economy

Anda Maven, Connector atau Salesperson.. Atau kombinasinya?

http://www.productiveflourishing.com/maven-connector-or-salesperson-whats-your-archetype/

Advertisements
Standard
Buku Harian, economy

Karena Marketnya Memang Ada

Om BP berjualan BM second dengan harga yang lebih mahal dari harga pasaran. Tapi tetap laku, kenapa?

  1. Karena pasar fanatik terhadap produk BM memang ada.
  2. Karena reputasi om BP dikalangan pencinta BM sudah terbentuk.

Sebenarnya bukan bagaimana menjual barang dengan harga termurah, tapi menjual barang yang terjamin karena reputasi si penjualnya. Dua alasan di atas adalah hal yang masuk akal dan saling menguatkan, walaupun alasan harga murah lumrah menjadi salah satu pertimbangan customer tapi dalam hal ini ada segmen yang tidak mementingkan selisih harga dan lebih mementingkan kualitas barang karena dijual oleh orang yang memiliki reputasi.

So,, reputasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjual. Reputasi menjadi tool untuk meleverage penjualan, lalu pertanyaannnya bagaiman membangun reputasi ketika menjual?

  1. Reputasi butuh waktu, sharing kebaikan kita dalam satu bidang. Dengan begitu perlahan reputasi akan terbentuk.
  2. Uang. Uang di sini bukan untuk branding, ini bukanlah perusahaan besar yang punya dana bezaarrrr untuk iklan agar produknya laku. Uang di sini untuk membangun infrastruktur bisnis agar si pemilik bisnis benar-benar terlihat serius dibisnis ini.
    He’s build garage, showroom and website sehingga orang yang melihat benar-benar terkesan dengan bisnisnya. Ujung-ujungnya reputasi.

Hal sederhana seperti ini yang perlu saya tiru. REPUTASI.Apakah itu equal dengan brand awarness pada merek-merek mahal? Sepertinya iya. Kalau sudah punya reputasi pasar akan mengenal dan datang. Bahkan Niche marktet yang disasar om BP pun bisa menghidupi bisnisnya.

Pasar Indonesia begitu besar. Niche merket pun cukup untuk sebuah skala bisnis kecil karena pasar keseluruhannya cukup besar.

Lalu, BAGAIMANA SAYA MEMBANGUN REPUTASI?

Standard
economy

Hot to Impresse

To impress startup competition juries, create fancy features and fancy story.
To impress investor, show amazing growth projection.
To impress co-founder, be true to your vision and show commitment
To impress employees, give opportunities and reasonable compensation
To impress journalist, create bombastic news. Controversial is preferred
To impress customers, address the pain points and always deliver the promise

Choose wisely who you want to impress. Resource is limited and sometimes, wrong choice may lead to dead end

From: Facebook Radita L.

Standard
economy

Rahasia orang Kaya Bertambah Kaya

Mengapa orang kaya tetap kaya atau bahkan bertambah kekayaannya? Rahasianya ada di investasi mereka. Bryan Borzykowski mempelajari cara mereka.

Menjadi kaya dan tetap kaya…

Ketika kita punya sedikit uang untuk diinvestasikan, kita mungkin membeli reksadana atau saham, itupun kalau kita tak menghabiskannya untuk membeli perangkat elektronik terbaru.

Ini berbeda dengan orang kaya sejati. Mereka sering menanamkan uang mereka di properti, seni, bisnis, dan investasi lain yang hanya bisa kita miliki dalam mimpi. Cara orang-orang ini dalam menggunakan uang mereka membedakannya dari kebanyakan kita, yang membuat mereka terus-menerus mengeruk untung.

Lihat Joshua Coleman, misalnya. Ketika keluarganya menjual perusahaan telekomunikasi mereka di Chicago seharga 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,2 triliun pada tahun 2004, mereka tidak lantas memakai uangnya untuk membeli sesuatu yang megah. Alih-alih, mereka mencari nasehat terbaik untuk mengamankan kekayaan itu dan membuatnya tumbuh.

Upaya ini menimbulkan ide bagi Coleman, kini 27 tahun. Tahun 2011 ia meluncurkan Momentum Advanced Planning, sebuah firma yang menghubungkan masyarakat dengan para ahli pajak, ahli hukum, dan penasehat keuangan. Jika bisnis ini berjalan, ia bisa mendapat untung besar, seperti halnya bisnis keluarganya sebelumnya.

Jika Anda merasa memulai sebuah usaha adalah cara yang aneh untuk menanamkan uang Anda, mungkin Anda tak termasuk dalam golongan superkaya. Orang-orang yang memiliki aset sedikitnya 30 juta dollar (sekitar Rp 395 miliar) dijuluki super kaya dan berinvestasi di saham dan obligasi, tapi juga mereka menanamkan uang dengan membeli perusahaan dan berinvestasi pada sekuritas yang tak biasa, seperti penanaman modal di layanan sewa pesawat. Mereka juga memiliki karya seni dan mobil yang mereka harap akan meningkat nilainya seiring waktu.

“Ini namanya risiko alfa,” kata Coleman. “Di sini situasi bisa terbalik setiap saat.”

Sisi buruknya, kebanyakan investasi seperti ini lebih berisiko ketimbang investasi tradisional, maka lebih besar pula peluang untuk kehilangan sejumlah besar uang. Investasi ini juga kurang cair dibandingkan dengan saham, dan membutuhkan pembicaraan berbulan-bulan, bahkan tahunan, agar orang-orang kaya bisa menarik uang mereka dari investasi seperti itu.

Bahkan jika Anda tak punya miliaran rupiah uang untuk diinvestasikan, Anda bisa belajar sedikit tentang cara-cara orang kaya meraup untung dan menerapkannya untuk investasi Anda sendiri.

Investasi hanya untuk orang kaya? Mungkin saja…

Orang-orang kaya mempunyai akses kepada banyak jenis investasi yang tidak diketahui oleh orang-orang selain mereka sendiri.

Closed-end funds, sebuah investasi jangka panjang dengan dana biasanya diikat dalam jangka waktu minimum lima tahun, menawarkan orang-orang kaya akses untuk keuntungan besar dan bunga tinggi.

Penyewaan pesawat terbang merupakan salah satu area investasi yang berpeluang besar, kata Ian Marsh, CEO firma pengelola keuangan Fleming Family dan Rekan yang berpusat di London, yang awalnya dibentuk untuk mengelola kekayaan Ian Fleming, pencipta tokoh James Bond.

Kliennya bekerja dengan sebuah perusahaan bernama Doric, yang menggunakan uang untuk membeli pesawat yang disewaikan ke perusahaan penerbangan besar seperti Emirates Airlines yang berkantor di Dubai.

Para investor ini akhirnya akan mendapatkan uang mereka ketika pesawat dijual, tetapi mereka bisa mendapat bunga 9 persen per tahun selama masa sewa itu. Bandingkan dengan standar keuntungan tahunan untuk perusahaan Standard and Poor’s S&P 500, patokan investasi saham utama di Amerika, sekitar 3 persen.

Beberapa closed-end funds menyaratkan jumlah ratusan ribu dolar, tetapi untuk dana sewa-beli pesawat, biaya untuk memulainya cukup masuk akal, kata Marsh. Seri investasi SKY CLOUD, yang membeli pesawat Airbus A380-800s dan menyewakannya kepada Emirates Airlines, memiliki investasi minimum 10.000 euro (atau 13.822 dollar) dan satu pungutan biaya 5 persen, tergantung berapa jumlah investasinya.

Para investor super kaya di Inggris Raya dan di mana-mana juga membeli tanah pertanian. Dengan meningkatnya jumlah populasi manusia, permintaan makanan turut meningkat dan orang-orang yang punya tanah pertanian yang baik akan mendapat keuntungan besar, kata Marsh. Tanah subur merupakan sumber daya yang terbatas: semakin sulit sesuatu didapat maka semakin besar keuntungannya.

Menurut Marsh, tanah yang subur bisa mendatangkan keuntungan sekitar 4 persen setahun untuk investor dan tambahan penigkatan nilai seiring dengan jalannya waktu. Beberapa investor tetap dapat menanamkan modal di pembelian pesawat atau membeli tanah pertanian, tetapi ada beberapa penanaman modal jangka panjang yang menawarkan investasi di infrastruktur global, seperti pada minuman anggur.

Ada juga beberapa perusahaan publik yang sahamnya bisa Anda beli di pasar modal. Misalnya Gladstone Land yang merupakan perusahaan publik Amerika Serikat yang membeli tanah-tanah pertanian.

Thinkstock Orang super kaya punya kebiasaan investasi yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Memodali lebih banyak bisnis, tentu saja…

Sangat alami bagi industrialis yang kaya, yang mendapat uangnya dari kepemilikan perusahaan, untuk membeli lebih banyak lagi perusahaan. Coleman berinvestasi di sejumlah perusahaan, kebanyakan dalam layanan jasa professional dan sektor teknologi. Ia juga memiliki saham di sejumlah perusahaan yang tak ia sebutkan secara pasti angkanya.

“Banyak,” katanya.

Biasanya dia berinvestasi dengan sekelompok investor dan perusahaan ekuitas swasta dengan menanamkan modal lebih dari 1 juta dollar untuk menguasai satu perusahaan.

Menyenangkan ketika melihat satu perusahaan tumbuh dari bukan apa-apa, menjadi besar dan banyak investor mendapat pengalaman dan jejaring untuk menolong sebuah perusahaan untuk lepas landas,begitulah kata David Rose, seorang pengusaha super kaya yang berasal dari New York dan penulis buku Angel Investing: The Gust Guide to Making Money and Having Fun in Startups.

“Bayangkan berinvestasi di Google ketika mereka masih berkantor di sebuah peti kemas,” katanya. “Anda akan bertemu para pendiri perusahaan itu seminggu sekali, mendapat laporan dari tangan pertama tentang yang sedang terjadi dan melihat perusahaan tumbuh. Ini bisa jadi amat menyenangkan.”

Selain itu, tentu juga bisa menguntungkan. Investor yang berani menanamkan uang mereka dengan penuh risiko, 50 perse  perusahaan start-up atau perusahaan dengan kemitraan gagal total, kata Rose. Seorang investor kaya biasanya menghasilkan 20 sampai 50 kali lipat dari investasi awal mereka pada satu atau dua perushaan yang sukses.

Rose sendiri biasanya menanamkan uang antara 50.000 dollar hingga 100.000 dollar dalam satu perusahaan, dan ia mengaku meraih jutaan dolar dari beberapa investasi yang dilakukannya.

Pada saat ini, sulit bagi investor biasa untuk menanamkan uang mereka secara langsung di bisnis, kecuali kepada teman atau anggota keluarga, kata Rose.

Namun sebuah undang-undang baru di Amerika Serikat dikeluarkan tahun 2012 membolehkan investor biasa untuk menanamkan uang di usaha start-up. Belum jelas bagaimana ini bisa mendatangkan keuntungan.

Membiayai hobi mahal…

Investasi ‘hobi’ seperti karya seni, mobil, minuman anggur, bahkan alat musik, populer di kalangan orang kaya, kata Guy Hudson, direktur eksekutif dan pimpinan pengembangan usaha Stonehage Investment Partner di London, sebuah perusahaan pengelolaan keuangan global.

Selain karena aset-aset ini tumbuh nilainya, mereka juga dibeli untuk digunakan atau untuk dinikmati.

“Investasi seperti ini muncul karena hasrat para investor terhadap barang-barang tertentu,” kata Hudson.

Para investor yang menanamkan modal di ‘investasi hobi’ yang tepat bisa mendapatkan keuntungan yang besar dengan kuncinya adalah menemukan sesuatu yang langka. Menurut riset perusahaan Hudson, nilai investasi hobi meningkat hampir 15 persen tahun 2013.

Ada beberapa cara bagi investor biasa untuk membiayai investasi hobi, kata Hudson. Pendanaan minuman anggur yang dijual oleh The Wine Investment Fund menyaratkan investasi terkecil 10.000 euro, misalnya, dan ada beberapa pendanaan yang berfokus pada karya seni dan mobil.

Perlu dicatat: beberapa perusahaan menyaratkan para penanam modal memiliki akreditasi, maka bahkan ketika biaya awalnya rendah belum tentu Anda bisa menanamkan modal di sana.

Anda juga bisa membeli karya seni dengan harga terjangkau di lelang. “Seniman yang sedang meniti karir menjual karya mereka dengan harga yang wajar,” katanya.

Memuaskan dahaga para pemburu properti…

Banyak orang super kaya senang memarkir uang mereka, terkadang sampai jutaan dolar,  pada sebidang properti, kata Paul Patterson, wakil direktur Toronto’s RBC Wealth Management.

Yang lainnya menyatukan uang dengan sesama mereka untuk membeli properti komersial, dan ada yang membeli kondominium berharga mahal di London, New York, dan beberapa kota global lain.

Banyak yang berharap bisa menjual kembali propertinya dengan keuntungan besar, tapi sambil menunggu hasilnya, mereka bisa menempati tempat tinggal itu ketika sedang berkunjung ke kota tersebut, kata Patterson.

“Pada umumnya mereka membeli dua atau tiga rumah di tempat berbeda di seluruh dunia,” tambahnya. “Nilai jangka panjangnya bagus sekali, terutama di pasar utama.”

Sementara investor biasa mungkin tak bisa membeli kondominium mewah di New York, tapi bisa membeli rumah di lingkungan tempat tinggal mereka yang bisa disewakan atau dijual ketika terjadi peningkatan harga.

Banyak perusahaan publik yang membeli properti komersial dan tempat tinggal , namanya Real Estate Investment Trust, yang sahamnya bisa dibeli oleh setiap investor di pasar saham. Perusahaan seperti ini sensitif terhadap naik turunnya pasar saham, tetapi seringkali harga saham mereka naik seiring dengan kenaikan harga sewa dan nilai jual properti.

Versi bahasa Inggris artikel ini dapat dibaca di Why the rich stay rich: they don’t invest like the rest

via Rahasia orang Kaya Bertambah Kaya – Kompas.com.

Standard
economy

Jurus “Salesman” Terhebat di Dunia – Kompas.com

KOMPAS.com — Di jagat penjualan, nama Joe Girard sudah tidak asing lagi. Guinness Book of World Records menggelarinya “The World’s Greatest Salesman”. Konon, dia bisa menjual sekitar enam mobil per hari. Nah, berikut ini “bocoran” dari jurus rahasianya.

Rahasianya, Joe berusaha memperlakukan pelanggan-pelanggannya layaknya sahabat dekat. Untuk itu, Girard memiliki kebiasaan sederhana yang membantunya mengingat setiap detail informasi tentang pelanggan-pelanggannya.

Apa kebiasaan itu? Mencatat! Ya, Girard biasa mencatat setiap informasi yang dirasanya penting tentang setiap pelanggannya, seperti tanggal lahir, nama orangtua, nama anak, di mana mereka tinggal, makanan kesukaan, dan segala data personal yang dianggap penting.

Bagaimana Girard bisa memperoleh informasi yang demikian detail? Jawabnya ialah dengan mendengarkan! Informasi semacam itu “dikumpulkannya” selama Girard berinteraksi dengan pelanggan. Saat perkenalan, pertemuan awal, probing, negosiasi harga, pokoknya setiap saat dia berinteraksi dengan mereka. Girard berusaha memperhatikan setiap ucapan pelanggan meskipun tidak ada kaitan langsung dengan produk yang dijualnya.

Dari situlah, poin-poin penting kemudian dituangkannya ke dalam buku catatan khusus yang berisi data-data pribadi pelanggan.

Tidak berhenti di situ, Girard akan membaca-baca lagi catatannya untuk menemukan cara “memanfaatkan” data-data tersebut. Salah satu kebiasaan uniknya adalah dengan mengirimkan kartu ucapan secara rutin kepada semua pelanggannya. Isi kartunya pun berbeda-beda, tergantung “topik” yang relevan dengan pelanggan.

Bahkan, konon rata-rata setiap pelanggannya akan mendapatkan satu ucapan tiap bulan. Setidaknya, dalam setahun, mereka akan mendapatkan 12 kartu ucapan! Wow!

Hal ini dilakukan Girard tidak hanya kepada prospek yang didekatinya, tetapi juga kepada para pelanggan-pelanggan lamanya. Karena itu, sebagian besar akhirnya kembali lagi kepadanya saat membutuhkan kendaraan. Yang tidak kalah penting, tak sedikit yang mereferensikan Girard kepada sahabat atau kerabatnya.

Sulitkah yang dilakukan oleh Joe Girard ini? Dahulu, apa yang dilakukannya memang membutuhkan ketekunan yang luar biasa. Bayangkan, untuk mengirimkan sebuah surat dia harus melakukan sederet aktivitas berikut ini.
1. Mengecek informasi tentang pelanggan di dalam buku catatannya.
2. Membeli kertas, amplop, dan prangko.
3. Menulis surat sesuai dengan informasi personal pelanggan.
4. Memasukkan surat ke dalam amplop dan merekatkan prangko.
5. Berjalan ke kotak pos terdekat untuk mengirimkan surat.
6. Menunggu sampainya surat ke pelanggan yang mungkin butuh beberapa hari.

Mohon dicatat, semua itu dilakukannya kepada hampir semua pelanggannya selama sebulan sekali dalam waktu satu tahun! Wow!

Kalau sekarang? Anda bisa melakukannya secara jauh lebih cepat, jauh lebih murah, dan jauh lebih mudah! Hanya dalam hitungan detik dan beberapa gerakan jari, Anda bisa langsung menyapa pelanggan nun jauh di ujung negeri.

Ingin mengirimkan ucapan selamat? Anda tinggal mengetiknya di handphone dan mengirimkannya. Saat itu juga, pelanggan Anda sudah bisa menerima dan membaca pesan yang Anda kirimkan. Tidak perlu menunggu dalam hitungan hari sebagaimana yang dilakukan oleh Joe Girard. Jadi, berani coba?

Ardhi Ridwansyah adalah Chief Operations di MarkPlus Institute, unit bisnis di bawah MarkPlus, Inc, yang memberikan jasa pelatihan dan pengembangan SDM perusahaan. Ardhi juga penulis beberapa buku pemasaran dan bisnis (sebagian besar ditulis bersama Begawan Marketing Hermawan Kartajaya), antara lain trilogi buku Selling with Character, Service with Character, serta Branding with Character (2011), Leadership 3.0 (2012), Local Champion (2013), WOW Selling (2014), dan WOW Leadership (2014). Dia juga rutin menjadi pembicara, antara lain di Safari Seminar Series yang diselenggarakan MarkPlus Institute di 17 kota, Executive Education Program yang dilaksanakan untuk para manajer senior di Jakarta, serta Marketeers Dinner Seminar yang diselenggarakan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

via Jurus “Salesman” Terhebat di Dunia – Kompas.com.

Standard
economy

This Entrepreneur Might Be the ‘Best’ in Shark Tank’s History

He created the International Gloving Championship through EmazingLights, and it’s helped him make his company synonymous with gloving. EmazingLights has 80% market share, and he tells the Sharks that he guarantees that his four or five competitors “do not operate on the same level.”

Lim’s companies have grossed over $13 million and together made $7.4 million in revenue in 2014. He tells the investors that he wants to make EmazingLights a billion-dollar company.

The Sharks are intrigued. We’ve summarized the fight for a deal:

  • Kevin O’Leary: Worried about the possibility of gloving being a fad, but very impressed with Lim’s work ethic. Will loan $650,000 in exchange for 3% equity. Lim respectfully declines because he’s looking for a hands-on partner.
  • Daymond John: Will get high-level licensing deals, and can get into stores like Spencer’s and Party City, if desired. Will give $650,000 for 20% of money made from licensing deals.
  • Robert Herjavec and Lori Greiner: Are hugely impressed by his performance and drive, and want to be important members of his team. Will invest $1 million for 8% equity.
  • Mark Cuban and John: Cuban joins John’s deal. Cuban will give $650,000 for 5% equity and will handle strategy and get EmazingLights performances into the Dallas Mavericks’ halftime shows. John will take licensing duties and take 20% commission. “So you have the sports guy and the kinda music/fashion guy who’s going to work with you, or you have the Queen of QVC and the security guy,” John says, taunting Greiner and Herjavec.
  • Herjavec and Greiner: Together have an international retail network and can also get EmazingLights into arenas. Offering $1 million for 5% equity.

Ultimately, Lim makes a deal with Cuban and John.

This Entrepreneur Might Be the ‘Best’ in Shark Tank’s History.

Standard