Buku Harian Kehidupan

Mau Langsung Sempurna? Keep It Simple Stupid!

Sedang dalam proses awal membuat sesuatu, mulai mengimplementasikan Amati, Tiru, Modifikasi. Kelihatannya mudah, kenyataannya sebulan lebih belum nelur satu pun.

Kiblatnya sudah ada, yaitu mereka yang sudah mulai duluan. Kekurangannya sudah dianalisa dan berusaha membuat yang lebih baik, tapi sepertinya memang belum sanggup karena sumber dayanya.

Solusinya ya sudah mulai aja dulu, walaupun mungkin masih belum bisa lebih baik dari yang sudah duluan. Nanti diperbaiki sambil jalan.

Copas aja dulu, sambil dirubah dan ada satu nilai tambah dibanding kompetitor. Satu aja dulu, syukur bisa 2 nilai tambah, udah nggak usah banyak-banyak.

Yang penting mulai dan konsisten.

Standard
Buku Harian

Writing atau Rewriting

Didunia bloging menjamur posisi lowongan sebagai penulis. Namun penulis untuk bloging ini bayarannya sangat rendah. Bahkan saya pernah membaca tulisan di blog seorang mantan jurnalis media besar yang saat itu sudah resign kemudian menjadi penulis lepas.

Ulasannya seputar bayaran penulis blog yang sangat murah. Ya memang penulis blog atau biasa disebut content writer bayarannya menyesakkan. Kalau dilihat dari sisi si penulis. Namun sebenarnya tidak jauh berbeda juga dari sisi si pemilik blog. Apa sebabnya?

Bisnis Model

Semua kembali ke hal yang paling dasar, yaitu bisnis model dan tidak lepas dari skala bisnis.

Dulu di awal tahun 2000-an hingga sebelum tahun 2010 memiliki blog bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan ribuan dollar dari NON-ORIGINAL CONTENT! Yes artikel hasil auto generate dan copas dengan sedikit editan bisa dengan mudah menghasilkan uang karena masih akan tampil di hasil pencarian Google. Namun sekarang? Berat.

Maka mau tidak mau pemilik blog meng-hire penulis untuk mengisi blog-nya. Namun anda tau kan bahwa menulis itu membutuhkan expertise di suatu bidang untuk kemudian dituliskan dalam sebuah karya tulis?

Ya itu menulis yang sesungguhnya, semuanya dulu seperti itu. Di koran kita menulis akan dilihat latar belakang akadamis dan profesi kita, jurnal ilmiah akan dilihat latar belakang akademis, dan bahkan menulis buku kita akan menampilkan latar belakang keahlian kita dengan wajib mencantumkan sumber-sumber buku rujukannya juga.

Lalu bagaimana di dunia Blog/Website?

Bloging pada awalnya adalah tempat catatan keseharian kita, tempat kita menulis apa yang kita tahu, kita pikirkan dan apa yang kita alami. Namun semua berubah sejak ada bisnis di dunia bloging ini.

Yaitu bisnis iklan atau advertising. Dengan adanya tawaran bisnis yang menggiurkan ini kita menulis untuk mendatangan trrafic. Apa itu trrafic? yaitu orang yang datang ke blog atau website kita.

Sumbernya berbagai macam, bisa datangan langsung, share dari web/blog lain, shafre dari social media atau datang datang dari referensi Google. Kalau kita ingin agar orang datang dari referensi Google maka kita perlua banyak menulis, terutama article yang dibutuhkan banyak orang. Bagaimana kita mengetahui article itu akan dibutuhkan banyak orang, tekniknya dengan research keyword.

Writting atau Rewriting?

Nah karena kita ingin website dikunjungi banyak orang, maka kita bersiap untuk menulis sebuah article yang dicari oleh banyak orang. Permasalahannya adalah, tadi saya sudah sebutkan untuk menulis dibutuhkan basis pengetahun untuk di tuangkan dalam tulisan. Lalu apakah kita mempunyai basis pengetahuan tersebut?

Kebanyakan yang memburu dollar dari artikel web/blog tidak benar-benar memiliki pengetahuan dibidang atau hal yang akan diulas dalam artikel tersebut.

Lalu bagaimana solusinya? Solusinya adalah bukan menulis hasil karya, tapi rewritting karya orang lain!!!

Itu yang terjadi dan itu pulalah kenapa penulis artikel untuk blog di bayar murah. Karena bukan menulis dari basis pengetahuan/expertise orang tersebut tapi hanya menulis ulang.

Penulis tidak perlu datang untuk mengalami suatu hal yang kemudian akan ditulis dalam bentuk ulasan. Penulis tidak butuh pengetahuan dan pengalaman mendalam akan suatu hal yang kemudian akan dituangkan dalam satu tema tulisan di blog. Yang mana semuanya itu membutuhkan biaya.

Maka penulis(atau lebih tepatnya rewriter) cukup menulis ulang karya orang lain dengan gaya bahasa dan point of view yang sedikit berbeda, sehingga tidak perlu biaya besar. Yang tidak jarang sumber rujukannya juga merupakan artikel yang juga hasil rerwrite. Cucok markucok bo.

Sehingga tidak heran seorang teman saya menyebut artikel-artikel hasil kerjaan seperti ini dengan content sampah.

Kenapa Nggak Idealis?

Lalu kenapa nggak memilih jalur idealis? Mengapa tidak menulis hanya yang kita alami, menulis yang hanya benar-benar kita ketahui fakta detailnya, menulis yang hanya kita kuasai benar?

Jawabannya adalah KARENA BISNIS MODELNYA TIDAK SESUAI!!!

Untuk menulis dengan hasil karya seperti yang disebutkan di atas diperlukan biaya, sebutlah biaya produksi untuk membuat sebuah konten. Dan itu akan besar kalau dibuat dengan idealisme seperti itu.

Bisnis model periklanan dari iklan di blog/website nilainya kecil, sehingga perlu quantity tulisan yang jumlahnya banyak. Kalau tulisannya banyak, artinya biaya produksi juga besar alias modalnya besar. Padahal pendapatan per-klik iklannya sangat kecil.

Saya sempat menulis dengan idealisme tersebut. Saya bahagia bisa menulis dengan idealisme saya, pembaca juga senang dengan ulasan yang detail dan realistis. Tapi lama-lama hanya dapat capeknya saja, karena pendapatan tidak seberapa.

Ingat uang adalah energi, tak dapat uang maka berat bagi kita mempertahankan konsistensi kita akan sesuatu karena energi akan habis dengan seiring berjalannya waktu.

Sehingga solusinya adalah Rewritting! Murah, terbaca original oleh google(syarat mutlak agar tampil di google), dan ada kandungannya informasi di dalamnya. Itu mengapa kadang jika anda membaca artikel hasil penelusuran google, urutan 1,2 dan 3 inti dari artikelnya kok hampir-hampir sama semua? Ya karena semuanya rewrite!

Jadi begitulah Google me-rating hasil pencarian, hingga akhirnya baru-baru ini muncul algoritma baru yang memandang siapa penulisnya bagaimana expertise penulisnya dibidang tersebut.

Tentu akan ada parameter baru dari Google untuk penilaian tersebut, tapi bagaimana pun itu hanyalah mesin cerdas yang bisa diakali. Sebenarnya dari dulu(5 tahun yg lalu) saya sudah membaca tentang parameter penilaian tersbut,, apa-apa saja parameternya sudah tau.

Tapi nyatanya nggak diterapkan juga oleh Google. Jadi untuk apa menjadi orisinil dan idealis kalau rewriting saja bisa menghasilkan? Dan memang kesimpulan saya dalam 5 tahun terakhir adalah Kalau mau orisinil jangan nulis di blog, tapi bikin vlog di youtube. Itupun harus dengan tema yang menarik. Secara perhitungan bisnis lebih memungkinkan di sana, walaupun sama-sama dari iklan tapi secara perhitungan lebih masuk kalau Vloging bukan Bloging.

Standard
economy

Pivot Bisnis Model

Hari ini saya putuskan pivot bisnis model, dari publisher website MFA ke website menjual …. .

Pivot ini bukan berarti merubah revenue stream, menghilangkan ads. Revenue dari Ads tetap ada karena unit iklan tidak dicabut. Namun fokus kerjaan akan ke membuat produknya, membuat landing page dan memasarkan di Indimart.

Semoga Semesta memberkati niat baik ini.

Standard
Buku Harian

Ketika Belum Berhasil Dalam Aset

Website adalah aset. Bangun sebuah website adalah membangun sebuat aset yang akan menghasilkan kedepannya. Bagaimana membangun sebuah aset dengan tujuan-tujuan tertentu, tapi bagaimana membangun sebuah aset dengan proses yang menyenangkan lalu tanpa disadari suatu hari akan menghasilkan nilai yang tak terkira.

Mengapa bukan dengan mengejar target-target tertentu semata? Karena dalam memulai kita adalah single fighter, semuanya harus kita lakukan sendiri tanpa sumber daya yang memadai. Jika kita tidak menikmati proses tersebut kita hanya akan stres dan malam tidak dapat menciptakan nilai yang bermanfaat.

Jadi bagun sebuah website dengan cara dan aliran yang kau nikmati, enjoylah setiap hari demi hari. Tunggu hingga suatu hari aset mu itu akan sangat bermanfaat bagi orang lain dan nilainya menjadi luar biasa

Ambil pelajaran, lupakan dan lepaskan. Stay Focus.

Standard
Buku Harian, Buku Harian Wordpress

Perjalanan Ke Kudus

Minggu lalu saya merencanakan perjalanan ke Kudus. Akhirnya Kemarin saya memulai perjalanan ke Kudus seorang diri menggunakan sepeda motor.

Di sana saya ngobrol dengan seseorang, lebih tepatnya bertemu dan banyak bertanya kepada beliau. Dia lebih muda dari saya tapi saya salut semangat ya dalam berbagi ilmu kepada sesama benar-benar membuatnya berbeda.

Perjumpaan kami yang pertama kemarin berlangsung sekitar hampir 3 jam. Diawali dengan ramah tamah sebentar dalam duduk lesehan yang santai saya banyak bertanya mengenai poin utama yaitu Bagaimana membuat content, Bagaimana cerita dia yang sukses membangun website yang sudah menghasilkan miliaran rupiah.

Pertama saya membahas tentang reset keyword. Saya bercerita tentang metodologi riset keyboard menggunakan aref yaitu dengan cara melihat keyboard keyboard dari website kompetitor dan mengambil memfilter semua keyboard keyboard yang tingkat kompetisinya rendah Pertama saya membahas tentang reset keyword.

Pertama saya membahas tentang reset keyword. Saya bercerita tentang metodologi riset keyboard menggunakan aref yaitu dengan cara melihat keyboard keywoard dari website kompetitor dan mengambil memfilter semua keyword2 yang tingkat kompetisinya rendah.

Dia meluruskan bahwa 1 termasuk susah maka carilah yang nol koma sekian… maksimal 0,6 atau 0,8.

Atau research dengan melihat kompetitor yang webnya lemah authority nya tapi bisa di halaman 1 Google untuk beberapa kata kunci. Cukup dengan cara itu lihat daftar keywoard-nya dari ahrefs atau site map xml-nya. Setelah itu tinggal deh bikin konten.

Tentang backlink

Untuk backlink dia mengandalkan blogspot gratisan. Buat pbn dari blogspot gratisan konten nya ambil dari snippet halaman1 GoogleUntuk backlink dia mengandalkan blogspot gratisan.

Setiap satu pbn maksimal 5 outbound Link. 3 artikel tanpa outbound lalu 1 artikel yang ada outbound LinkSetiap satu pbn maksimal 5 outbound Link.

Tentang Membuat Konten

Kemudian tentang pembuatan konten. Harus didasari pemikiran asas manfaat untuk pembaca itu wajib. Menulis bukan untukku Google tapi menulis untuk pembaca web kita.

Nggak ada yang special, Intinya hanya itu enggak ada rahasia-rahasiaan tapi bagaimana kita konsiten menjalaninya.

 

Standard
Buku Harian

Kenapa saya tidak tenang dengan profesi saat ini

Saya belum melihat gambar besar tentang apa yang saya tekuni sekarang dapat scalable dan menjadi sesuatu yang besar. Yang saya lakukan saat ini dibenak saya hanya saya lakukan untuk mendapatkan penghasilan bulanan, terlebih lagi yang saya lakukan tidak begitu saya nikmati maka jadilah proses ini menjadi sesutau hal yang kurang “joy” dan tidak meyakinkan untuk masa depan. Gambar besarnya haruslah sebuah goal besar.

Latar belakang lain kenapa profesi ini tidak membuat tenang adalah karena profesi ini menuntut fokus dan banyak waktu. Padahal saya ingin banyak waktu luang mendidik anak, karena saat kecil saya tidak mendapatkan banyak waktu luang orang tua.

Hal yang luar biasa adalah bagaimana saya mendapat waktu bermain dan belajar bersama anak-anak, kemudian itu malah bisa menjadi sebuah aktifitas yang juga menghasilkan. Saya pikir kalau didokumentasikan aktifitas tersebut dan jadikan sebuah channel Youtube maka akan menarik.

Standard
Buku Harian Wordpress

Proses Lebih Penting Daripada Hasil Dalam Membangun Website

Sebuah hasil perenungan pada tanggal: 13-November-2015:

Kenapa proses lebih penting daripada hasil dalam hal membangun sebuah website:

Website adalah aset.

Bangun sebuah website adalah membangun sebuat aset yang akan menghasilkan kedepannya. Bagaimana membangun sebuah aset dengan tujuan-tujuan tertentu, tapi bagaimana membangun sebuah aset dengan proses yang menyenangkan lalu tanpa disadari suatu hari akan menghasilkan nilai yang tak terkira.

Mengapa bukan dengan mengejar target-target tertentu semata? Karena dalam memulai kita adalah single fighter, semuanya harus kita lakukan sendiri tanpa sumber daya yang memadai. Jika kita tidak menikmati proses tersebut kita hanya akan stres dan malah tidak dapat menciptakan nilai yang bermanfaat.

Jadi bagun sebuah website dengan cara dan “aliran” yang kau nikmati, enjoylah setiap hari demi hari. Tunggu hingga suatu hari aset mu itu akan bermanfaat bagi orang lain dan nilainya menjadi luar biasa.

Standard
Buku Harian

Membangun manual web/blog ala TriWahyu

bagaimana cara bermain manual web/blog yang saya lakuin?

1. Tentukan tema blog/web manualnya
2. Tentukan 30 kata kunci untuk 30 artikel yang memiliki pencarian tengah-tengah (middle competitor)
3. masing-masing artikel tentukan 2 kata kunci utama dan 5 kata kunci varian/turunan dalam membuat artikel yang seo friendly
4. post rutin setiap hari 1-2 artikel selama 1 minggu
5. Mainkan internal link post untuk Onpage -nya
6. Setelah menuliskan artikel selama 1 minggu. 1 minggu ke depan gunakan untuk optimasi artikel selama 1 minggu itu ke berbagai lahan backlink yang kamu miliki, contoh (Dummy, jajaran Web 2.0, Sosial Bookmark, Forum Diskusi, Private Blog Network, Sosial Media, Web Direktori)
7. Lakukan kembali langkah 4-6 setelah melakukan langkah 6 hingga 30 artikel habis
8. Selanjutnya jika sudah ada tanda-tanda kehidupan di web/blog/money site kita.
9. Riset kata kunci 30 lagi dengan jumlah pencarian Middle to Hight competitor. Gunanya untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
10. Lakukan kembali seperti langkah 4-6 .
11. Jangan lupa lakukan ini semua dengan cara manual. Biar merasakan seperti apa prosesnya bermain kualitas untuk membangun asset jangka panjang. Meskipun lama, berdarah-darah, tak ada waktu untuk liburan di awal. Tetap fokus.

ini teknik dan caraku, tak ada yang aku sembunyikan.
Mana teknikmu ?
Sing komen teknikmu juga biar di baca banyak orang. 🙂

#SalamQualityAsset #NyepamOlehTapiKalem #CopasOlehTapiKasihlahBacklinkSumber

Sumber: FB Tri Wahyu Budi Utomo

Standard
Buku Harian

Cara Membuat Gado-gado bumbu Mayonaise

Cara Membuat Gado-gado bumbu Mayonaise – Studi Kasus Algoritma Google 2019 (TAHAN BANTING UPDATE ALGORITMA)

Dicopas dari post FB:
Deni Fuchere

*Menuju 10k+ visitor/hari

Berhubung target saya sudah kecapai, saya mau share ilmu untuk teman-teman semua sesama blogger disini, semoga bermanfaat.

1. Build web
– Pikirkan web yang mau dibuat dengan matang, wajib micro niche (fokus pembahasan lebih terperinci).

2. Riset kata kunci
– Riset keyword dari micro niche tersebut, misalkan mau buat web mengenai “kutu rambut” nah bisa diambil tuh keyword (kata kunci) seperti “cara menghilangkan kutu rambut”, “cara membasmi kutu rambut”, “kutu rambut berasal dari mana” yang nantinya bisa dijadikan judul artikel. Saya pakai Ahrefs (berbayar) untuk riset kata kunci. Namun kamu bisa manfaatkan tools riset kata kunci gratis lainnya di google ada banyak.

3. Buat artikel SEO
– Buat artikel yang membahas kata kunci utama, misal kamu mau buat artikel “cara membasmi kutu rambut”, berarti di dalamnya bisa dipakai kata kunci “cara membasmi kutu rambut” sebagai kata kunci utama, dan “cara membasmi kutu rambut dan telurnya”, “cara membasmi kutu rambut dengan peditox”, dan “cara membasmi kutu rambut secara alami” untuk kata kunci turunan artikel tersebut.
– Buat artikel sebanyak minimal 500 kata/artikel, lebih bagus tentu lebih baik, tapi pembahasan juga harus lebih luas lagi.
– Cari gambar untuk artikel tersebut, wajib ScreenShoot dari video di Youtube agar gambar kamu unik. Jadi jangan comot gambar di google images. Misalkan kamu mau cari gambar kutu rambut, ya cari aja video di youtube yang bahas kutu rambut terus kamu play video itu, pas nemu tampilan yang pas yang sekiranya cocok untuk blog kamu, silakan di ScreenShoot. Jangan lupa abis itu hasil ScreenShoot tersebut di crop (dirapihkan lagi).
– Siapkan 30-50 artikel.

4. Beli domain
– Beli domain yang mengandung kata kunci sesuai micro niche yang mau digarap, misalkan “kuturambut.info” (fresh domain, bukan domain aged).

5. Beli hosting
– Untuk hosting sendiri, saya pakai hosting US, namun jika kalian punya hosting ID tentu lebih bagus. Karena waktu pengaksesan akan lebih cepat.

6. Buat Website
– Kebanyakan orang, buat website terlebih dahulu baru buat artikel website tersebut. Namun, saya sarankan buat artikel terlebih dahulu, jika sudah siap cukup 30-50 artikel saja, barulah kamu buat website.

7. Gunakan theme fast dan responsive.

8. Gunakan plugin AMP.

9. Gunakan plugin PWA (Progressive Web App).

10. Gunakan plugin All in One SEO Pack
-Menurut saya plugin ini lebih leluasa daripada Yoast SEO (tergantung kamu biasa pake plugin SEO apa). Saya sendiri pake All in One SEO Pack, untuk setting plugin ini bisa cari di Youtube sudah banyak yang membahasnya. Saya juga mengaktifkan non index pada halaman tag dan kategori pada plugin ini, jadi yang di index hanyalah halaman / pages, artikel, dan homepage itu sendiri di search engine
#note
*wajib setting plugin ini terlebih dahulu sebelum posting artikel*

11. Posting halaman dan artikel
– Silakan buat halaman About, Disclaimer, Privacy Policy, dan Terms of Service (pakai privacypolicyonline. com biar lebih mudah) kalau halaman About bisa kamu buat sendiri.
– Silakan kamu posting artikel yang udah dibuat 3 artikel perhari dengan selisih waktu 8 jam tiap artikelnya. Jadi nantinya 30-50 artikel kamu itu di schedule tiap 8 jam per artikelnya.

#note
*lakukan SEO On-Page dan SEO Off-Page setelah semua artikel yang kamu schedule selesai di publish. Misal kamu punya 30 artikel, berarti butuh 10 hari untuk publish 30 artikel tersebut*

12. Bangun struktur link di dalam web (SEO On-Page)
– Silakan atur link tiap artikel yang berhubungan dari satu artikel ke artikel lainnya, misalkan artikel itu membahas “cara membasmi kutu rambut”, nah pas di artikel tersebut bisa kamu tambahin link yang mengarah ke artikel lainnya misalkan ke artikel “obat pembasmi kutu rambut” dengan anchor text “obat”. Atau lebih gampangnya bisa tambahin “Baca Juga : Obat Pembasmi Kutu Rambut” di tengah-tengah artikel “cara membasmi kutu rambut”.

13. Bangun struktur link di luar web (SEO Off-Page)
(tier 1)
– Silakan optimasi tiap artikel 6 backlink profile setiap harinya, jadi selama 2 bulan 20 hari itu kamu fokus optimasi web tersebut di setiap artikel yang udah di post.
Misal hari ini saya akan optimasi artikel “cara membasmi kutu rambut” dengan backlink profile dari pinterest, instagram, linkedin, facebook, twitter, dan disqus. Jadi pas buat akun profile tersebut, kamu tambahin alamat web kamu di pengaturan profile akun tersebut. Untuk lebih jelasnya kamu bisa search di google list backlink profile.
(tier 2)
– Silakan optimasi tiap backlink tier 1 dengan backlink dari web 2.0 (Blog Zombie) atau PBN (Private Blog Network).
Itu kan ada 6 backlink tier 1, jadi kamu buat 6 backlink lagi di tier 2 setiap harinya. Jadi masing-masing tier 1 ada pendukungnya yaitu backlink di tier 2.
– Jadi totalnya kamu harus buat backlink sebanyak 12 backlink setiap harinya selama masa optimasi. Untuk lebih jelasnya kamu bisa search di google atau youtube apa itu Blog Zombie, Web 2.0, PBN, backlink profile, struktur backlink, dan lain sebagainya yang gak bisa saya bahas disini.

#note
*SEO Off-Page ini sangat penting, jadi lakukan dengan konsisten setiap harinya*
#JANGANMALES

Semoga bermanfaat, jangan lupa di share biar teman mu pada baca. Doa buat kita semua di hari jum’at yang penuh berkah ini semoga berlimpah rezeki buat kita semua. Jangan lupa sholat jum’at buat yang muslim.

Terlampir bukti perjalanan web yang saya garap selama 3 bulan.

INGAT #JANGANMALES & #JANGANLUPASEDEKAH.

*Blogger Jogja*

Update dari Tanya-jawab di Comment:

Tentang Research KW:

  1. Ingat satu microniche jadikan satu web saja.
  2. Patokan Keyword yang bisa dijadikan microniche,, Total pencarian bulanan untuk keyword2nya minimal 15.000. (hmm aneh..)
  3. Gunakan Freshdomain.

Penegasan Tentang Backlink:

Tanya: Ini berarti tier 1. 6 backlink sosmed yg fb, pinterest, dll. Itu 1 profile ngelink ke 1 artikel. Berarti 1 artikel 1 profile. Kl 50 artikel berarti 50 profile fb pinterest dll yang beda2. 1 prifile cm buat 1 utl artikel. Bukan 1 profile buat semua artikel.
Jawab: 50 artikel x 6 backlink = 300 backlink profile(dari 300 akun sosmed) tier satu.

Tanya: Trus backlink t2. Itu web 2.0 kan. Berarti tiap profile dpt 1 backlink web 2.0. gt kah maksudnya?
Jawab: yup bener .
Tanya:Nah kl boleh tahu, email buat daftar. Kebanyakan pake apa mas? Gmail, yahoo ato yg lain. ?
Jawab: pakai gmail, siapin banyak kartu buat daftar gmail.

Skema Internal Link:

Tanya: Mau tanya kak, itu bangun internal link nya ada skema nya g? atau bebas aja bikin link antar artikel selama msh berhubungan..
Jawab: Bebas mas internal link mah, asal ada sangkut paut e artikelnya.

Tanya: trus kalo home page nya perlu dikasih backlink juga gak, atau cukup artikelnya aja?
Jawab: Perlu mas, kalau kamu mau fokus di homepage kayak web landing page. Tapi kalau mau fokus di artikel ya gak usah ngebacklink ke homepage.

Penegasan Backlink tier 2 ke tier 1:

Tanya: Mas Deni Fuchere, saya kurang paham dengan tier 2 menjadi pendukung tier 1, gimana cara beri backlink dari pbn ke backlink profil(sosmed) ? Mohon jwbannya
Jawab: jadi tier 1 itu ngarahin ke homepage, kan ada 6 link tuh di tier 1. Nah itu di bagi 3 link ke artikel, terus 3 link lagi ke homepage. Nah tier 2 itu kan ada 6 link, berarti 1 link di tier 2 buat backlink di tier 1. Jadi di tier 2 itu pake link e backlink profile tersebut.

Tanya: PBN ada minimal DA PA nya mas? Atau DA PA rendah juga bisa?
Jawab: biasanya pake yang up 20+.

Tanya: Setidaknya memiliki berapa PBN mas? 6 PBN saja cukup?
Jawab: Saya pakai 200 pbn mas .

Tentang AMP:

Tanya: Mas itu instal plugin amp brrti blognya pake tampilan amp ya klau diakses lewat mobile? Ngaruh brrti ya sekarang AMP dan Non Amp
Jawab: Iya ngaruh, kecuali web mu emang udah fast load, gak pake amp juga gak masalah

Standard
Buku Harian

Fesbuk is Jancuk

Berlama-lama di fesbuk adalah penyia-nyiaan waktu hidup. Fesbuk tidak menghasilkan apa-apa jika kita hanya sebagai pengguna seperti yang diingginkan fesbuk. Web/blog menghasilkan pemasukan dari iklan, fesbuk walaupun sudah ada Instant article dan video berbayar tetap tidak menjanjikan.

Fesbuk adalah tempat berinteraksi mencari jaringan sesama orang yang memiliki kesamaan ketertarikan(intrest). Dengan begitu kita bisa berjualan dengan menarget kumpulan orang dengan intrest tertentu. Kalau tidak ada produk yang mau dijual atau tidak mau jualan jangan harap mendapat pemasukan dari Fesbuk.

Lebih baik jadi content creator di platform web dan youtube jangan di fesbuk.

Kemarin saya membaca tentang research keyword, pelajaran dasar yang sudah saya kenal sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Sebuah langkah yang wajib dilakukan oleh setiap bloger.

Dalam research keyword ada beberapa tipe keyword, salah satunya adalah informational keyword. Keyword yang diketik oleh orang-orang yang mencari suatu informasi tentang “how-to”. Keyword seperti ini volumenya besar tapi nilai cpc-nya kecil. Alias nggak bagus dipandang dari sisi bisnis, karena orang-orang yang mencari info “how-to” tidak beritikad untuk membeli sebuah produk.

Tapi orang-orang yang mencari info how-to saat ini banyak loncat ke Fesbuk. Mereka mencari jawaban atas pertanyaan how-to di group-group dan page Fesbuk. Dalam hal ini Fesbuk menjadi rival Mbah Gugel dalam menjadi wadah mencari Informasi How-to.

Tapi Fesbuk itu kan user generated content. Sekalinya ada yg bertanya ke group yang tepat maka ada puluhan orang Indonesia yang bersedia menjawab. Walaupun si Penanya tetap harus pusing mem-filter jawaban-jawaban yang disampaikan dalam pertanyaan tersebut.

Namanya jg orang Indonesia senang berinteraksi dan membantu maka jawaban yang dilemparkan dari sebuah pertanyaan akan banyak. Padahal, ingat orang yang bertanya ini tidak bagus di mata bisnis ya, karena tidak beritikad untuk spending money.

Dan hebatnya saya,, saya punya page yang niatnya untuk berjualan tapi malah menjadi tempat orang-orang bertanya mengenai how-to ini. Saya harus menjawab banyak pertanyaan yang berulang dan membosankan dari orang-orang penanya di Fesbuk yang malas gugling ini. SHiiiiitttt!

So, jangan fesbukan kalau anda tidak jualan. Fesbuk untuk jualan. Menggoda orang dengan demografi dan intrest tertentu. Titid, eh salah. TITIK.

Standard