp/WA di No Profile(tidak diperkenankan utk tanya harga lagi)

NB:Nyok ah Mudik &Liburan dengan hati senang…Cepetan keburu nyesel

Standard
Buku Harian

TEST – This is the progress

Saya menjabarkan apa yang lihat dan rasakan pada saat itu. Ingatanku kubawa kembali pada beberapa bulan silam. Ini tidaklah mudah, dibenturkan antara story telling yang natural dengan bentuk artikel yang harus terstruktur dengan sisipan keyowrd target di dalamnya. Proses mana yang harus dijalani terlebih dahulu? Padahal sudah cukup lama aku tidak menulis.

ketik ketik lagi, aku terus mengetik untuk sebuah progres. Walaupun bukan progress yang kuharapkan. Mengetik, membuat artikel sendiri berbahasa Indonesia hasil liputan langsung untuk kategori hoby. Perjuangan keras butuh otak dan kesabaran, tapi hasilnya tidak seberapa. Ah,, kenapa justru aku mengetik seperti ini. Mengapa bukan artikel sesuai judul yang ingin ku ketik. Kenapa aku kehilangan kemampuan menulisku? Apa aku kehilangan motivasi menulis? Atau aku tidak dapat menulis apa yang ku alami 2 bulan yang lalu karena sudah lupa?

Tulisan mengalirlah,, mengisi celah-celah jaringan neo korteks di otak. Jadilah tulisan yang menghapus dahaga para pembaca yang memang mencarinya di Google. Usah kau pikirkan SERP, Monetizing, dampak ekonominya. Menulislah untuk memenuhi dahaga para pembaca mu.

Setelah artikel itu terwujud barulah dipikirkan keyword density, struktur on page SEO-nya dan analisa lainnya. Sisipi dengan SEO atau copy writting  jualan produk, tapi yang terpenting readable dan memuaskan hasrat para pembaca dulu awalnya.

Standard
Buku Harian

Menulis Berawal Dari Sebuah Niat Utamanya

Saya mencoba menulis ulang sebuah tulisan dengan membidik sebuah kata kunci(keyword). Setelah sebelumnya saya melakukan riset keyword dan menemukan volume pencarian bulanan yang tinggi untuk keyword tersebut.

Itu adalah langkah lumrah yang hampir selalu dilakukan oleh blogger atau digital marketing yang mengandalkan strategi content marketing. membuat tulisan yang banyak dicari oleh calon pembaca.

Tapi saya tahu bahwa sesungguhnya kata kunci yang dicari itu segungguhnya tidak ada! Tidak ada yang menyediakan real-nya atau lebih tepatnya belum tersedia saat ini. Lalu saya berpikir, tulis ngaco saja lah, yang penting kontennya terkait dengan kata kunci tersebut.

Ambil contoh tulisan yang terkait, rewrite manual, sisipkan keyword yang sesuai dan selesai. Tapi itu bukan gaya menulis saya.

Berhari-hari saya ingin menyelesaikan artikel tersebut dengan teknik di atas, dan tidak berhasil. Seperti stuck gak bisa lanjut, jika harus membohongi pembca dengan teknik seperti itu. Tapi kaau tidak seperti itu who cares, Google juga yang penting ada artikel terkait.

Akhirnya ini saya akan mencoba untuk menulis dengan bahan yang sudah saya copas. Tapi sebelumnya saya luruskan niat terlebih dahulu, bahwa tulisan saya selain untuk mengejar pembaca dengan keyword tersebut juga meluruskan bahwa memang belum ada layanan tersebut yang dicari(dengan keyword tersebut) dan memberi alternatif informasi yang sekiranya related dan dapat membantu,

Standard
Buku Harian, Buku Harian Kehidupan

Selamat Dini Hari,, Pelajaran Dari Founder Coffee Shop

Semalem dari jam 9 ketemu dan ngobrol dengan OmBud,, biasa nogbrol ngalor-ngidul tentang bisnis online. Saya share tentang konsep belajar nyetir dan dia menyarankan untuk ganti nama yang lebih mengarah ke personal branding. Dan gw pertimbangkan karena masukannya juga sesuai dengan konsep digital marketing di Indo selama ini yang sangat menonjolkan sosok personal dari penulisnya atau founder-nya.

Kemudian bertemu dengan salah satu founder coffee shop laris di Jaksel. Singkat cerita poinnya adalah: Dia hanya merekrut anak jalanan non background umur kurang dari 20 s/d 20an awal, yang niat bekerja dari posisi bersih-bersih, dibimbing dengan tingkatan. Hingga beberapa ex barista-nya sudah ada yang menjadi barista di coffee shop besar lainnya, sampai sudah ada yang jadi barista di Dubai.

Kemudian mengenai LOKASI, yang namanya bisnis F&B lokasi memegang peranan penting. Sangat penting.

Lalu perjuangan berat adalah 6 bulan awal agar coffee shop-nya memiliki nama dan pelanggan awal.

So kamyuu sendiri, bagaimana kamu menikmati masa awal perjuangan? Bisakah setelah 6 bulan(atau kurang) bisnis mu memiliki pelanggan dan tumbuh membesar,, bukan sekedar planning mile stone besar-besar selanjutnya dan hanya bicara valuasi kosong.

Bisnis jalanan,, berpikir sekarang untuk sebuah gambar besar. Bagaimana kamu menikmati proses membangun bisnis bersama tim mu selama masa perjuangan? Apa daily routine activity yang perlu kamu kerjakan dan nikmati untuk bisa menjadi besar? APA?

Berjalan dimalam hari tidak perlu tau jauh di sana ada apa,, cukup arahkan senter ke jarak 1 meter di depanmu. Tapi kalau tidak ada keyakinan dan keberanian perjalanan itu tidak akan dimulai atau hanya akan berjalan kembali ke titik awal jika kurang yakin.

 

Standard
Buku Harian, Buku Harian Kehidupan

Kemana Sisi Spiritulitas Ku?

Ting..

Mengandalkan ritualitas tanpa isi bukan caraku beribadah

Mengikuti petunjuk buta, tanpa mengetahui sejarah dan azababul nuzul-nya pun tidak kulakukan.

Si Agus bilang, kebenaran yang mutlak itu tidak ada. Terlalu sulit untuk menegakkan kebenaran mutlak, yang ada hanyalah kesepakatan. Kupikir ada benarnya.

Orang beribadah ritus adalah bentuk kesepakatan terhadap pendahulu-pendahulunya, hanya sekedar ikut-ikutan. Orang tidak berani atau enggan menganalisa kenapa harus ini, kenapa harus itu. Di era apa kita saat ini, apa yang kita harus lakukan?

Lalu apa itu ibadah? Lalu apa itu spiritual? Malah muncul pertanyaan itu sebelum pertanyaan dalam judul tulisan ini terjawab.

Mana yang membentuk hidup kita, ibadah atau spiritualitas? Lalu muncul lagi pertanyaan dimana peran Agama dalam kedua hal tersebut?

Pertanyaan yang menimbulkan pertanyaan lanjutan untuk menjawabnya.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Ozi, Mobil Bekas dan Pola Digital Marketingnya

Ozi fokus pada kemampuannya yaitu bergaul dan profilling di FB, sehingga berdagang mobil bekas melalui social media menjadi bisnis yang luar biasa. Resources yang dia miliki adalah modal besar dari bos-nya, lokasi, dan jaringan pergaulannya dengan makelar mobil bekas. Semua itu bisa dikatakan sebagai “faktor produksi-nya”, pola marketingnya cukup dengan profiling di FB dan pemasaran via OLX. Dirinya tidak belajar FB ads, SEO, google Adwrods apalagi SEO.

Tapi di situlah kekuatannya, pasar pengguna social media yang besar bisa dia raih dengan cara organik. Yaitu profilling di FB personalnya dan berjualan di group jual-beli, dan hasilnya bulan kemarin dia berhasil menjual 9 mobil bekas.

Nggak perlu modal sewa tempat usaha showroom, membayar 2-3 pegawai tetap, ataupun biaya operasional lainnya. Semua dilakukan ala kadarnya, jualan numpang di kantornya yang berbentuk rumah, poles mobil cukup bawa ke kenalannya, tenaga yang mencari mobil cukup jaringan makelar yang dikenalnya. Benar-benar efisien.

Salah satu hal utama tentu pengetahuannya tentang mobil dan kemampuan bergaulnya. Di era digital seperti ini modal bisa terkalahkan dengan skil dan networking, walaupun capital tetap butuh. Toh buktinya dengan melihat kemampuannya selama ini bos-nya saat ini menjadi percaya dan siap menyuntikan dana berapa saja untuk memutar mobil dagangannya.

Bagaimana Bisa Menjual Banyak Mobil Bekas Dengan Cepat?

Jawabannya adalah jaringan makelar yang luas, modal cukup dan jual mobil tersebut ke pedagang. Jaringan di maintance dengan komisi dan komunikasi. Kemudian modal yang cukup agar ketika ada unit yang ditawarkan dengan harga miring, berapa pun unitnya siap di untuk dibeli.

Dan yang terakir adalah harga lebih miring agar dapat dijual lagi ke pedagang. Menjual ke pedagang lebih cepat dan tidak rewel sehingga transaksi cepat, selain itu pedagang ready cash bukan kredit jadi benar-benar cepat transaksinya.

Nah untuk menjaring pedagang ini yang dilakukan adalah profiling di social media. Jika dua faktor pertama yang disebutkan adalah faktor produksi maka, faktor terakhir tersebut adalah faktor marketing. Social media dan OLX jawabannya.

Lalu Bagaimana Dengan Saya?

Di mana strengths saya? Di mana Weaknesses saya? Opportunities saya apa? Threats dihiraukan saja dulu.

Strength: SEO, FB Ads, Adwords bisa menjadi sebuah kelemahan. Terlalu spread metodenya, saya perlu untuk benar-benar fokus pada satu atau dua channel marketing saja. Seperti Ozi kuat di profiling personal FB-nya dan OLX saja. Fokuskan dimana kamu benar-benar bisa menonjol.

Weaknesses: Modal, jaringan makelar, dan lokasi(bukan di jakarta).

Opportunities: Mengenal dunia digital marketing bisa jadi keunggulan saya atau bisa juga tidak. Mengapa? Orang indonesia cukup mudah digoda dengan profilling personal FB saja tidak perlu strategi seperti online marketplace yang jelimet bisa tergoda dan malah lebih percaya. Sedangkan untuk berjualan secara direct-nya cukup memajangnya di OLX dan selesai. Tidak perlu neko-neko. Lalu dimana real oppotunities saya?

Standard