economy

7 Tips Membuat Caption Foto Menarik

Menghasilkan foto yang bagus bisa jadi jauh lebih mudah ketimbang membuat caption (keterangan) foto yang menarik dan unik. Padahal, dengan caption yang kreatif bisa mengundang orang berinteraksi dan juga memberi like.

Bila kamu termasuk orang yang sering bingung bagaimana membuat caption yang “bercerita” dan bisa membuat orang lain memberi respon, simak beberapa tips berikut ini:

  • 1. Buat caption dengan tujuan Saat menciptakan keterangan pada foto atau video, pikirkan tentang “tujuan” di balik postingan tersebut. Apakah kamu berusaha terhubung dengan follower? Ingin mereka melakukan tindakan tertentu setelah membaca atau melihat postingan kamu? Atau karena kamu ingin berbagi tentang diri kamu pada follower? Memikirkan alasan utama mengapa kamu membuat postingan itu adalah langkah awal untuk menciptakan keterangan foto yang bisa menghasilkan rasa keterlibatan.
  • 2. Pancing percakapan Sesekali buatlah caption yang memancing respon diskusi atau percakapan. Misalnya, dari pada hanya menulis “Cappucino iced adalah favoritku”, kamu bisa mengubahnya menjadi “Aku suka banget cappucino iced saat musim panas. Apa minuman favoritmu di siang yang terik ini?” Pertanyaan yang terbuka adalah pemancing percakapan yang efektif dari pada pertanyaan “iya” atau “tidak”.
  • 3. Ajakan untuk melakukan tindakan Ajakan agar pengikut kita melakukan sesuatu tindakan adalah cara lain untuk mendorong keterlibatan. Misalnya saja kita mengajak pengikut untuk membaca tulisan terbaru di blog atau menjawab pertanyaan. Walau begitu, jangan terlalu sering mengajak pengikut kita melakukan sesuatu karena orang bisa bosan.
  • 4. Nilai lebih Gunakan keterangan foto untuk memberi informasi, memancing tawa, atau berbagai inspirasi. Memberi nilai lebih pada mereka akan mendorong mereka memberi balik.
  • 5. Pikirkan orang lain Cara paling tepat untuk mendapat respon dari postingan kita di media sosial adalah membayangkan diri kita ada di posisi mereka. Beberapa pertanyaan ini bisa membantu kita, misalnya, apakah pengikut saya akan peduli? Apa yang akan saya pikirkan kalau ada postingan seperti ini di lini masa saya? Apakah keterangan foto ini merefleksikan diri saya?
  • 6. Jadi diri sendiri Hindari keinginan untuk bersaing dan menonjol. Jadilah diri sendiri dan buatlah postingan yang menggambarkan diri kita.
  • 7. Buat cerita Cara terbaik untuk menciptakan keterlibatan dan respon di media sosial adalah dengan bercerita. Berbagi tentang tantangan, anekdot, atau cerita yang berkaitan dengan pengikut kita. Menceritakan sebuah cerita juga membantu kita menunjukkan kepribadian dan menciptakan hubungan yang lebih nyata dengan follower.

Sumber: Kompas.com
Penulis: Lusia Kus Anna

Standard
economy

Memilih Niche, Seed Keyword dan Keyword Turunan

Ketika saya coba research Keyword dengan EZKeyword maka tidak akan sekali jalan selesai. Ketika di coba beberapa tahap perlu dilakukan untuk mendapatkan banyak KW turunan. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Research keyword satu kata kunci yang hasil pencariannya tinggi. Volume pencarian bulanan mencapai ratusan ribu pencarian(atau puluhan ribu juga bisa). Hasil salah satu KW dengan pencarian bulanan tinggi ini yang akan dijadikan Niche.
  2. Setelah menentukan satu KW yang akan dijadikan niche maka saya cari turunan dari KW tsb. Caranya dengan mencari Long tail-nya melalui keywordtool.io, Google Keyword planner atau di research kembali menggunakan Ezkeyword.
  3. Setalah itu baru hasil research tersebut di filter di Microsoft Excel berdasarkan ketentuan nilai minimal/maksimal.
  4. Cek ulang hasil filter menggunakan KW competition research(easy, very easy, dll).
Standard
economy

Tips Menurunkan biaya CPC Google Adwords – 1

Dalam upaya menrunkan biaya CPC Google Adwords ada dua parameter yang saya lakukan perubahan. Pertama adalah Tingkat pencocokan kata kunci, dari yang sebelumnya Broad Match menjadi Exacth match.

Kemudian yang kedua adalah perubahan set maximum daily budget.

Saya belum tahu pasti dari perubahan kedua hal tersebut mana yang benar mempengaruhi penurunan nilai CPC. Yang pasti saya menyadari ketika akan menurunkan maximum daily budget dari Rp 50.000 perhari menjadi Rp 40.000 perhari akan terjadi penurunan jumlah klik hariannya. Dan itu memang terbukti.

Jika dibandingkan dalam time frame mingguan. Terdapat penurunan jumlah klik sebesar kurang dari 20% antara sebelum dan sesudah perubahan seting maximum daily budget.Namun ada perubahan lain sebagai dampaknya, dan ini dampak yang bagus.

Yaitu terjadinya penurun nilai rata-rata CPC Adwords dan rata-rata posisi iklan. Artinya dengan penurunan budget harian sebesar 20% dan pengetatan sasaran kata kunci maka ada peningkatan performa pada nilai CPC dan posisi iklan di halaman hasil pencarian Google(bagus). Namun nilai CTR juga menurun hampir 2%(jelek).

Penurunan nilai CTR(jelek) agak berlawanan dengan kenaikan dua paramater lainnya(bagus). Analisa saya bisa jadi itu akibat pengetatan target kata kunci dari broad match menjadi exacth match. Sehingga orang yang benar-benar mencari saja yang akan melakukan klik terhadap iklan.

Namun analisa week ono week ini masih terlalu dini untuk diambil kesimpulan, karena jika dilihat dari grafiknya perubahan yang terjadi yaitu penurun nilai CPC pada report Adwords ini baru terjadi setelah hari kelima perubahan budget harian maksimal. Jadi saya kita masih perlu menunggu hingga dua minggu(asumsi) lagi apakah perubahan ini pasti akibat modif dua parameter yang disebutkan di awal.

Sabar Bray
(Ini adalah ulasan untuk penurun biaya CPC google Adwords yang hanya tampil pada Search Network Only).

Standard
economy

Beda RPM dan CPM Dalam Laporan Pendapatan Pengiklan

Dalam program kemitraan pengiklanan seperti Google Adsense ataupun Instant Artikel Facebook terdapat kolom laporan CPM, namun jangan salah jika anda teliti anda akan menemukan kolom laporan yang menuliskan RPM. Lalu apa beda diantara keduanya?

RPM adalah kepanjangan dari Revenue per thousand impression. Intinya adalah inim merupakan angka rata-rata penghasilan yang didapat setiap kali iklan tayang sebanyak seribu kali. Contoh jika nilai RPM pada kolom laporan kita terdapata angka $0.15, artinya adalah setiap 1000 kali iklan anda tampil maka anda akan mendapatkan earning sebesar $0.15 dan jika jumlah tayang iklan anda berjumlah 2000 kali dalam sehari maka earning yang akan anda dapatkan adalah  $0.3, dan seterusnya.

Dalam bahasa Indonesia RPM(Revenue per thousand impression) disebut dengan PPS(Pendapatan per seribu tayangan), Sumber Google Adsense Support.

Namun bagaimana sebetulnya maksud dari tayangan(impression) itu? Tayangan itu dihitung setiap permintaan iklan yang menampilkan setidaknya satu iklan ke situs. Nah lo bingung kan? Gini,, kalau dalam satu halaman web kita ada 3 ads unit berarti setiap halaman dibuka akan dihitung 3 tayangan(impression).

Lalu apa itu CPM? CPM(Cost per 1000 impressions) dalam bahasa Indonesia disebut dengan BPS(biaya per seribu tayang), yang artinya adalah Pengiklan(Advertiser di Adwords)  yang menjalankan iklan menetapkan harga yang diinginkan per 1000 kali penayangan iklan. Yang sebelumnya juga perlu memilih penempatan untuk menampilkan iklan, dan membayar setiap kali iklan tampil.

Lalu dari sisi publisher Adsense ini berarti akan ada earning setiap kali iklan CPM ditayangkan pada website. Iklan CPM bersaing dengan iklan CPC dalam lelang iklan Adwords, sehingga hanya iklan berkinerja terbaik akan ditayangkan pada sebuah halaman website. Pengiklan harus menawar CPM lebih tinggi daripada CPC yang ada untuk menampilkan iklan.

Jadi kesimpulannya adalah: RPM lebih merupakan penekanan angka Publisher(yang menampilkan iklan), sedangkan CPM merupakan angka patokan  kepada pemasang iklan(di Adwrods atau program iklan lainnya seperti FB ads).

Standard
economy

Menjual Sesuatu Di Facebook by tantan

“Selling stuff is EAYS! All you gotta do is give away stuff that makes people happy… And then sell stuff that makes them even happier.” – Frank Kern.

“Menjual barang itu MUDAH! Yang harus Anda lakukan adalah memberikan barang yang membuat orang bahagia … Dan kemudian menjual barang yang membuat mereka lebih bahagia lagi.”

Oleh karena itu give dulu baru take…

Sharing dulu baru selling…

Serta fokus pada audience, bukan pada diri kita sendiri…

Fokus ke audience bagaimana mereka bisa mendapatkan manfaat dari yang kita tawarkan. Bukan fokus pada diri kita untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Silahkan cek postingan ini https://t.me/tantanhilyatana/680 tentang “Hasil Perbandingan Facebook Ad Campaign Hard-Selling vs yang Non Hard-Selling” Bagaimana give dulu baru kemudian take memberikan ROAS (keuntungan) lebih besar berkali-kali lipat.

Prinsip ini adalah salah satu yang melatar belakangi lahirnya FBMagneticAds.com

Contoh pada social media, social media adalah tempat orang-orang nongkrong untuk bersosialisasi, mendapatkan informasi, atau unjuk diri. Bukan untuk membeli produk!

Oleh karena itu ketika Anda jualan di social media, Anda harus berjualan menyesuaikan behaviour (tingkah laku) social media tersebut. Cek juga postingan social media behaviour disini https://t.me/tantanhilyatana/631

Yang Anda promosikan di social media ke cold audience adalah bukan produk Anda, tetapi lead magnet Anda. Dengan cara ini memungkinkan Anda giving value terlebih dahulu, sharing terlebih dahulu…

Boleh mempromosikan/jualan produk, tapi untuk retargeting ads dan custom audience saja (warm dan hot audience).

Boleh mempromosikan/jualan produk, tapi hanya ketika Anda benar-benar sudah mendapatkan target audience yang perfect dengan produk Anda. Jika tidak, maka Anda akan menghabiskan banyak biaya untuk testing audience (biasanya kisaran $1000 s/d $3000), serta boncos.

Orang-orang beli produk Anda adalah karena mereka merasakan terkoneksi dengan Anda (brand/bisnis/produk Anda), mereka terbantukan dan merasakan manfaat oleh keberadaan Anda. Sehingga yang Anda lakukan kepada cold traffic adalah bukan jualan dulu, tapi giving value dulu melalui lead magnet Anda.

👉 Karena bisnis adalah CONNECTING & HELPING people, and making people HAPPY!

Image may contain: text
Standard
economy

Hard Selling di Social media

Hasil Perbandingan Facebook Ad Campaign Hard-Selling vs yang Non Hard-Selling…

Campaign hard-selling menghasilkan ROAS (Return On Advertising Spend) 151%. Campaign ini langsung mempromosikan sales page.

Sedangkan campaign non hard-selling menghasilkan ROAS 530%. Campaign ini tidak langsung promo sales page, tetapi melakukan education marketing dengan menawarkan lead magnet.

Jadi mana yang lebih profitable?

Jelas dunk! ROAS 530% lebih gede dan lebih profitable 👉 Campaign yang non hard-selling.

Dua jenis campaign tersebut adalah campaign untuk cold audience.

Ada lagi nich campaign yang lebih dahsyat, menghasilkan ROAS 3750%. Spent 4 juta menghasilkan 150 juta. Adalah campaign warm audience, yaitu retargeting.

The take away TIPS:

Silahkan hard-selling di Facebook Ads jika ingin ROAS kecil 😀
Maksud saya, lebih baik tidak melakukan hard-selling supaya ROAS gede.
Kenali funnel pages bisnis Anda, dan harus selalu lakukan retargeting ads jika ingin RAOS lebih gede lagi.

Semoga bermanfaat 🙏

Sumber: Telegrm Tantan H.

Standard
economy

Mindset facebook marketing dan web based marketing

Dunia digital semakin tumbuh dan mulai mapan. Mapan dalam artian sudah mulai tampak pola dan arahnya. Berbeda dengan tahun 2007 dulu ketika saya pertama kali berlanggananan internet(kenal internet sebelum tahun 2000, yaitu Telkomnet Instant).

Kalau dulu di tahun 2007 hingga 2010 cara mencari duit yang utama bagi pengguna internet di Indonesia adalah dengan membuat website lalu dipasangi adsense atau membuat web untuk ikut Amazon Affiliate. Kini pilihan untuk mencari uang melalui internet sudah berbagai macam cara.

Kalau dulu pilihan utama untuk mencari uang adalah pasar pengguna internet di Eropa dan Amerika, kini pengguna internet lokal juga menjadi target pasar yang menjanjikan. Menjanjikan jika kita berjualan online, tapi tidak untuk program PPC seperti Google Adsense karena nilai klik untuk pengguna lokal sangat kecil.

Berjualan Online Dimana?

Yups berjualan online menjadi sebuah pekerjaan yang cukup menjanjikan saat ini. Karena pengguna internet di Indonesia sudah cukup besar dan mayoritas menggunakan perangkat mobile. Sebagai contoh, web saya yang memiliki ribuan pembaca jika dilihat statistiknya maka sekitar 80% membuka dengan perangkat mobile(diluar tablet)/.

Website

Untuk memulai berjualan online kita harus menentukan channel apa yang ingin kita pakai untuk memasarkan natau memajang barang yang akan kita jual. Umumnya kita berjualan di Website, entah itu website pribadi yang kita isi dengan kontent produk atau website pribadi yang memang kita jadikan toko online(bisa dengan menggunakan Cms WordPress+plugin Woocomerce). Atau kita bisa berjualan di website orang yaitu marketplace atau situs classified ads(iklan baris).

Social Media

Alternatif lainnya adalah berjualan di social media, bisa facebook atau Instagram. Loh bukannya Social media itu juga website selain ada Apps-nya juga? Saya membedakan website atau Social media berdasarkan sifatnya. Kalau website yang saya maksud dibangun untuk special purpose yaitu berjualan, sedangkan social media tujuan utamanya adalah wadah berinteraksi yang disisipi dengan orang yang berjualan.

Mindset Berjualan Online

Untuk laku berjualan online maka yang diperbanyak adalah orang yang melihat produk kita. Tapi tidak asal banyak, namun orang-orang tersebut harus tertarget. Tertarget yang sekiranya memiliki ketertarikan akan produk kita.

Untuk mentarget orang-orang yang relevan maka diperlukan konten yang relevan. Misalkan untuk mentarget ibu-ibu maka yang postinglah kontent yang berhubungan dengan ibu-ibu seperti dandan, masakan, mengurus anak, fashion wanita , dll.

Semakin banyak yang melihat maka potensi yang akan membeli juga semakin banyak. Perbandingan antara yang sudah mellihat produk kita dan yang akhirnya membeli disebut dengan konversi. Semakin banyak yang akhirnya membeli maka semakin besar angka konversinya.

Jadi kita perlu content untuk menarik potential buyer, cara ini disebut dengan content marketing. Tapi bisa juga untuk berjualan tidak perlu content marketing, jadi hard selling alias menjual langsung. Syarat untuk menjual langsung adalah harus tertuju kepada orang-orang yang sedang mencari produk kita. Biasanya kita dapat menjual seperti itu di Marketpalce(Toped, BL, lazadut, Shopee) atau di Classified ads(OLX), karena orang-orang yang sudah membukanya biasanya benar-benar orang yang sedang mencari.

Cara Mendatangkan Potential Buyer

Hmmm bingung juga ya mulai bahasnya dari mana? Begini, saya termasuk kategori lawas dalam dunia internet. Bukan karena saya mengenal internet sejak zaman Telkomnet Instant tapi karena saya mengenal dan lebih ke Google dan Website minded.

Dulu di zaman saya awal-awal menggeluti mencari uang dari internet sumber traffic satu-satunya adalah Google. Anda bisa menghasilkan dari menguasai SEO atau mati. Adwords sudah ada tapi belum populer, mengapa? Karena persaingan belum menggila. Kita  bisa menguasai pasar dengan website di optimisasi SEO-nya.

Tahun 2008-2009 saya mempromosikan bisnis lokal di Yogyakarta dengan website dan SEO yang mudah, karena persaingannya tidak berdarah. Hasilnya? Omset tumbuh hingga 100%.

Sosial Media pada saat itu? Facebook belum mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Periode tahun -tahun segitu(atau sebelumnya) ada penulis buku Bob Julius Onggo yang menulis buku Google is My Salesman. Intinya sama dengan yang saya lakukan, search engine Google menampilkan situs kita di posisi tertinggi hasil pencarian ketika orang mencarinya.

Saya menyebutnya Organic Traffic dengan SEO.

Zaman SEO telah berakhir?

SEO tidak akan berakhir, masih ada dan selalu ada orang yang melakukan pencarian di Google. Tapi persaingan di hasil pencarian Google semakin hari semakin berat,, apalagi untuk keyword tertentu. Yaitu biasanya adalah kata kunci yang berhubungan dengan produk yang dapat dijual online. Selain itu traffic organic memanfaatkan SEO membutuhkan waktu berbulan-bulan, alias tidak instant.

Lalu belajarlah lagi mengenai Adwords. Program iklan berbayar dari Google ini merupakan shortcut untuk traffic organic dari SEO. Karena pikir saya adalah untuk mensiasati SEO secara instant maka selama ini saya hanya fokus Adwords untuk di halaman Search Result. Untuk Adwords yang Display ADS konsepnya adalah seperti Facebook Ads yaitu “penggoda”. Hmm apa maksudnya?

Facebook Ads

Facebook booming dengan jumlah pengguna di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang. Tanpa saya sadari ini adalah wadah promosi yang ampuh. Banyak testimoni dari orang-orang yang lebih muda dari saya telah sukses memanfaatkan facebook sebagai sarana berjualan.

Setelah tau pun saya masih berpikir, apa iya sih dan bagaiamana Facebook bisa mengalahkan Google sebagai sarana penggiring traffic? Ternyata benar saja. Satu persatu cerita dari orang-orang yang saya temui bercerita bagaimana mereka sukses berjualan di Facebook. Telatlah saya.

Inti dari Facebook Ads adalah menggoda.

Berbeda dengan orang yang datang ke website kita melalui search engine atau orang yang datang ke market place atau situs iklan baris(classified ads), mereka adalah orang yang benar-benar mencari. Tapi di facebook iklan yang muncul adalah iklan yang menggoda orang untuk membeli. Konsep ini serupa dengan Adowrds display ads yang menampilakn iklan di jaringan website(pemiliknya memang menyediakan spot untuk memajang iklan).

Namun yang digoda bukan sembarangan orang. Facebook Ads dapat menggoda(menampilkan iklan) ke sekelompok orang dengan jenis kelamin, range usia, ketertarikan akan hal tertentu. Sehingga iklan penggodanya akan lebih besar kemungkinannya untuk berhasil(produk terjual). Bahkan saat ini “Cara berjualan di Facebook” menjadi salah satu komoditi unggulan jualan. Hahaha,,, orang berjualan cara jualan. Yang belum tentu orang yang ngajari itu sudah pernah sukses berjualan di facebook. Harga course-nya pun termasuk gila.

Rahasia konsep jualan di facebook sebenarnya ada dua, dan ini simpel anda nggak perlu keluar uang ratusan ribu hingga jutaan untuk mengetahui rahasia ini. Berikut konsepnya:

  1. Bangun Fans Page Tertarget
    Targetkan secara spesifik para fans untuk page anda. Misal ibu-ibu yang telah memiliki anak, bapak-bapak pencinta mobil.
    Rawat Fanspage anda hingga puluhan ribu like, ratusan ribu like, atau bahkan jutaan. Posting hal yang menarik, kalau perlu promosikan postingan di fans page anda untuk meningkatkan jumlah like.
    Begitu ada produk yang ingin anda jual, targetkan ke orang-orang yang telah meng-like fans page anda. Potensinya besar kalau anda merawat dengan benar fans page anda selama ini, karena jika postingannya benar dan spesifik maka orang-orang yang meng-like adalah benar-benar orang yang tertarget.
  2. Click to Web Ads
    Cara lainnya untuk berjualan adalah menggunakan iklan yang mengarah ke canvas atau landing page(website)kita. Salah satu kursus online yang jual mahal menanamkan bahwa tujuan beriklan di Facebook adalah mengarahkan orang untuk datang ke website kita dan kita berjualan di sana. KURANG TEPAT!
    Kita bisa berjualan di marketplace, di postingan facebook kita langsung atau diarahkan ke website kita, bukan hanya di website.
    Hanya saja dengan mengarahkan audience ke landing page(website) kita memiliki beberapa keuntungan seperti audience yagn datang ke website adalah orang yang telah tertarik akan postingan iklan kita dan oran bitu bisa kita targetkan ulang, selain itu penjabaran di landing page lebih panjang dan mendetail sehingga informasi yang disampaikan akan cukup jelas dan bisa lebih menggoda, dan yang terakhir di halaman website itu terserah kita mau kita arahkan audience untuk closing melaui sms/wa atau mengikuiti prosedur shopng cart.
    Hanya saja perlu disadari, dengan keunggulan tersebut biaya iklan CTW lebih mahal dari pada prmosi membangun fans page dan berjualan di postingan fans page. Intinya itu rangkuman dari saya. Masih mau ikut kursus jualan di facebook yang harganya au’jubileh? Berjualan kok cara jualan hehe.

 

Standard