Buku Harian Wordpress

Tahap reDesign Website yang penting langsung keren?

Saat ini saya ingin melakukan redesign sebuah website saya. Bagi orang-orang awam mereka mengira untuk create sebuah web yang penting cukup punya dana, kemudian kasih foto, kasih info produk secukupnya jadi deh. Bagi saya tidaklah sesederhana itu.

Tapi bagi web desainer pemilihan huruf(typography), color scheme, layout dan content foto yang detail ada yang ada dipikiran mereka. Namun sesungguhnya tidak perlu sedetail itu juga dalam berpikir mengenai web desaing bagi orang awam.

Di Mulai Dari GOAL

Bagi saya untuk memulainya adalah dengan memikirkan goalnya. Tujuan dari sebuah halaman website itu nantinya untuk apa sih, itu yang harus dipikirkan sebagai dasarnya.

Lalu dipikirkan siapa sih pangsa pasar, calon visitor website tersebut. Anda tidak akan membuat website dengan color scheme warna-warni jika website anda adalah untuk perusahaan yang berdagang alat-alat industri bukan?

Setelah itu baru layout, alias struktur content yang akan kita sajikan. Jika itu sudah baru mulai berpikir ke hal yang detail dan jelimet seperti typography, color scheme, mobile responsive, foto dan lain-lain.

Studi Kasus Redesign Website

Sebelumnya saya telah menyebutkan bahwa saya ingin melakukan redesign website usaha transportasi saya yang dimulai accidentally karana pandemi Koped19. Kalau begitu cukup desain ulang saja tampilannya dengan yang lebih bagus bukan?

Jawabannya bukan! Pondasinya diawali dengan GOAL apa yang ingin dicapai.

Latar Belakang: Jadi website yang saat ini adalah website sederhana. Sangat sederhana sekali, karena hanya menggunakan theme wordpress bawaan. Alasan saya dulu adalah karena untuk menguji pasar apakah ada respon dengan jasa yang saya tawarkan. Ternyata ada dan cukup baik. That’s it.

Nah dalam perjalanannya ternyata respon pasarnya baik. Walaupun rasio antara transaksi vs klik iklan menurut saya belum terlalu bagus, tapi usaha ini sudah bisa untung.

Karena itu Goal saya yang pertama saya dalam redesign ini adalah memperbaiki tampilan halaman landing page agar rasio orang yang datang ke web dan melakukan chat WA lebih besar, sehingga jumlah transaksi juga meningkat. Caranya adalah dengan tampilan yang lebih profesional namun tetap menyentuh sisi personal pengungjung web.

Goal yang kedua adalah, ada penambahan bisnis model. Dari yang tadinya usaha jalan sendiri ternyata juga bisa di subkan ke pihak lain. Sehingga ada yang perlu ditambahkan dari halaman landing page website tersebut.

Batasan Masalah

Dalam hal desain web saat ini yang saya pegang adalah mobile first. Tidak usah jelimet dalam hal desain web seperti awal-awal di tahun 2010. Minimalis dan yang penting adalah tampilan pada device mobile. Titik.

Desain bukan hanya tampilan tapi termasuk content di dalamnya, copywrite dan foto yang baik sangat mendukung desain yang bagus. Lalu kembali lagi, minimalis namun nyaman saat dilihat di mobile browser.

Semua itu didasarkan data bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi oleh mereka yang menggunakan perangkat mobile. Terlebih lagi ternyata pengunjung website saya selama ini justru didominasi oleh pengguna Iphone dengan safari browser-nya, itu yang bikin sedikit terkejut.

Kesimpulan Redesign Website

Dalam penjabaran singkat di atas saya menjabarkan dalam hal redesign pondasi awalnya justru bukan di dalam hal teknis desain-nya. Namun analisa kebutuhannya.

Saya sudah lama meninggalkan mindset desain website bagus yang mendetail dengan typography, color schem bagus, ukuran jarak pixel yang sempurn dan grafis bagus adalah segalanya, itu mindset saat menjadi web designer.

Bagi para pelaku UMKM mindsetnya adalah website minimalis, rapih saat tampil di mobile device dan yang terpenting content-nya dapat meyakinkan potenttial buyer untuk membeli produk/jasa kita.
Credit image: @sigmund Unsplash.

Standard