economy

Content Tak Berkualitas Untuk Orang Tak Berkualitas

Youtube layaknya facebook, dia merekomendasikan video-video kepada user-nya berdasarkan algoritma. Algoritma tersebut mempelajari interest dari user tersebut. Katakanlah si user bertahan menonton video rekaman telenovela berkali-kali hingga selesai video, maka youtube menilai orang tersebut memiliki interest dalam video berjenis telenovela.

Semakin user terdeteksi memiliki ketertarikan terhadap suatu hal, semakin sering Youtube men-suggest video dengan tipe sejenis.

Selain itu Youtube melakukan profilling. Siapakah user-nya. Jika dari data user dia adalah seorang wanita, senang telenovela, maka youtube akan mensuggest video yang bukan hanya telenovela tapi video sejenis yang sekiranya disukai oleh seorang wanita di range umur tertentu, Misal video memasak, video film korea dan lain-lain.

Konten Menyesuaikan Orangnya

Dengan begitu konten video yang di suggest oleh Youtube menyesuaikan user-nya. Semakin lama kita login dan menonton dengan akun Youtube kita, maka semakin relevan konten video yang di suggest berdasarkan intereset kita dan demografi kita.

Tidak percaya? Oke begini coba saja jika anda menonton Youtube dari pc atau laptop, lalu browser-nya di clear cache dan clear cookies. Dan kita tidak login Youtube, lalu ip address kita di reset. Yang terjadi adalah algoritma Youtube tidak akan mengenali “siapa anda” dengan tidak mengenali siapa anda maka intereset anda tidak diketahui dan youtube tidak akan menampilkan content dengan niche sesuai ketertarikan anda.

Paling Youtube hanya menampilkan video-video terpopuler berdasarkan lokasi ip negara kita.

Nah yang ironis dan sekaligus merupakan celah potensinya adalah di Indonesia ada banyak manusia dengan pengetahuan terbatas dan gampang termakan click bait judul dan thumbnail. Maka jika Youtube sudah mendeteksi interest dan karakter user tersebut maka seperti kita tahu video yang akan ditampilkan adalah video dengan kualitas-kulitas content yang rendah.

Content berita hoax, content video bertipe sinetron, content ulasan yang nggak masuk akal, dan lain-lain. Content berkualitas rendahan tersebut viewers-nya banyak loh.

Jika anda belum pernah menemukan content dengan jenis dan kulaitas seperti itu di Youtube, selamat berarti anda orang-orang berkualitas dan hanya di suggest dengan konten-konten video berkualitas oleh Youtube.

Celah Bisnis

Namun untungnya di sini adalah kita sebagai orang Indonesia bisa membuat content dengan kualitas tersebut untuk menyasar orang-orang jenis tersebut.

Karena membuat konten video yang berkualitas adalah tidak murah dan butuh effort yang besar, maka cukup menyasar kalangan akar rumput tersebut yang jumlahnya besar dengan video-video reupload merupakan celah bisnis yang patut dipertimbangkan.

Asalkan kita tahu kunci dari video kelas rendah tersebut.

Kuncinya adalah gambar dan teknik editing yang bagus, dan narasi yang meyakinkan. Dan di upload secara konsisten. Itu saja.

Jadi kita ikut mencari uang dari kebodohan masyarakat dengan membuat video berkonten bodoh tapi menarik gitu?

Itu kan bahasa jujurnya, ya dicari istilah yang lebih halus dikitlah. 😀 😀

Standard
Buku Harian

Kenalan Sumber Traffic Youtube

Sekitar dua tahun yang lalu malam hari jam 21.00 saya menuju Klaten menggunakan motor tua saya. Tujuannya adalah main ke tempat teman lama yang sudah jarang bertemu. Malam itu kami  ngobrol mengenai adsense Youtube, dia dan saya sudah kenal lama dengan dunia Adsense, namun adsense website bukan Youtube.

Dia bicara sekarang jadi youtuber auto kaya karena nilai pendapatannya besar. Saya yang sudah sedikit belajar Youtube sejak 2015 menimpali,, sebenarnya pendapatannya nggak jauh beda dengan pendapatan Adsense Website. Saya menjabarkan perbandingan dari jumlah traffic website sekian, potensi yang klik iklan sekian, dan berdasar nilai cpc-nya rata-rata dapet berapa.

Lalu saya bandingkan dengan pendapat adsense Youtube saya. Video View sekian, pendapatan adsense youtube dari iklan yang ditonton berapa. Jika sama-sama dihitung dari jumlah view-nya relatif sama, walaupun pendapatan adsense web adalah dari klik namun jika ditarik dari jumlah view-nya relatif sama.

Kunci Besarnya Pendapatan Youtube

Lalu apa yang menjadi kunci besarnya penghasilan Youtube? Kuncinya adalah jumlah tayang atau video yang ditonton sangat besar, kalau jumlah tayangannya sedikit ya pendapatannya juga nggak beda dari Adsense Website. Lalu bagaimana bisa video memiliki jumlah tayangan yang sangat besar?

Kuncinya ada di Sumber Traffic Video, seperti yang dijelaskan Goolge di Sini. Jika orang bisa membaca halaman website kita karena dia ada usaha mencari/googling, maka orang menonton Youtube bisa karena dia mencari atau bisa juga karena dia direkomendasikan di halaman Youtube. Nah karena direkomendasi lalu thumbnail-nya menarik dan tema-nya sesuai dengan ketertarikan kita maka jumlah tayangannya bisa naik.

Ada orang yang membuat Youtube berisi hiburan, tidak perlu judul, tag dan deskripsi dengan target keyword ternentu asalkan isi videonya menarik plus thumbnail dan judulnya juga menarik maka bisa booom jumlah view-nya.

Namun adapula yang optimasi di SEO video youtubenya karena contentnya berjenis tutorial atau info maka bisa naik jumlahnya. Namun diantara kedua jenis video tersebut yang bisa meledakan jumlah view video-nya adalah yang entertainment video karena direkomendasikan oleh youtube. Alias di tonton karena bukan karena niat sengaja dicari tapi ditampilkan memang menghibur sesuai kalangan tertentu.

Nah berikut ini adalah sumber-sumber traffic yagn menyebabkan video kita dapat ditonton oleh pemirsa:

  • Fitur jelajah
    Traffic dari layar utama, feed subscription, tonton nanti, dan fitur penjelajahan lainnya.
  • Halaman channel
    Traffic dari channel YouTube Anda atau channel YouTube lainnya.
  • Kartu kampanye
    Traffic dari kartu kampanye pemilik konten.
  • Layar akhir
    Traffic dari layar akhir kreator.
  • Shorts
    Traffic dari pengalaman menonton vertical Shorts.
  • Notifikasi
    Traffic dari notifikasi dan email yang dikirim kepada subscriber Anda.
  • Fitur YouTube lainnya
    Traffic dari dalam YouTube yang tidak masuk ke dalam kategori lain, seperti penayangan dari promosi Partner, atau dasbor.
  • Playlist
    Traffic dari playlist mana pun yang menyertakan salah satu video Anda. Ini dapat berupa playlist Anda sendiri atau playlist pengguna lain. Traffic ini juga mencakup “Video yang disukai” pengguna dan playlist “Video favorit”.
    Anda dapat melihat playlist tertentu yang mendorong traffic ke video Anda di kartu “Asal traffic: Playlist” pada tab Jangkauan.
  • Rekomendasi video
    Traffic dari rekomendasi yang muncul di samping atau setelah pemutaran video lainnya, serta dari link pada deskripsi video. Anda dapat melihat video tertentu di kartu “Asal traffic: Rekomendasi video” pada tab Jangkauan.
  • Kartu video
    Traffic yang berasal dari kartu di video lain.
  • Iklan YouTube
    Jika video Anda digunakan sebagai iklan di YouTube, Anda akan melihat “iklan YouTube” sebagai asal traffic.
    Perhatikan bahwa penayangan dari iklan yang dapat dilewati dengan durasi lebih dari 10 detik hanya dihitung jika ditonton selama minimal 30 detik atau sampai selesai. Iklan yang tidak dapat dilewati tidak memenuhi syarat sebagai penayangan di YouTube Analytics.
  • Penelusuran YouTube
    Traffic dari hasil penelusuran YouTube. Anda dapat melihat istilah penelusuran tertentu di kartu “Asal traffic: Penelusuran YouTube” pada tab Jangkauan

Jadi kita sudah tau begitu banyak sumber traffic Youtube. Kenapa bisa sebgitu banyak? Karena sifat dasar dari video adalah kita disuguhkan atau disuapin, berbeda jika kita googling lalu kita membaca maka ada effort lebih dari hal tersebut.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Faktor Keunggulan dalam Create Content Video

Conten Video tidaklah semudah content Text karena akan lebih besar pengorbanan-nya dalam menghasilkan jenis content tersebut. Namun jika kita sudah mengetahui jurusnya maka tinggal diaplikasikan saja maka akan bisa berhasil.

Video harus bagus dalam teknik pengambilan gambar, merancang story line agar ada alur cerita atau informasi yang disampaikan, dan tidak lupa teknik editing.

Jika kita mau mumed bisa belajar dari awal tentang videografi atau teknik editing, namun cara mudahnya adalah ya tinggal mencontoh dari yang sudah berhasil. Maksudnya berhasil di sini adalah, video dengan penonton dalam jumlah yang besar.

Tiru jenis kontennya, tiru sense editingnya dan bahkan properti yang dibutuhkan untuk syuting.

KEUNGGULAN BEBERAPA JENIS CONTENT VIDEO

Saat anda memutuskan nge-youtube maka ada beberapa jenis conten video yang dapat anda buat namun berbagai jenis conten video tersebut harus punya kekuatan masing-masing.

Kekuatan yang dimaksud di sini adalah yang dapat diunggulkan dalam sebuah video tersebut. Misal anda ingin me-review mobil tentu keunggulannya ada di mobil, mau nggak usah pakai teknik editing cukup gambleh di depan kamera saja seperti orang ngevlog makan akan ada penonton yang bertahan untuk menonton sampai habis. Karena daya tariknya ada di mobil tersebut, dan mendapatkan mobil untuk diulas itu yang menjadi kunci utamanya.

Misal, anda nggak bisa dapat benda mahal, baru atau aneh untuk di review. Tapi anda ingin membuat content tentang barang tersebut, maka anda bisa reupload dari video-video yang sudah ada. Namun dengan teknik reupload ini maka skill editing video anda harus lebih baik ketimbang yang hanya gambleh mereview real produk yang ada di depan kamera. Maka keunggulan yang dituntut di sini adalah skilll editing video.

Contoh lain anda ingin membuat tutorial, yang dapat dengan mudah divideokan dan teknik editingnya juga mudah karena tinggal menggabungkan beberapa scene. Namun keunggulan yang dibutuhkan adalah membuat storyline, menulis naskah materi apa yang akan disampaikan dengan runut namun tidak membosankan karena harus didukung dengan gambar yang sejalan dengan narasi.

Itulah keunggulan-keunggulan yang dibutuhkan dalam mebuat content video, memiliki satu keunggulan adalah baik untuk pemula dalam upaya menajdi lucky bastard. Bagi profesional memiliki dua atau tiga keunggulan dalam membuat content video adalah hal yang wajib.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Sebuah Jalan Content Creator

Saat ini kita hidup di zaman milayaran layar. Saat generasi baby boomers lahir layar hanyalah layar TV, atau layar personal computer yang bahkan mayoritas tidak terhubung internet. Saat ini layar smartphone dengan resolusi tinggi plus terhubung dengan jaringan internet menjadi layar dengan jumlah dominan.

Namun layar bukanlah sekedar teknologi yang dipandang dari resolusi DPI(dot per inch) saja. Setiap layar pasti membutuhkan content untuk ditampilkan pada bidang tersebut. Kertas sebagai media cetak sudah mengibarkan bendera putih kepada layar sebagai media elektronik saat ini.

Kita hidup pada industri content yang akan mendapatkan penghasilan dari iklan atau sejenisnya. Jika dulu industri content hanya pada media penyiaran besar di bidang elektronik yaitu channel TV dan radio, namun saat ini di era internet industri content tidak di monopoli oleh Goliath media, namun juga dapat dijalani oleh siapa saja.

Tipe Content di Internet

Dulu saat awal-awal era internet content yang dapat dijangkau oleh khalayak adalah text. Ya text berupa tulisan di website-website atau yang biasa kita sebut dengan artikel. Entah itu artikel berita(ya berita adalah termasuk industri content), blog, forum dan info-info ulasan.

Bagaimana content text berupa artikel ditemukan oleh pembaca yaitu melalui google(pola penyebaran). Atau jika situs berita sudah punya nama maka pembaca akan mengarah langsung ke website tersebut. Lalu bagaimana saat ini?

Saat ini pola tersebut tidak hilang, namun bukan lagi menjadi satu-satunya jalan. Sekarang ada sosial media untuk menyebarkan link dari artikel dan yang terpenting content yang dapat dinikmati oleh khalayak bukan hanya sekedar text lagi.

Ada video dan gambar yang ekosistem penyebarannya bukan hanya melalui google lagi, melainkan social media yang merujuk pada pertemanan dan intrest dari seorang user. Anda ingin bergelut difoto-foto bagus ada Pintrest dan Instagram. Ingin bergelut di video parodi pendek-pendek ada TikTok dan Snack Video. Ingin membuat video lebih panjang dan berbobot ada Youtube.

Kenapa Video Baru Sekarang

Kenapa content video baru sekarang atau paling tidak baru 5 tahun belakangan ini naik? Jawaban sederhananya karena secara infrastruktur jaringan internet ya baru tumbuh belakangan ini. Lebih dari 10 tahun yang lalu bandwidth di Indonesia masihlah mahal dan pelan.

Selain itu perangkat untuk pengambilan gambar video atau foto semakin ke sini semakin terjangkau. Dulu untuk foto atau video yang bagus haruslah menggunakan kamera DSLR, kemudian kamera mirrorless muncul, dan saat ini cukup menggunakan HP maka video atau foto yang bagus juga dapat dihasilkan asalkan mengerti teknik pengambilan gambarnya.

Secara naluriah bagi manusia content berupa foto dan video lebih menarik dibanding teks. Yang saya maksuda naluriah adalah jika ditampilkan secara sekilas atau istilahnya menggoda, tentu manusia lebih tertarik gambar daripada tulisan.

Pola Penyebaran

Nah pola penyebaran melalui tehnik menggoda itulah yang terjadi pada social media atau bahkan youtube, saat anda tidak mengetikan keyword apapun di kolom pencarian maka anda akan digoda oleh konten-konten yang menarik. Konten yang menarik pun berbeda bagi setiap insan, maka algoritma sebuah social media akan mempelajari ketertarikan anda(intrest). Sehingga potensi anda untuk mengkonsumsi content dan menghabiskan waktu lebih banyak di platform meraka akan lebih besar.

Semakin besar content yang dikonsumsi akan semakin besar jumlah iklan yang tampil, dan dikali jumlah user yang buuuanyak maka disitulah “industri content digital” menghasilkan uang.

Lalu dengan adanya social media yang mempelajari ketertarikan seorang user, terjadi pergeseran bagaimana pola penyebaran sebuah content. Dari yang tadinya hanya mengkonsumsi informasi berdasarkan pencarian, Kini content disajikan berdasarkan algoritma ketertarikan(intrest), dan it’s work.

Kita jadi bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengkonsumsi content di sebuah platform digital, karena content tersebut sesuai dengan minat/ketertarikan kita. Jika content berdasarkan pencarian hanya menyasar kepada orang yang niat dan butuh(karena mengetikkan di kolom pencarian) sehingga jumlah konsumsi content-nya segitu-gitu saja, dan tidak bisa ditingkatkan secara signifikan(selain dengan cara menampilkan content yang related).

Lalu Produksi Content Jenis Apa?

Saya senang menjawabnya dengan jawaban klasik namun selalu terasa pas: Ya tergantung.

Begini,, bukan begitu. Jadi begini dulu saya mengenal dunia internet saat jenis konten yang populer karena hanya satu-satunya yang paling terjangkau, yaitu text atau artikel yang disajikan dalam platform blog. Saat itu yagn berjaya adalah blogger-blogger muda dengan penghasilan puluhan hingga ratusan juta perbulan.

Tahun-tahun kemarin influencer di Instagram berjaya dengan puluhan hingga ratusan ribu follower hanya bermodalkan foto-foto bagus atau seksi. Kemampuan menulisnya? Nggak jaminan, dan tidak perlu lha wong bukan blogger.

Saat ini content creator video di Yotube sedang naik daun dengan penghasilan yang bahkan bisa mengalahkan blogger-blogger muda dulu. Dan belakangan ini content creator di Tiktok pun sedang berjaya. Lalu bagaimana blogger-blogger yang dulu berjaya saat ini? Tidak banyak yang bisa berjaya di Youtube, karena jenis content-nya beda.

Yang berjaya dengan mudah di Youtube saat ini adalah anak-anak multimedia yang pintar editing video atau orang-orang non multimedia yang tidak terlalu pintar editing namun mengangkat kisah original dan menarik untuk didokumentasikan dalam video.

Apakah blogger lalu tidak ada yang berjaya saat ini? Masih banyak, namun kan yang pamornya sedang naik adalah Youtube sehingga gembar-gembor penghasilan besar adalah Youtuber. Selain itu untuk menjadi Youtuber sukses rata-rata kan harus menunjukkan sosok personalnya, beda dengan pemain adsense web yang tidak perlu menunjukkan personalitasnya selama tulisannya enak dibaca dan SEO friendly dimata Google.

Namun Blogger yang jatuh karena masa kejayaannya sudah lewat juga banyak, tidak bisa lagi membangun blog yang ramai pengunjung. Hal tersebut terjadi bisa karena algoritma Google saat ini sudah lebih kompleks atau minat&kemampuan menulisnya yang sudah hilang.

Dari kisah-kisah yang saya lihat kesuksesan sebuah content creator adalah karena kemampuan mereka membuat sebuah content sejalan dengan jenis content yang sedang banyak diminati pasar. Editor yang hebat, muncul saat jenis content video diminati. Blogger hebat, muncul dulu saat content article hanyalah satu-satunya yang dapat dijangkau banyak orang. Jarang namun ada yang tadinya dari Blogger bisa melanjutkan kejayaan-nya di era Yotube.

Jadi kuncinya adalah Luck atau usaha bagaimana menghasilkan content yang menarik banyak audience sesuai dengan kemampuan skill dan modal kita. Bagi beberapa orang yang memiliki skill tertentu yang pas dan modal yang cukup karena terlahir dari keluarga yang berada adalah keberuntungan. Namun bagi yang tidak seberuntung itu, saya pikir kuncinya adalah mendekat kepada yang sudah sukses untuk belajar agar tertular suksesnya dalam bidang industri content digital.

Standard