Google Ads

Filter Target Audience Manually di Google Ads

To the point. Saya mencermati laporan Google ads secara geografis lalu muncullah nama-nama daerah yang selama ini menjadi sumber klik iklan saya. Padahal hasil wawancara dengan konsumen selama ini mereka bukanlah datang dari daerah tersebut, kalau pun ada hanya satu-dua.

Lalu saya kecualikan daerah-dearah dengan jumlah penyumbang klik terbesar tersebut karena pada kenyataannya amat sedikit konsumen yang datang dari daerah tersebut. TUJUANNYA: Agar google lebih men-sugest iklan kepada audience dari daerah lain, sehingga potensi transaksi lebih besar. Kalau bisa ditarget lebih spesifik maka hasilnya pasti lebih bagus, misalkan: Orang yang tertarik dengan wilayah A dan sedang tinggal di wilayah B. Sayangnya setting tersebut belum dimungkinkan di Google Ads untuk saat ini.

Oh iya, strategi bidding yang saya gunakan adalah maximize Clicks ya. Jadi sangat wajar jika algoritma iklanya adalah sekedar memaksimalkan jumlah klik iklan, padahal orang-orang dari daerah tersebut kurang sesuai dengan jasa yang kita tawarkan. Nah fungsinya kita mengenal secara akurat konsumen kita adalah kita dapat mem-filter secara pasti karakter mana yang akan kita raih berdasar dari karakter konsumen yang sudah ada sebelumnya.

Standard
Google Ads

Google Ads: Ganti Domain URL iklan Berkibat CPC melonjak

Dengan alasan penggantian nama domain maka CPC iklan Google ADS tiba-tiba melonjak drastis. Sebenarnya akibat tersebut sudah saya pertimbangkan sebelumnya, namun karena tidak ada solusi lainnya maka keputusan final untuk mengganti domain tetap dilakukan.

Mengganti nama domain website bisa terjadi pada usaha apa pun, yang biasanya mendasari adalah perubahan nama usaha atau mengganti nama domain dengan yang lebih SEO friendly. Namun bagaimanapun secara logic penggantian domain pasti akan berdampak terhadap nilai bidding CPC.

Analisa saya sekalinya kita mengganti nama domain yang dimasukkan dalam form unit ads, maka algoritma google ads akan ter-reset seperti di awal. Dasar analisa tersebut adalah nilai CPC-nya melonjak kembali hingga 2 kali lipat seperti saat awal-awal dulu setup campaign, AD group dan unit ads.

Sebenarnya alternatifnya ada dua jika kita mau mengganti nama domain website yang sudah kita promote di google ads:

  • Ganti nama domain di unit ads yang akan berdampak pada kenaikan CPC, atau
  • Redirect 301 dari url domain lama ke domain baru. Dengan syarat tanpa ada ubahan pada setingan iklan.

Saya belum tahu apakah strategi kedua ini bisa dilakukan, apalagi kalau sudah menginstall Google Analytic. Tapi yang jika kita mengajukan perubahan atau pembuatan unit Ads baru diketahui url yang kita masukkan redirect ke domain lain maka iklan tidak akan disetejui oleh Google.

Standard
Google Ads

Pangsa Tayang Iklan Google Ads

Sebelumnya hanya ingin memantau posisi iklan, jadi arange ulang kolom laporan. Tapi kok nemu kata2 Pangsa Tayang. Sebenarnya apa itu pangsa iklan ads?

Jangan berharap nemu jawabannya dalam tulisan ini, karena tulisan ini hanya curhatan bukan berbagi informasi.

Karena sebelumnya dashboard Google Ads saya menggunakan bahasa Inggris jadi agak aneh dengan istilah Pangsa Tayang ini, banyak istilah di seputaran laporan adsense atau adwords(sekarang google ads) yang justru membingungkan jika di-Indonesia-in.

Kolom yang berhubungan dengan pangasa tayang(selanjutnya di singkat PT) iklan juga banyak. Tapi saya coba mengkatifkan 6 kolom yang berhubungan dengan PT, yaitu PT Teratas Penelusuran, PT Penelusuran Teratas Yang Hilang(peringkat), PT Penelusuran Yang Hilang(anggaran), PT Yang Hilang Penelusuran(peringkat), PT Penelusuran, PT Teratas Penelusuran Yang Hilang(anggaran).

Bingung-bingung deh 😀

Apa itu Pangsa Tayang?

Kita kupas dulu apa itu Pangsa Tayang di laporan Google Ads, nggak usah dalem-dalem kupas kulitnya aja dulu. Ternyata bahasa inggrisnya adalah Impression Share.

Dari kata Impression aja sudah paham bahwa ini adalah mengenai iklan yang muncul atau tampil. Yang oleh google disebut dengan bahasa baku yaitu tayang.

Google menjelaskan lebih detail sebagai berikut:

Impression share (IS) is the percentage of impressions that your ads receive compared to the total number of impressions that your ads could get.

By: Simbah Gugel

Cara perhitungan PT yang berupa angka presentasi adalah jumlah iklan anda yang ditayangkan dibagi dengan jumlah total tayangan layak yang bisa didapdatkan iklan Anda.

Perhatikan baik-baik klaimat yang saya garis bawahi di atas, bahasa penjelasan Gugel itu memang terlalu baku dan membingungkan(apa karena otak saya yang lemot). Tapi gantilah kalimat tersebut dengan potential impresion(potensi/kesempatan iklan anda untuk ditayangkan).

Lalu Total Tayangan Layak atau sederhananya yang saya sebut dengan Potential Impression itu parameternya apa? NGGAK JELAS, tapi google hanya menjelaskan dengan kata-kata berikut:

“Tayangan yang layak ditaksir menggunakan banyak faktor, termasuk setelan penargetan, status persetujuan, dan kualitas.”

Ini penjelasan versi saya: Jadi misal anda set iklan keyword “ANU BUDI” untuk tampil di orang yang mencari dari provinsi Pluto, dan hanya muncul dari pencarian device di smart phone.

Maka jika ada 1000 pencarian yang memenuhi kriteria tersebut itulah yang saya sbeut dengan potential impression. Dan jika ternyata iklan anda hanya ditampilkan 400x kali maka Pangsa Tayang iklan anda adalah 400/1000= 40%.

Begitu kira-kira pemamahan dasarnya. Next kita bahas detail masing-masing laporan yang berhubungan dengan Pangsa Tayang.

Lalu Apakah Semakin Tinggi PT Semakin Bagus?

Semakin tinggi ya tentu semakin bagus. Dah gitu aja kalau pertanyaannya hanya itu. 😀

Cara naikan presentase PT yang paling signifikan adalah naikin anggaran harian iklan Google Ads anda. Ketika saya set anggara iklan harian saya di IDR 50k dan ternyata sama Google di bablasin sampe 90K-100K perhari(ancuk tenan kok) maka PT kampanye(campaign) iklan saya berada paling tinggi dibandingkan kompetitor.

Namun begitu anggaran iklan harian saya turunkan ke IDR 30K perharinya maka presentase PT langsung anjlok. Seperti gambar berikut:

Langsung anjlok jauh kan. Bussines.site yang paling atas adalah iklan yang mengarah ke google my bussines. Yaitu mereka yang ngiklan di Google Ads tapi tidak memiliki landing page berupa website sendiri.

Semakin Rendah PT Maka Performa Iklan Buruk?

Hmmm,, saya tidak tahu karena saya belum ahli dalam bidang ini. Tapi yang dapat dipetik dari pengalaman adalah jumlah pangsa tayang yang tinggi berarti iklan anda akan lebih sering muncul pada kriteria orang-orang tertentu(target audience) yang telah anda set sebelumnya.

Jika anda menge-set target audience yang kurang pas maka pangsa tayang yang tinggi pun sia-sia. Terbukti dengan belanja iklan yang turun drastis, turun hampir tinggal 1/4 maka saya sama-sama hanya mendapat 2 conatct via WA(target konversi).

See… jadi tidak selalu bagus. Yang lebih penting justru target audiens yang sesuai dengan apa yang anda mau tawarkan, dan selera mereka sesuai dengan produk anda. Atau kata lainnya adalah RELEVANSI.

Semakin relevan iklan – landing page – produk yang anda tawarkan dengan target audience yang membutuhkan maka semakin baik. Walau budgetnya kecil dan kalah di rasio PT. Ini menurut saya pribadi loh.

Oh iya saya sendiri tidak tahu apakah pangsa tayang iklan ini hanya muncul di iklan hasil penelusuran atau juga iklan jenis display. Sepertinya sih iklan jenis display ikut menjadi dasar data perhitungan.

Buktinya kemarin itu selain merubah(menurunkan) anggaran iklan harian saya juga merubah iklan menjadi hanya tayang di hasil penelusuran google maka akan presenstase Pangsa Tayang langsung anjlok.

Standard