Buku Harian Kehidupan

Kata-kata Mengantarkan ke Sebuah Tujuan

Setiap perkataan atau kata-kata dalam tulisan akan mengantarkan kita ke arah sebuah tujuan tertentu.

Jangan berkata jika tidak tau arah tujuannya, lebih baik diam saja.

Pikirkan arah tujuannya dalam setiap sebuah tulisan atau perbincangan, baru pikirkan kata-katanya.

Kata-kata adalah senjata yang elegan dan berdampak besar. Itu seperti jurus bela diri, yang dapat mempengaruhi lawan.

Orang-orang besar berjuangan dalam kata dan perbuatan. Kata + Ilmu + Perbuatan/amalan adalah perpaduan sebagai senjata yang sangat ampuh.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Resensi Buku: Agar Sehafal Al-fatihah

Sedikit ulasan resensi buku “Agar Sehafal Al-fatihah” – Trik dan Tips Jitu Menghafal Al-Qur’an Sekuat Hafalan Al-Fatihah. Karya Arham Bin Ahmad Yasin LC, MH.

Saya tidak membaca dari bab awal karena menurut saya terlalu banyak pembukaan. Saya mulai membaca dari halaman 39, di Bab ini penulis menekankan berdasar surat Ali Imran ayat 200 bahwa untuk menghafal Al-Quran kita perlu untuk sabar dan berusungguh-sungguh. Konsisten dalam menghafal, jangan hanya menambah hafalan baru tapi hafalan lama jadi lupa.

Kemudian di bab-bab selanjutnya hal penting lainnya adalah kita harus meluangkan waktu sendiri untuk tahfiz. Bisa sehabis magrib atau setelah subuh. Di waktu tersebut secara konsisten dilakukan untuk tahfiz.

Hal lainnya yang penting adalah tetapkan target. Target haruslah masuk akal tapi juga menantang.

Strategi Menghafal

Strategi Menghafal Al-Quran: Persurat atau Perhalaman

Cara ini berlawanan dengan kebanyakan orang yang menggunakan konsep one day one ayat. Tapi dari pengalaman penulis yang sudha 10 tahun memmbing penghafal Al-Quran, untuk orang-orang yang memiliki banyak aktivitas target satu surat atau satu halaman dalam sepekan umumnya lebih realistis dan efektif hasilnya.

Teknisnya adalah kita menetapkan waktu khusus untuk menghafal satu surat(pendek) atau halaman tersebut sekaligus dalam satu hari, kemudian kita muraja’ah(mengulang hafalan) saja setiap hari selama satu pekan. Ini lebih baik daripada cara mencicil satu surat tersebut secara merata dalam sepekan.

Namun cara ini juga memiliki kelemahan diantaranya:

  • Biasanya orang sulit konsisten
  • Orang mudah jenuh
  • Jika hafalan sudah banyak penghafal bisa mengalami kesulitan menyambung ayat.

Strategi Menghafal Al-Quran: Menghafal Ayat per ayat atau Surat.

Sebelumnya perlu dilakukan langkah yang sama yaitu surah dibaca berulang-ulang minimal 5 kali dengan suara yang lantang namun dengan tartil, yaitu secara perlhana dan jelas.

Dengan teknik ini kita mneghafal ayat demi ayat, pindah ke ayat selanjutnya jika yang sebelumnya sudah benar-benar sudah hafal.

Untuk ayat yang panjang, tentukan bagian potongan-potongan ayat yang akan dihafalkan, jika sudah hafal potong demi potong maka bacalah satu ayat utuh tersebut hinggal lancar. Kemudian lanjutkan dengan ayat selnjutnya.

Mengulang Hafalan

Cara untuk mengikat hafalan agar tidak hilang adalah dengan cara mengulang-ulang. Idealnya menurut penulis ketika baru menghafal sesuai target, ia harus segera mengulang hafalan tersebut minimal 5 kali atau lebih disaat itu juga.

Lalu selanjutnya diualng lagi dalam beberapa waktu berdekatan, misal ketika hafalan kita sudah lengkap di waktu sesudah subuh maka saat itu jga diulang minimal 5 kali. Kemudian jam 9 pagi diulang lagi, lalu setelah zuhur, sebelum magrib dan setelah isya.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Tulisan Pertama di 2020

Akhirnya blog ini “terupdate” lagi setelah cukup lama terbengkalai. Bersama tulisan ini akhirnya saya declare bahwa mulai saat ini, tepatnya Desember 2019 kemarin saya mulai nge-Youtube. 😀

Ikut arus nih ceritanya? Bisa dikatakan iya atau tidak.

Sebelumnya saya sudah mulai nge-Youtub tahun 2015 yang lalu, saat itu saya berlangganan salah satu ecourse berbayar di Udemy tentang Youtube. Jadi masalah copyright dan lain-lain di dunia ini sudah tidak asing lagi.

Bahkan saat itu youtube studio masih ada fitur editor-nya, alias kita masih bisa edit video on-the-fly di Youtube. Saat itu situs berbagi video ini belum booming, walaupun tanda-tanda yang menunjukan bahwa arah ke sana telah muncul.

Lalu Kenapa Youtube?

Setelah menggeluti dunia blogger sejak kurang lebih dari tahun 2007 akhirnya tidak bisa dipungkiri dunia saat ini mengerah ke konten video. Website 2.0 dan content text menjadi so yesterday.

Bukan berarti akan menghilang, tapi selera pasarnya akan mengarah ke video untuk beberapa jenis informasi yang dibutuhkan. Tidak semua. Ini jika kita melihat dari sisi SEO, saat orang mencari informasi melalui laman pencarian google.

Saya punya artikel lawas tentang tutorial nyetir mobil yang dulunya merajai posisi satu di google, namun pada akhirnya tergeser. Tergeser bukan oleh website berkonten text dari pesaing, melainkan tergeser oleh hasil pencarian di Youtube.

Untuk hal tutorial ini content video jelas punya keunggulan dibanding content artikel atau text. Itu jika kita melihat dari sisi SEO, alias bagaiamana informasi bisa sampai ke user.

Selain itu Youtube juga bersifat entertainment alias hiburan, yang dimana orang tidak mencari informasi tapi “informasi” entertainment itu mendatangi orang tersebut dengan cara suggestion video atau notifikasi yang muncul karena telah subscribe.

Dan di Youtube content jenis entertainment ini adalah yang dapat meraih pendapatan tinggi, bukan jenis content tutorial yang bermanfaat. Jadi kalau anda membuat video tutorial dengan tujuan membantu banyak orang dari pengetahuan anda that is good, tapi kalau mau berkelimpahan dari Youtube buatlah content yang berjenis entertainment. Yang tidak(atau sedikit) bermanfaat tapi betah untuk ditonton berbagai kalangan yang cukup luas walaupun membuang-buang waktu penonton.

Kalimat yang saya tebalkan di atas mungkin equal dengan istilah: buatlah konten yang menghibur. 😀

Standard
Buku Harian Kehidupan

Mau Langsung Sempurna? Keep It Simple Stupid!

Sedang dalam proses awal membuat sesuatu, mulai mengimplementasikan Amati, Tiru, Modifikasi. Kelihatannya mudah, kenyataannya sebulan lebih belum nelur satu pun.

Kiblatnya sudah ada, yaitu mereka yang sudah mulai duluan. Kekurangannya sudah dianalisa dan berusaha membuat yang lebih baik, tapi sepertinya memang belum sanggup karena sumber dayanya.

Solusinya ya sudah mulai aja dulu, walaupun mungkin masih belum bisa lebih baik dari yang sudah duluan. Nanti diperbaiki sambil jalan.

Copas aja dulu, sambil dirubah dan ada satu nilai tambah dibanding kompetitor. Satu aja dulu, syukur bisa 2 nilai tambah, udah nggak usah banyak-banyak.

Yang penting mulai dan konsisten.

Standard
Buku Harian

Writing atau Rewriting

Didunia bloging menjamur posisi lowongan sebagai penulis. Namun penulis untuk bloging ini bayarannya sangat rendah. Bahkan saya pernah membaca tulisan di blog seorang mantan jurnalis media besar yang saat itu sudah resign kemudian menjadi penulis lepas.

Ulasannya seputar bayaran penulis blog yang sangat murah. Ya memang penulis blog atau biasa disebut content writer bayarannya menyesakkan. Kalau dilihat dari sisi si penulis. Namun sebenarnya tidak jauh berbeda juga dari sisi si pemilik blog. Apa sebabnya?

Bisnis Model

Semua kembali ke hal yang paling dasar, yaitu bisnis model dan tidak lepas dari skala bisnis.

Dulu di awal tahun 2000-an hingga sebelum tahun 2010 memiliki blog bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan ribuan dollar dari NON-ORIGINAL CONTENT! Yes artikel hasil auto generate dan copas dengan sedikit editan bisa dengan mudah menghasilkan uang karena masih akan tampil di hasil pencarian Google. Namun sekarang? Berat.

Maka mau tidak mau pemilik blog meng-hire penulis untuk mengisi blog-nya. Namun anda tau kan bahwa menulis itu membutuhkan expertise di suatu bidang untuk kemudian dituliskan dalam sebuah karya tulis?

Ya itu menulis yang sesungguhnya, semuanya dulu seperti itu. Di koran kita menulis akan dilihat latar belakang akadamis dan profesi kita, jurnal ilmiah akan dilihat latar belakang akademis, dan bahkan menulis buku kita akan menampilkan latar belakang keahlian kita dengan wajib mencantumkan sumber-sumber buku rujukannya juga.

Lalu bagaimana di dunia Blog/Website?

Bloging pada awalnya adalah tempat catatan keseharian kita, tempat kita menulis apa yang kita tahu, kita pikirkan dan apa yang kita alami. Namun semua berubah sejak ada bisnis di dunia bloging ini.

Yaitu bisnis iklan atau advertising. Dengan adanya tawaran bisnis yang menggiurkan ini kita menulis untuk mendatangan trrafic. Apa itu trrafic? yaitu orang yang datang ke blog atau website kita.

Sumbernya berbagai macam, bisa datangan langsung, share dari web/blog lain, shafre dari social media atau datang datang dari referensi Google. Kalau kita ingin agar orang datang dari referensi Google maka kita perlua banyak menulis, terutama article yang dibutuhkan banyak orang. Bagaimana kita mengetahui article itu akan dibutuhkan banyak orang, tekniknya dengan research keyword.

Writting atau Rewriting?

Nah karena kita ingin website dikunjungi banyak orang, maka kita bersiap untuk menulis sebuah article yang dicari oleh banyak orang. Permasalahannya adalah, tadi saya sudah sebutkan untuk menulis dibutuhkan basis pengetahun untuk di tuangkan dalam tulisan. Lalu apakah kita mempunyai basis pengetahuan tersebut?

Kebanyakan yang memburu dollar dari artikel web/blog tidak benar-benar memiliki pengetahuan dibidang atau hal yang akan diulas dalam artikel tersebut.

Lalu bagaimana solusinya? Solusinya adalah bukan menulis hasil karya, tapi rewritting karya orang lain!!!

Itu yang terjadi dan itu pulalah kenapa penulis artikel untuk blog di bayar murah. Karena bukan menulis dari basis pengetahuan/expertise orang tersebut tapi hanya menulis ulang.

Penulis tidak perlu datang untuk mengalami suatu hal yang kemudian akan ditulis dalam bentuk ulasan. Penulis tidak butuh pengetahuan dan pengalaman mendalam akan suatu hal yang kemudian akan dituangkan dalam satu tema tulisan di blog. Yang mana semuanya itu membutuhkan biaya.

Maka penulis(atau lebih tepatnya rewriter) cukup menulis ulang karya orang lain dengan gaya bahasa dan point of view yang sedikit berbeda, sehingga tidak perlu biaya besar. Yang tidak jarang sumber rujukannya juga merupakan artikel yang juga hasil rerwrite. Cucok markucok bo.

Sehingga tidak heran seorang teman saya menyebut artikel-artikel hasil kerjaan seperti ini dengan content sampah.

Kenapa Nggak Idealis?

Lalu kenapa nggak memilih jalur idealis? Mengapa tidak menulis hanya yang kita alami, menulis yang hanya benar-benar kita ketahui fakta detailnya, menulis yang hanya kita kuasai benar?

Jawabannya adalah KARENA BISNIS MODELNYA TIDAK SESUAI!!!

Untuk menulis dengan hasil karya seperti yang disebutkan di atas diperlukan biaya, sebutlah biaya produksi untuk membuat sebuah konten. Dan itu akan besar kalau dibuat dengan idealisme seperti itu.

Bisnis model periklanan dari iklan di blog/website nilainya kecil, sehingga perlu quantity tulisan yang jumlahnya banyak. Kalau tulisannya banyak, artinya biaya produksi juga besar alias modalnya besar. Padahal pendapatan per-klik iklannya sangat kecil.

Saya sempat menulis dengan idealisme tersebut. Saya bahagia bisa menulis dengan idealisme saya, pembaca juga senang dengan ulasan yang detail dan realistis. Tapi lama-lama hanya dapat capeknya saja, karena pendapatan tidak seberapa.

Ingat uang adalah energi, tak dapat uang maka berat bagi kita mempertahankan konsistensi kita akan sesuatu karena energi akan habis dengan seiring berjalannya waktu.

Sehingga solusinya adalah Rewritting! Murah, terbaca original oleh google(syarat mutlak agar tampil di google), dan ada kandungannya informasi di dalamnya. Itu mengapa kadang jika anda membaca artikel hasil penelusuran google, urutan 1,2 dan 3 inti dari artikelnya kok hampir-hampir sama semua? Ya karena semuanya rewrite!

Jadi begitulah Google me-rating hasil pencarian, hingga akhirnya baru-baru ini muncul algoritma baru yang memandang siapa penulisnya bagaimana expertise penulisnya dibidang tersebut.

Tentu akan ada parameter baru dari Google untuk penilaian tersebut, tapi bagaimana pun itu hanyalah mesin cerdas yang bisa diakali. Sebenarnya dari dulu(5 tahun yg lalu) saya sudah membaca tentang parameter penilaian tersbut,, apa-apa saja parameternya sudah tau.

Tapi nyatanya nggak diterapkan juga oleh Google. Jadi untuk apa menjadi orisinil dan idealis kalau rewriting saja bisa menghasilkan? Dan memang kesimpulan saya dalam 5 tahun terakhir adalah Kalau mau orisinil jangan nulis di blog, tapi bikin vlog di youtube. Itupun harus dengan tema yang menarik. Secara perhitungan bisnis lebih memungkinkan di sana, walaupun sama-sama dari iklan tapi secara perhitungan lebih masuk kalau Vloging bukan Bloging.

Standard
Buku Harian

Ketika Belum Berhasil Dalam Aset

Website adalah aset. Bangun sebuah website adalah membangun sebuat aset yang akan menghasilkan kedepannya. Bagaimana membangun sebuah aset dengan tujuan-tujuan tertentu, tapi bagaimana membangun sebuah aset dengan proses yang menyenangkan lalu tanpa disadari suatu hari akan menghasilkan nilai yang tak terkira.

Mengapa bukan dengan mengejar target-target tertentu semata? Karena dalam memulai kita adalah single fighter, semuanya harus kita lakukan sendiri tanpa sumber daya yang memadai. Jika kita tidak menikmati proses tersebut kita hanya akan stres dan malam tidak dapat menciptakan nilai yang bermanfaat.

Jadi bagun sebuah website dengan cara dan aliran yang kau nikmati, enjoylah setiap hari demi hari. Tunggu hingga suatu hari aset mu itu akan sangat bermanfaat bagi orang lain dan nilainya menjadi luar biasa

Ambil pelajaran, lupakan dan lepaskan. Stay Focus.

Standard
Buku Harian, Buku Harian Wordpress

Perjalanan Ke Kudus

Minggu lalu saya merencanakan perjalanan ke Kudus. Akhirnya Kemarin saya memulai perjalanan ke Kudus seorang diri menggunakan sepeda motor.

Di sana saya ngobrol dengan seseorang, lebih tepatnya bertemu dan banyak bertanya kepada beliau. Dia lebih muda dari saya tapi saya salut semangat ya dalam berbagi ilmu kepada sesama benar-benar membuatnya berbeda.

Perjumpaan kami yang pertama kemarin berlangsung sekitar hampir 3 jam. Diawali dengan ramah tamah sebentar dalam duduk lesehan yang santai saya banyak bertanya mengenai poin utama yaitu Bagaimana membuat content, Bagaimana cerita dia yang sukses membangun website yang sudah menghasilkan miliaran rupiah.

Pertama saya membahas tentang reset keyword. Saya bercerita tentang metodologi riset keyboard menggunakan aref yaitu dengan cara melihat keyboard keyboard dari website kompetitor dan mengambil memfilter semua keyboard keyboard yang tingkat kompetisinya rendah Pertama saya membahas tentang reset keyword.

Pertama saya membahas tentang reset keyword. Saya bercerita tentang metodologi riset keyboard menggunakan aref yaitu dengan cara melihat keyboard keywoard dari website kompetitor dan mengambil memfilter semua keyword2 yang tingkat kompetisinya rendah.

Dia meluruskan bahwa 1 termasuk susah maka carilah yang nol koma sekian… maksimal 0,6 atau 0,8.

Atau research dengan melihat kompetitor yang webnya lemah authority nya tapi bisa di halaman 1 Google untuk beberapa kata kunci. Cukup dengan cara itu lihat daftar keywoard-nya dari ahrefs atau site map xml-nya. Setelah itu tinggal deh bikin konten.

Tentang backlink

Untuk backlink dia mengandalkan blogspot gratisan. Buat pbn dari blogspot gratisan konten nya ambil dari snippet halaman1 GoogleUntuk backlink dia mengandalkan blogspot gratisan.

Setiap satu pbn maksimal 5 outbound Link. 3 artikel tanpa outbound lalu 1 artikel yang ada outbound LinkSetiap satu pbn maksimal 5 outbound Link.

Tentang Membuat Konten

Kemudian tentang pembuatan konten. Harus didasari pemikiran asas manfaat untuk pembaca itu wajib. Menulis bukan untukku Google tapi menulis untuk pembaca web kita.

Nggak ada yang special, Intinya hanya itu enggak ada rahasia-rahasiaan tapi bagaimana kita konsiten menjalaninya.

 

Standard
Buku Harian

Kenapa saya tidak tenang dengan profesi saat ini

Saya belum melihat gambar besar tentang apa yang saya tekuni sekarang dapat scalable dan menjadi sesuatu yang besar. Yang saya lakukan saat ini dibenak saya hanya saya lakukan untuk mendapatkan penghasilan bulanan, terlebih lagi yang saya lakukan tidak begitu saya nikmati maka jadilah proses ini menjadi sesutau hal yang kurang “joy” dan tidak meyakinkan untuk masa depan. Gambar besarnya haruslah sebuah goal besar.

Latar belakang lain kenapa profesi ini tidak membuat tenang adalah karena profesi ini menuntut fokus dan banyak waktu. Padahal saya ingin banyak waktu luang mendidik anak, karena saat kecil saya tidak mendapatkan banyak waktu luang orang tua.

Hal yang luar biasa adalah bagaimana saya mendapat waktu bermain dan belajar bersama anak-anak, kemudian itu malah bisa menjadi sebuah aktifitas yang juga menghasilkan. Saya pikir kalau didokumentasikan aktifitas tersebut dan jadikan sebuah channel Youtube maka akan menarik.

Standard
Buku Harian Wordpress

Proses Lebih Penting Daripada Hasil Dalam Membangun Website

Sebuah hasil perenungan pada tanggal: 13-November-2015:

Kenapa proses lebih penting daripada hasil dalam hal membangun sebuah website:

Website adalah aset.

Bangun sebuah website adalah membangun sebuat aset yang akan menghasilkan kedepannya. Bagaimana membangun sebuah aset dengan tujuan-tujuan tertentu, tapi bagaimana membangun sebuah aset dengan proses yang menyenangkan lalu tanpa disadari suatu hari akan menghasilkan nilai yang tak terkira.

Mengapa bukan dengan mengejar target-target tertentu semata? Karena dalam memulai kita adalah single fighter, semuanya harus kita lakukan sendiri tanpa sumber daya yang memadai. Jika kita tidak menikmati proses tersebut kita hanya akan stres dan malah tidak dapat menciptakan nilai yang bermanfaat.

Jadi bagun sebuah website dengan cara dan “aliran” yang kau nikmati, enjoylah setiap hari demi hari. Tunggu hingga suatu hari aset mu itu akan bermanfaat bagi orang lain dan nilainya menjadi luar biasa.

Standard
Buku Harian

Membangun manual web/blog ala TriWahyu

bagaimana cara bermain manual web/blog yang saya lakuin?

1. Tentukan tema blog/web manualnya
2. Tentukan 30 kata kunci untuk 30 artikel yang memiliki pencarian tengah-tengah (middle competitor)
3. masing-masing artikel tentukan 2 kata kunci utama dan 5 kata kunci varian/turunan dalam membuat artikel yang seo friendly
4. post rutin setiap hari 1-2 artikel selama 1 minggu
5. Mainkan internal link post untuk Onpage -nya
6. Setelah menuliskan artikel selama 1 minggu. 1 minggu ke depan gunakan untuk optimasi artikel selama 1 minggu itu ke berbagai lahan backlink yang kamu miliki, contoh (Dummy, jajaran Web 2.0, Sosial Bookmark, Forum Diskusi, Private Blog Network, Sosial Media, Web Direktori)
7. Lakukan kembali langkah 4-6 setelah melakukan langkah 6 hingga 30 artikel habis
8. Selanjutnya jika sudah ada tanda-tanda kehidupan di web/blog/money site kita.
9. Riset kata kunci 30 lagi dengan jumlah pencarian Middle to Hight competitor. Gunanya untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
10. Lakukan kembali seperti langkah 4-6 .
11. Jangan lupa lakukan ini semua dengan cara manual. Biar merasakan seperti apa prosesnya bermain kualitas untuk membangun asset jangka panjang. Meskipun lama, berdarah-darah, tak ada waktu untuk liburan di awal. Tetap fokus.

ini teknik dan caraku, tak ada yang aku sembunyikan.
Mana teknikmu ?
Sing komen teknikmu juga biar di baca banyak orang. 🙂

#SalamQualityAsset #NyepamOlehTapiKalem #CopasOlehTapiKasihlahBacklinkSumber

Sumber: FB Tri Wahyu Budi Utomo

Standard