Buku Harian Kehidupan

Karya Tulis yang Enak Dibaca dan Valid

Menulis susah karena kamu tidak menguasai bidang yang akan kamu tulis. Sedangkan di sisi lain, hasil dari karya tulismu “dituntut” untuk seperti karya tulis seoarang ahli yang menguasai bidang yang diulas tersebut.

Seorang ahli di sebuah bidang yang kemudian menulis sebetulnya dapat saja membuat karya tulis, namun hasil karya tulisnya belum tentu enak dibaca. Sedangkan orang yang biasa menulis namun tidak memiliki keahlian tentu bisa menghasilkan karya tulis namun kedalaman dan validitas tulisannya tidak dijamin berbobot.

Dan anehnya, biasanya pembaca dapat menilai kedalaman tulisan yang diulas oleh para ahli ketimbang oleh penulis yang dituntut oleh deadline redaksi. Namun produktivitas tulisan oleh penulis yang  dituntut oleh redaksi perlu diacungi jempol. Dengan jumlah karya tulis yang konsisten setiap harinya, dengan teknik penulisan yang enak dibaca(walaupun terkadang kurang berbobot).

Lalu bagaimana menggabungkan kemampuan menulis dari seorang ahli dan seorang penulis harian di media online yang dituntut sejumlah karya tulis setiap harinya oleh redaksi?

SOLUSI Menulis Mudah

Lalu solusinya adalah menulis saja dulu sebagai seorang penulis seakan-akan anda sebagai ahli yang menguasai bidang tulisa anda. Buat karya tulis ada mengalir dan enak diabca, masalah validitas tulisan “dipikir keri”. Setelah tulisan jadi dan enak dibaca, baru anda melakukan korespondensi dengan para ahli, sehingga tulisan anda yang sudah ada dan enak untuk dibaca direvisi dalam hal validitas-nya.

Sehingga hal yang pertama yaitu karya tulis mengalir dan enak dibaca sudah terpenuhi, baru setelah itu validitas ulasannya juga terjamin.

Namun dalam hal revisi tersebut bisa jadi tulisan menjadi lebih pendek, karena beberapa fakta yang sudah kita jabarkan ternyata tidak sesuai atau bahkan too goog to be true. Namun bisa juga menjadi karya tulis kita menjadi lebih panjang karena dapat dikembangkan dari beberapa fakta baru yang didapat dari hasil korespondensi.

Jadi jangan dibatasi dulu dengan terlalu banyak aturan, ibaratnya kita menulis fiksi saja dulu(tapi yang dengan dasar fakta/pengetahuan juga) baru setelah itu direvisi oleh fakta-fakta yang didapat kemudian oleh ahli.

Standard