Buku Harian Kehidupan

Ozi, Mobil Bekas dan Pola Digital Marketingnya

Ozi fokus pada kemampuannya yaitu bergaul dan profilling di FB, sehingga berdagang mobil bekas melalui social media menjadi bisnis yang luar biasa. Resources yang dia miliki adalah modal besar dari bos-nya, lokasi, dan jaringan pergaulannya dengan makelar mobil bekas. Semua itu bisa dikatakan sebagai “faktor produksi-nya”, pola marketingnya cukup dengan profiling di FB dan pemasaran via OLX. Dirinya tidak belajar FB ads, SEO, google Adwrods apalagi SEO.

Tapi di situlah kekuatannya, pasar pengguna social media yang besar bisa dia raih dengan cara organik. Yaitu profilling di FB personalnya dan berjualan di group jual-beli, dan hasilnya bulan kemarin dia berhasil menjual 9 mobil bekas.

Nggak perlu modal sewa tempat usaha showroom, membayar 2-3 pegawai tetap, ataupun biaya operasional lainnya. Semua dilakukan ala kadarnya, jualan numpang di kantornya yang berbentuk rumah, poles mobil cukup bawa ke kenalannya, tenaga yang mencari mobil cukup jaringan makelar yang dikenalnya. Benar-benar efisien.

Salah satu hal utama tentu pengetahuannya tentang mobil dan kemampuan bergaulnya. Di era digital seperti ini modal bisa terkalahkan dengan skil dan networking, walaupun capital tetap butuh. Toh buktinya dengan melihat kemampuannya selama ini bos-nya saat ini menjadi percaya dan siap menyuntikan dana berapa saja untuk memutar mobil dagangannya.

Bagaimana Bisa Menjual Banyak Mobil Bekas Dengan Cepat?

Jawabannya adalah jaringan makelar yang luas, modal cukup dan jual mobil tersebut ke pedagang. Jaringan di maintance dengan komisi dan komunikasi. Kemudian modal yang cukup agar ketika ada unit yang ditawarkan dengan harga miring, berapa pun unitnya siap di untuk dibeli.

Dan yang terakir adalah harga lebih miring agar dapat dijual lagi ke pedagang. Menjual ke pedagang lebih cepat dan tidak rewel sehingga transaksi cepat, selain itu pedagang ready cash bukan kredit jadi benar-benar cepat transaksinya.

Nah untuk menjaring pedagang ini yang dilakukan adalah profiling di social media. Jika dua faktor pertama yang disebutkan adalah faktor produksi maka, faktor terakhir tersebut adalah faktor marketing. Social media dan OLX jawabannya.

Lalu Bagaimana Dengan Saya?

Di mana strengths saya? Di mana Weaknesses saya? Opportunities saya apa? Threats dihiraukan saja dulu.

Strength: SEO, FB Ads, Adwords bisa menjadi sebuah kelemahan. Terlalu spread metodenya, saya perlu untuk benar-benar fokus pada satu atau dua channel marketing saja. Seperti Ozi kuat di profiling personal FB-nya dan OLX saja. Fokuskan dimana kamu benar-benar bisa menonjol.

Weaknesses: Modal, jaringan makelar, dan lokasi(bukan di jakarta).

Opportunities: Mengenal dunia digital marketing bisa jadi keunggulan saya atau bisa juga tidak. Mengapa? Orang indonesia cukup mudah digoda dengan profilling personal FB saja tidak perlu strategi seperti online marketplace yang jelimet bisa tergoda dan malah lebih percaya. Sedangkan untuk berjualan secara direct-nya cukup memajangnya di OLX dan selesai. Tidak perlu neko-neko. Lalu dimana real oppotunities saya?

Standard
Buku Harian Kehidupan

Tipe Cara Belajar

Gw kasih tau karakter orang western: klo ada orang minta diajarin berarti dia butuh social engineering, mending ke tempat kursus atau booth camp atau kerja yang perusahaanya terima junior atau willing to learn ruby, kalo males berarti dia geek, mending belajar dari pdf, trial and error atau google

Standard
Buku Harian Kehidupan

Indonesia Instagram User Stats

Instagram beberkan fakta – fakta pengguna instagram : ( sumber beritagar.id )

Pengguna Instagram di Indonesia 59% adalah anak muda usia 18-24 tahun yang terdidik dan mapan.

88% pengguna menggunakan filter dan 97% menggunakan fitur search untuk mencari informasi yang lebih spesifik.

97% menuliskan komentar pada postingan dan menandai (mention) teman-teman mereka yang mendorong proses pencarian di Instagram.

85% pengguna di Indonesia juga memposting di media sosial lainnya langsung dari Instagram (cross posting).

Mode dan teknologi menjadi produk yang paling populer di antara para pengguna Instagram di Indonesia.

49% juga membeli produk dari penjual/jenama (brand) yang merekaikuti (follow).

Masyarakat Indonesia menggunakan Instagram untuk mencari inspirasi, membagi pengalaman saat bepergian,dan mencari informasi dan tren terbaru.

Kategori konten yang paling banyak dibagikan di Instagram (berlaku untuk Instagram dan Facebook):
1. Swafoto
2. Makanan yang dimakan
3. Barang yang dibeli
4. Barang yang mau dijual
5. Foto atau video dari keluarga
6. Peristiwa khusus
7. Binatang peliharaan
8. Alam terbuka
9. Tempat-tempat yang pernah dikunjungi
10. Foto atau video dari perjalanan
11. Kutipan atau meme
12. Foto atau video yang ditemukan secara daring

Standard
Buku Harian Kehidupan

Moral versus Kecerdasan mana yang utama?

Dua belas tahun lalu,
seorg wanita pergi kuliah di Prancis.
Dia harus sambil kerja dan sambil kuliah.
Dia perhatikan bhw sistem transportasi ditempat itu menggunakan sistem “otomatis”,
artinya Anda beli tiket sesuai dgn tujuan melalui mesin.
Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara “self-service” dan jarang sekali diperiksa petugas.
Bahkan periksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada.

Setelah dia temukan kelemahan sistem ini,
dgn kelicikannya dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas krn tidak beli tiket sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dgn tidak membayar tiket.
Dia bahkan merasa bangga atas kepintarannya.

Dia juga menghibur dirinya krn dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalo bisa irit ya irit.
Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yg akan mempengaruh karirnya…

Setelah 4 thn berlalu,
dia tamat dari fakultas yg ternama dgn angka yg sangat bagus.
Ini membuat dirinya penuh dengan keyakinan. Dia mulai memohon kerja di perusahan yg ternama di Paris dgn pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya,
semua perusahan ini menyambut dia dgn hangat.
Namun berapa hari kemudian,
semuanya menolak dia untuk berkerja.

Kegagalan yg terjadi berulang kali membuat dia sangat marah.
Dia mulai anggap perusahan-perusahan ini rasis, tidak mau terima warga negara asing. Akhirnya, dia memaksa masuk ke departemen tenaga kerja utk bertemu dengan managernya.
Dia ingin tahu alasan apa perusahan menolak bekerja.
Ternyata, penjelasannya diluar sangkaan dia…

Berikutnya adalah dialog mereka…

Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan mu.
Pada saat Anda mohon bekerja di perusahaan,
kami terkesan dgn pendidikan dan pencapaian Anda. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya pekerja yg kami cari-cari.

Wanita: Kalau begitu, kenapa perusahan tidak terima aku bekerja?

Manager: Karena kami periksa sejarahmu, ternyata Anda pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

Wanita: Aku mengakuinya, tapi masa krn perkara kecil ini perusahan menolak pekerja yg mahir dan banyak kali tulisannya terbit di majalah?

Manager: Perkara kecil? Kami tidak anggap ini perkara kecil.
Kami perhatikan pertama kali Anda melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Petugas percaya dgn penjelasan bhw Anda masih belum mengerti sistem pembayaran.
Diampuni, tapi Anda tertangkap 2x lagi setelah itu.

Wanita: Oh krn tidak ada uang kecil saat itu.

Manager: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda.
Jangan anggap kami bodoh.
Kami yakin Anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.

Wanita: Itu bukan kesalahan mematikan kan?
Kenapa harus begitu serius?
Lain kali saya berubah kan masih bisa.

Manager: Saya tidak anggap demikian. Perbuatan Anda membuktikan dua hal:

1. Anda tidak mengikuti peraturan yg ada

Anda pintar mencari kelemahan dlm peraturan dan memanfaatkan utk diri sendiri.

2. Anda tidak bisa dipercaya

Banyak pekerjaan di perusahan kami tergantung pada kepercayaan.
Jika Anda diberikan tanggungjawab atas penjualan di sebuah wilayah,
maka Anda akan diberikan kuasa yg besar.
Demi ongkos, kami tidak sanggup memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Perusahan kami mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh sebab itu, kami tidak bisa pakai Anda.
Saya berani katakan,
di negara kami bahkan seluruh Eropa,
tidak ada perusahan yg mau pakai Anda.

Pada saat itu,
wanita ini seperti bangun dari mimpinya dan sangat menyesal.
Perkataan manager yg terakhir membuat hatinya gentar.

Moral dan etika bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran.

Tetapi IQ atau kepintaran bagaimanapun tidak akan bisa menolong etika yg buruk.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Chief Engineer Lexus NX Inti Dari Desain Mobil – autobild.co.id : situs berita otomotif & tes mobil

t detail eksterior maka lampu menjadi hal pertama dilihat”Selesai kami buat, mobil ini juga sudah lolos tes di berbagai kondisi. Mulai dari suhu ekstrem dingin sampai panas. Bahkan untuk kegiatan off-road juga telah diuji sehingga Lexus NX mampu melewati segala medan.

via Chief Engineer Lexus NX Inti Dari Desain Mobil – autobild.co.id : situs berita otomotif & tes mobil.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Why Gen Y? : dudukBERSILA

Why Gen Y? : dudukBERSILA.

Kaum Millennials yang saat ini sudah melewati masa pendidikan, alias sudah bekerja, mengutamakan sesuatu bernama work-life balance. Mereka akan berusaha untuk menyelesaikan setiap pekerjaan pada jam kerja, kemudian akan menggunakan waktu di luar itu untuk hang out dengan teman-teman, traveling, atau sekedar duduk di kafe dan membaca buku. Lembur bukanlah hal yang familiar bagi mereka, dan sedapat mungkin tidak dilakukan. Jika generasi sebelumnya mengenal istilah work hard play hard, istilah yang lebih dikenal oleh Millennials adalah work smart play smarter.

Dan mereka pun dicap sebagai pemalas dan hedonis.

Mungkin kita masih ingat pada masanya, orangtua mengeluhkan kita yang pembangkang karena tidak mau langsung menuruti apa yang dikatakan orangtua. Orangtua menuntut kita untuk bekerja dan hidup mapan, di mana hal ini dikaitkan dengan pekerjaan kantoran dan freelance bukanlah pilihan. Orangtua menuntut untuk segera menikah setelah menyelesaikan jenjang pendidikan, di mana kita justru sedang sibuk dan menikmati mengejar karir.

Kita pun gerah karena merasa orangtua ketinggalan jaman. Kita merasa tidak dipahami.

Lalu… kita melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh orangtua kita dulu, kepada kaum Millennials?

Satu hal yang kadang kita lupa. Tiap generasi memiliki karakteristik yang unik, yang mungkin berbeda, dari generasi yang sebelumnya. Hal ini sedikit-banyak dipengaruhi oleh lingkungan di mana mereka tumbuh dan berkembang pada saat itu.

Ada karakteristik positif yang terlupakan, karena seolah tertutupi oleh karakteristik negatif. Yang kadang hanya merupakan hasil dari interpretasi kita pribadi.

Generation gap, adalah hal yang wajar terjadi.

Standard