economy

Mindset facebook marketing dan web based marketing

Dunia digital semakin tumbuh dan mulai mapan. Mapan dalam artian sudah mulai tampak pola dan arahnya. Berbeda dengan tahun 2007 dulu ketika saya pertama kali berlanggananan internet(kenal internet sebelum tahun 2000, yaitu Telkomnet Instant).

Kalau dulu di tahun 2007 hingga 2010 cara mencari duit yang utama bagi pengguna internet di Indonesia adalah dengan membuat website lalu dipasangi adsense atau membuat web untuk ikut Amazon Affiliate. Kini pilihan untuk mencari uang melalui internet sudah berbagai macam cara.

Kalau dulu pilihan utama untuk mencari uang adalah pasar pengguna internet di Eropa dan Amerika, kini pengguna internet lokal juga menjadi target pasar yang menjanjikan. Menjanjikan jika kita berjualan online, tapi tidak untuk program PPC seperti Google Adsense karena nilai klik untuk pengguna lokal sangat kecil.

Berjualan Online Dimana?

Yups berjualan online menjadi sebuah pekerjaan yang cukup menjanjikan saat ini. Karena pengguna internet di Indonesia sudah cukup besar dan mayoritas menggunakan perangkat mobile. Sebagai contoh, web saya yang memiliki ribuan pembaca jika dilihat statistiknya maka sekitar 80% membuka dengan perangkat mobile(diluar tablet)/.

Website

Untuk memulai berjualan online kita harus menentukan channel apa yang ingin kita pakai untuk memasarkan natau memajang barang yang akan kita jual. Umumnya kita berjualan di Website, entah itu website pribadi yang kita isi dengan kontent produk atau website pribadi yang memang kita jadikan toko online(bisa dengan menggunakan Cms WordPress+plugin Woocomerce). Atau kita bisa berjualan di website orang yaitu marketplace atau situs classified ads(iklan baris).

Social Media

Alternatif lainnya adalah berjualan di social media, bisa facebook atau Instagram. Loh bukannya Social media itu juga website selain ada Apps-nya juga? Saya membedakan website atau Social media berdasarkan sifatnya. Kalau website yang saya maksud dibangun untuk special purpose yaitu berjualan, sedangkan social media tujuan utamanya adalah wadah berinteraksi yang disisipi dengan orang yang berjualan.

Mindset Berjualan Online

Untuk laku berjualan online maka yang diperbanyak adalah orang yang melihat produk kita. Tapi tidak asal banyak, namun orang-orang tersebut harus tertarget. Tertarget yang sekiranya memiliki ketertarikan akan produk kita.

Untuk mentarget orang-orang yang relevan maka diperlukan konten yang relevan. Misalkan untuk mentarget ibu-ibu maka yang postinglah kontent yang berhubungan dengan ibu-ibu seperti dandan, masakan, mengurus anak, fashion wanita , dll.

Semakin banyak yang melihat maka potensi yang akan membeli juga semakin banyak. Perbandingan antara yang sudah mellihat produk kita dan yang akhirnya membeli disebut dengan konversi. Semakin banyak yang akhirnya membeli maka semakin besar angka konversinya.

Jadi kita perlu content untuk menarik potential buyer, cara ini disebut dengan content marketing. Tapi bisa juga untuk berjualan tidak perlu content marketing, jadi hard selling alias menjual langsung. Syarat untuk menjual langsung adalah harus tertuju kepada orang-orang yang sedang mencari produk kita. Biasanya kita dapat menjual seperti itu di Marketpalce(Toped, BL, lazadut, Shopee) atau di Classified ads(OLX), karena orang-orang yang sudah membukanya biasanya benar-benar orang yang sedang mencari.

Cara Mendatangkan Potential Buyer

Hmmm bingung juga ya mulai bahasnya dari mana? Begini, saya termasuk kategori lawas dalam dunia internet. Bukan karena saya mengenal internet sejak zaman Telkomnet Instant tapi karena saya mengenal dan lebih ke Google dan Website minded.

Dulu di zaman saya awal-awal menggeluti mencari uang dari internet sumber traffic satu-satunya adalah Google. Anda bisa menghasilkan dari menguasai SEO atau mati. Adwords sudah ada tapi belum populer, mengapa? Karena persaingan belum menggila. Kita  bisa menguasai pasar dengan website di optimisasi SEO-nya.

Tahun 2008-2009 saya mempromosikan bisnis lokal di Yogyakarta dengan website dan SEO yang mudah, karena persaingannya tidak berdarah. Hasilnya? Omset tumbuh hingga 100%.

Sosial Media pada saat itu? Facebook belum mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Periode tahun -tahun segitu(atau sebelumnya) ada penulis buku Bob Julius Onggo yang menulis buku Google is My Salesman. Intinya sama dengan yang saya lakukan, search engine Google menampilkan situs kita di posisi tertinggi hasil pencarian ketika orang mencarinya.

Saya menyebutnya Organic Traffic dengan SEO.

Zaman SEO telah berakhir?

SEO tidak akan berakhir, masih ada dan selalu ada orang yang melakukan pencarian di Google. Tapi persaingan di hasil pencarian Google semakin hari semakin berat,, apalagi untuk keyword tertentu. Yaitu biasanya adalah kata kunci yang berhubungan dengan produk yang dapat dijual online. Selain itu traffic organic memanfaatkan SEO membutuhkan waktu berbulan-bulan, alias tidak instant.

Lalu belajarlah lagi mengenai Adwords. Program iklan berbayar dari Google ini merupakan shortcut untuk traffic organic dari SEO. Karena pikir saya adalah untuk mensiasati SEO secara instant maka selama ini saya hanya fokus Adwords untuk di halaman Search Result. Untuk Adwords yang Display ADS konsepnya adalah seperti Facebook Ads yaitu “penggoda”. Hmm apa maksudnya?

Facebook Ads

Facebook booming dengan jumlah pengguna di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang. Tanpa saya sadari ini adalah wadah promosi yang ampuh. Banyak testimoni dari orang-orang yang lebih muda dari saya telah sukses memanfaatkan facebook sebagai sarana berjualan.

Setelah tau pun saya masih berpikir, apa iya sih dan bagaiamana Facebook bisa mengalahkan Google sebagai sarana penggiring traffic? Ternyata benar saja. Satu persatu cerita dari orang-orang yang saya temui bercerita bagaimana mereka sukses berjualan di Facebook. Telatlah saya.

Inti dari Facebook Ads adalah menggoda.

Berbeda dengan orang yang datang ke website kita melalui search engine atau orang yang datang ke market place atau situs iklan baris(classified ads), mereka adalah orang yang benar-benar mencari. Tapi di facebook iklan yang muncul adalah iklan yang menggoda orang untuk membeli. Konsep ini serupa dengan Adowrds display ads yang menampilakn iklan di jaringan website(pemiliknya memang menyediakan spot untuk memajang iklan).

Namun yang digoda bukan sembarangan orang. Facebook Ads dapat menggoda(menampilkan iklan) ke sekelompok orang dengan jenis kelamin, range usia, ketertarikan akan hal tertentu. Sehingga iklan penggodanya akan lebih besar kemungkinannya untuk berhasil(produk terjual). Bahkan saat ini “Cara berjualan di Facebook” menjadi salah satu komoditi unggulan jualan. Hahaha,,, orang berjualan cara jualan. Yang belum tentu orang yang ngajari itu sudah pernah sukses berjualan di facebook. Harga course-nya pun termasuk gila.

Rahasia konsep jualan di facebook sebenarnya ada dua, dan ini simpel anda nggak perlu keluar uang ratusan ribu hingga jutaan untuk mengetahui rahasia ini. Berikut konsepnya:

  1. Bangun Fans Page Tertarget
    Targetkan secara spesifik para fans untuk page anda. Misal ibu-ibu yang telah memiliki anak, bapak-bapak pencinta mobil.
    Rawat Fanspage anda hingga puluhan ribu like, ratusan ribu like, atau bahkan jutaan. Posting hal yang menarik, kalau perlu promosikan postingan di fans page anda untuk meningkatkan jumlah like.
    Begitu ada produk yang ingin anda jual, targetkan ke orang-orang yang telah meng-like fans page anda. Potensinya besar kalau anda merawat dengan benar fans page anda selama ini, karena jika postingannya benar dan spesifik maka orang-orang yang meng-like adalah benar-benar orang yang tertarget.
  2. Click to Web Ads
    Cara lainnya untuk berjualan adalah menggunakan iklan yang mengarah ke canvas atau landing page(website)kita. Salah satu kursus online yang jual mahal menanamkan bahwa tujuan beriklan di Facebook adalah mengarahkan orang untuk datang ke website kita dan kita berjualan di sana. KURANG TEPAT!
    Kita bisa berjualan di marketplace, di postingan facebook kita langsung atau diarahkan ke website kita, bukan hanya di website.
    Hanya saja dengan mengarahkan audience ke landing page(website) kita memiliki beberapa keuntungan seperti audience yagn datang ke website adalah orang yang telah tertarik akan postingan iklan kita dan oran bitu bisa kita targetkan ulang, selain itu penjabaran di landing page lebih panjang dan mendetail sehingga informasi yang disampaikan akan cukup jelas dan bisa lebih menggoda, dan yang terakhir di halaman website itu terserah kita mau kita arahkan audience untuk closing melaui sms/wa atau mengikuiti prosedur shopng cart.
    Hanya saja perlu disadari, dengan keunggulan tersebut biaya iklan CTW lebih mahal dari pada prmosi membangun fans page dan berjualan di postingan fans page. Intinya itu rangkuman dari saya. Masih mau ikut kursus jualan di facebook yang harganya au’jubileh? Berjualan kok cara jualan hehe.

 

Advertisements
Standard
Buku Harian, Buku Harian Kehidupan

Selamat Dini Hari,, Pelajaran Dari Founder Coffee Shop

Semalem dari jam 9 ketemu dan ngobrol dengan OmBud,, biasa nogbrol ngalor-ngidul tentang bisnis online. Saya share tentang konsep belajar nyetir dan dia menyarankan untuk ganti nama yang lebih mengarah ke personal branding. Dan gw pertimbangkan karena masukannya juga sesuai dengan konsep digital marketing di Indo selama ini yang sangat menonjolkan sosok personal dari penulisnya atau founder-nya.

Kemudian bertemu dengan salah satu founder coffee shop laris di Jaksel. Singkat cerita poinnya adalah: Dia hanya merekrut anak jalanan non background umur kurang dari 20 s/d 20an awal, yang niat bekerja dari posisi bersih-bersih, dibimbing dengan tingkatan. Hingga beberapa ex barista-nya sudah ada yang menjadi barista di coffee shop besar lainnya, sampai sudah ada yang jadi barista di Dubai.

Kemudian mengenai LOKASI, yang namanya bisnis F&B lokasi memegang peranan penting. Sangat penting.

Lalu perjuangan berat adalah 6 bulan awal agar coffee shop-nya memiliki nama dan pelanggan awal.

So kamyuu sendiri, bagaimana kamu menikmati masa awal perjuangan? Bisakah setelah 6 bulan(atau kurang) bisnis mu memiliki pelanggan dan tumbuh membesar,, bukan sekedar planning mile stone besar-besar selanjutnya dan hanya bicara valuasi kosong.

Bisnis jalanan,, berpikir sekarang untuk sebuah gambar besar. Bagaimana kamu menikmati proses membangun bisnis bersama tim mu selama masa perjuangan? Apa daily routine activity yang perlu kamu kerjakan dan nikmati untuk bisa menjadi besar? APA?

Berjalan dimalam hari tidak perlu tau jauh di sana ada apa,, cukup arahkan senter ke jarak 1 meter di depanmu. Tapi kalau tidak ada keyakinan dan keberanian perjalanan itu tidak akan dimulai atau hanya akan berjalan kembali ke titik awal jika kurang yakin.

 

Standard
Buku Harian, Buku Harian Kehidupan

Kemana Sisi Spiritulitas Ku?

Ting..

Mengandalkan ritualitas tanpa isi bukan caraku beribadah

Mengikuti petunjuk buta, tanpa mengetahui sejarah dan azababul nuzul-nya pun tidak kulakukan.

Si Agus bilang, kebenaran yang mutlak itu tidak ada. Terlalu sulit untuk menegakkan kebenaran mutlak, yang ada hanyalah kesepakatan. Kupikir ada benarnya.

Orang beribadah ritus adalah bentuk kesepakatan terhadap pendahulu-pendahulunya, hanya sekedar ikut-ikutan. Orang tidak berani atau enggan menganalisa kenapa harus ini, kenapa harus itu. Di era apa kita saat ini, apa yang kita harus lakukan?

Lalu apa itu ibadah? Lalu apa itu spiritual? Malah muncul pertanyaan itu sebelum pertanyaan dalam judul tulisan ini terjawab.

Mana yang membentuk hidup kita, ibadah atau spiritualitas? Lalu muncul lagi pertanyaan dimana peran Agama dalam kedua hal tersebut?

Pertanyaan yang menimbulkan pertanyaan lanjutan untuk menjawabnya.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Ozi, Mobil Bekas dan Pola Digital Marketingnya

Ozi fokus pada kemampuannya yaitu bergaul dan profilling di FB, sehingga berdagang mobil bekas melalui social media menjadi bisnis yang luar biasa. Resources yang dia miliki adalah modal besar dari bos-nya, lokasi, dan jaringan pergaulannya dengan makelar mobil bekas. Semua itu bisa dikatakan sebagai “faktor produksi-nya”, pola marketingnya cukup dengan profiling di FB dan pemasaran via OLX. Dirinya tidak belajar FB ads, SEO, google Adwrods apalagi SEO.

Tapi di situlah kekuatannya, pasar pengguna social media yang besar bisa dia raih dengan cara organik. Yaitu profilling di FB personalnya dan berjualan di group jual-beli, dan hasilnya bulan kemarin dia berhasil menjual 9 mobil bekas.

Nggak perlu modal sewa tempat usaha showroom, membayar 2-3 pegawai tetap, ataupun biaya operasional lainnya. Semua dilakukan ala kadarnya, jualan numpang di kantornya yang berbentuk rumah, poles mobil cukup bawa ke kenalannya, tenaga yang mencari mobil cukup jaringan makelar yang dikenalnya. Benar-benar efisien.

Salah satu hal utama tentu pengetahuannya tentang mobil dan kemampuan bergaulnya. Di era digital seperti ini modal bisa terkalahkan dengan skil dan networking, walaupun capital tetap butuh. Toh buktinya dengan melihat kemampuannya selama ini bos-nya saat ini menjadi percaya dan siap menyuntikan dana berapa saja untuk memutar mobil dagangannya.

Bagaimana Bisa Menjual Banyak Mobil Bekas Dengan Cepat?

Jawabannya adalah jaringan makelar yang luas, modal cukup dan jual mobil tersebut ke pedagang. Jaringan di maintance dengan komisi dan komunikasi. Kemudian modal yang cukup agar ketika ada unit yang ditawarkan dengan harga miring, berapa pun unitnya siap di untuk dibeli.

Dan yang terakir adalah harga lebih miring agar dapat dijual lagi ke pedagang. Menjual ke pedagang lebih cepat dan tidak rewel sehingga transaksi cepat, selain itu pedagang ready cash bukan kredit jadi benar-benar cepat transaksinya.

Nah untuk menjaring pedagang ini yang dilakukan adalah profiling di social media. Jika dua faktor pertama yang disebutkan adalah faktor produksi maka, faktor terakhir tersebut adalah faktor marketing. Social media dan OLX jawabannya.

Lalu Bagaimana Dengan Saya?

Di mana strengths saya? Di mana Weaknesses saya? Opportunities saya apa? Threats dihiraukan saja dulu.

Strength: SEO, FB Ads, Adwords bisa menjadi sebuah kelemahan. Terlalu spread metodenya, saya perlu untuk benar-benar fokus pada satu atau dua channel marketing saja. Seperti Ozi kuat di profiling personal FB-nya dan OLX saja. Fokuskan dimana kamu benar-benar bisa menonjol.

Weaknesses: Modal, jaringan makelar, dan lokasi(bukan di jakarta).

Opportunities: Mengenal dunia digital marketing bisa jadi keunggulan saya atau bisa juga tidak. Mengapa? Orang indonesia cukup mudah digoda dengan profilling personal FB saja tidak perlu strategi seperti online marketplace yang jelimet bisa tergoda dan malah lebih percaya. Sedangkan untuk berjualan secara direct-nya cukup memajangnya di OLX dan selesai. Tidak perlu neko-neko. Lalu dimana real oppotunities saya?

Standard
Buku Harian

Facebook Marketing as Part from Digital Marketing

Sebagai generasi pengguna internet sebelum tahun 2010 saya lebih fimiliar dengan Blog atau Web dari pada sosial media. Bukannya tidak menggunakan sosial media sama sekali, tapi dalam mindset ini lebih familier menggunakan web dengan optimasi traffic dari search engine(SEO).

Penggunaan website sebagai media pemasaran menurut saya lebih rumit dari pada menggunakan social media. Jika menggunakan web tentu kita perlu membeli domain, hosting, setup cms, costumisasi tampilan(UI) dan yang utama adalah menyediakan konten yang berbobot. Konten yang berbobot seperti darah dalam tubuh,, sangat penting. Dan untuk membuat konten website(artikel) yang berbobot perlu riset, pengetahuan, dan kemampuan menulis yang terstruktur dengan konsisten memiliha angel tertentu.

Tapi di sosial media, lebih dengan pencitraan individu(personal branding). Konten yang pendek, tidak perlu berbobot, yang penting sering dan konsisten menyajikan konten dengan tema tertentu. Karena lebih menonjolkan¬† “citra diri” maka sosok itu haruslah ekstorvert, karena biasanya hal apa saja bisa jadi content dalam akun sosial medianya. Bahkan yang agak pribadi.

Entah kenapa rasanya saya ingin tapi tidak cocok jika memasarkan sesuatu lewat sosial media karena harus lebih ekstrovert dan sepertinya kurang berbobot. Walaupun tidak masalah karena toh yang membacanya(market yang dituju) juga bukan orang-orang yg terlalu mementingkan bobot konten.

Memasarkan sesuatu itukan lebih ke mana crowd berada dan apa yang mereka sukai dan butuhkan. Sebenarnya saat ini sosial media adalah wadah yagn sangat tepat jika melihat angka-angka statistiknya.

 

 

Standard