Buku Harian, Buku Harian Kehidupan

Selamat Dini Hari,, Pelajaran Dari Founder Coffee Shop

Semalem dari jam 9 ketemu dan ngobrol dengan OmBud,, biasa nogbrol ngalor-ngidul tentang bisnis online. Saya share tentang konsep belajar nyetir dan dia menyarankan untuk ganti nama yang lebih mengarah ke personal branding. Dan gw pertimbangkan karena masukannya juga sesuai dengan konsep digital marketing di Indo selama ini yang sangat menonjolkan sosok personal dari penulisnya atau founder-nya.

Kemudian bertemu dengan salah satu founder coffee shop laris di Jaksel. Singkat cerita poinnya adalah: Dia hanya merekrut anak jalanan non background umur kurang dari 20 s/d 20an awal, yang niat bekerja dari posisi bersih-bersih, dibimbing dengan tingkatan. Hingga beberapa ex barista-nya sudah ada yang menjadi barista di coffee shop besar lainnya, sampai sudah ada yang jadi barista di Dubai.

Kemudian mengenai LOKASI, yang namanya bisnis F&B lokasi memegang peranan penting. Sangat penting.

Lalu perjuangan berat adalah 6 bulan awal agar coffee shop-nya memiliki nama dan pelanggan awal.

So kamyuu sendiri, bagaimana kamu menikmati masa awal perjuangan? Bisakah setelah 6 bulan(atau kurang) bisnis mu memiliki pelanggan dan tumbuh membesar,, bukan sekedar planning mile stone besar-besar selanjutnya dan hanya bicara valuasi kosong.

Bisnis jalanan,, berpikir sekarang untuk sebuah gambar besar. Bagaimana kamu menikmati proses membangun bisnis bersama tim mu selama masa perjuangan? Apa daily routine activity yang perlu kamu kerjakan dan nikmati untuk bisa menjadi besar? APA?

Berjalan dimalam hari tidak perlu tau jauh di sana ada apa,, cukup arahkan senter ke jarak 1 meter di depanmu. Tapi kalau tidak ada keyakinan dan keberanian perjalanan itu tidak akan dimulai atau hanya akan berjalan kembali ke titik awal jika kurang yakin.

 

Advertisements
Standard
Buku Harian, Buku Harian Kehidupan

Kemana Sisi Spiritulitas Ku?

Ting..

Mengandalkan ritualitas tanpa isi bukan caraku beribadah

Mengikuti petunjuk buta, tanpa mengetahui sejarah dan azababul nuzul-nya pun tidak kulakukan.

Si Agus bilang, kebenaran yang mutlak itu tidak ada. Terlalu sulit untuk menegakkan kebenaran mutlak, yang ada hanyalah kesepakatan. Kupikir ada benarnya.

Orang beribadah ritus adalah bentuk kesepakatan terhadap pendahulu-pendahulunya, hanya sekedar ikut-ikutan. Orang tidak berani atau enggan menganalisa kenapa harus ini, kenapa harus itu. Di era apa kita saat ini, apa yang kita harus lakukan?

Lalu apa itu ibadah? Lalu apa itu spiritual? Malah muncul pertanyaan itu sebelum pertanyaan dalam judul tulisan ini terjawab.

Mana yang membentuk hidup kita, ibadah atau spiritualitas? Lalu muncul lagi pertanyaan dimana peran Agama dalam kedua hal tersebut?

Pertanyaan yang menimbulkan pertanyaan lanjutan untuk menjawabnya.

Standard
Buku Harian Kehidupan

Ozi, Mobil Bekas dan Pola Digital Marketingnya

Ozi fokus pada kemampuannya yaitu bergaul dan profilling di FB, sehingga berdagang mobil bekas melalui social media menjadi bisnis yang luar biasa. Resources yang dia miliki adalah modal besar dari bos-nya, lokasi, dan jaringan pergaulannya dengan makelar mobil bekas. Semua itu bisa dikatakan sebagai “faktor produksi-nya”, pola marketingnya cukup dengan profiling di FB dan pemasaran via OLX. Dirinya tidak belajar FB ads, SEO, google Adwrods apalagi SEO.

Tapi di situlah kekuatannya, pasar pengguna social media yang besar bisa dia raih dengan cara organik. Yaitu profilling di FB personalnya dan berjualan di group jual-beli, dan hasilnya bulan kemarin dia berhasil menjual 9 mobil bekas.

Nggak perlu modal sewa tempat usaha showroom, membayar 2-3 pegawai tetap, ataupun biaya operasional lainnya. Semua dilakukan ala kadarnya, jualan numpang di kantornya yang berbentuk rumah, poles mobil cukup bawa ke kenalannya, tenaga yang mencari mobil cukup jaringan makelar yang dikenalnya. Benar-benar efisien.

Salah satu hal utama tentu pengetahuannya tentang mobil dan kemampuan bergaulnya. Di era digital seperti ini modal bisa terkalahkan dengan skil dan networking, walaupun capital tetap butuh. Toh buktinya dengan melihat kemampuannya selama ini bos-nya saat ini menjadi percaya dan siap menyuntikan dana berapa saja untuk memutar mobil dagangannya.

Bagaimana Bisa Menjual Banyak Mobil Bekas Dengan Cepat?

Jawabannya adalah jaringan makelar yang luas, modal cukup dan jual mobil tersebut ke pedagang. Jaringan di maintance dengan komisi dan komunikasi. Kemudian modal yang cukup agar ketika ada unit yang ditawarkan dengan harga miring, berapa pun unitnya siap di untuk dibeli.

Dan yang terakir adalah harga lebih miring agar dapat dijual lagi ke pedagang. Menjual ke pedagang lebih cepat dan tidak rewel sehingga transaksi cepat, selain itu pedagang ready cash bukan kredit jadi benar-benar cepat transaksinya.

Nah untuk menjaring pedagang ini yang dilakukan adalah profiling di social media. Jika dua faktor pertama yang disebutkan adalah faktor produksi maka, faktor terakhir tersebut adalah faktor marketing. Social media dan OLX jawabannya.

Lalu Bagaimana Dengan Saya?

Di mana strengths saya? Di mana Weaknesses saya? Opportunities saya apa? Threats dihiraukan saja dulu.

Strength: SEO, FB Ads, Adwords bisa menjadi sebuah kelemahan. Terlalu spread metodenya, saya perlu untuk benar-benar fokus pada satu atau dua channel marketing saja. Seperti Ozi kuat di profiling personal FB-nya dan OLX saja. Fokuskan dimana kamu benar-benar bisa menonjol.

Weaknesses: Modal, jaringan makelar, dan lokasi(bukan di jakarta).

Opportunities: Mengenal dunia digital marketing bisa jadi keunggulan saya atau bisa juga tidak. Mengapa? Orang indonesia cukup mudah digoda dengan profilling personal FB saja tidak perlu strategi seperti online marketplace yang jelimet bisa tergoda dan malah lebih percaya. Sedangkan untuk berjualan secara direct-nya cukup memajangnya di OLX dan selesai. Tidak perlu neko-neko. Lalu dimana real oppotunities saya?

Standard
Buku Harian

Facebook Marketing as Part from Digital Marketing

Sebagai generasi pengguna internet sebelum tahun 2010 saya lebih fimiliar dengan Blog atau Web dari pada sosial media. Bukannya tidak menggunakan sosial media sama sekali, tapi dalam mindset ini lebih familier menggunakan web dengan optimasi traffic dari search engine(SEO).

Penggunaan website sebagai media pemasaran menurut saya lebih rumit dari pada menggunakan social media. Jika menggunakan web tentu kita perlu membeli domain, hosting, setup cms, costumisasi tampilan(UI) dan yang utama adalah menyediakan konten yang berbobot. Konten yang berbobot seperti darah dalam tubuh,, sangat penting. Dan untuk membuat konten website(artikel) yang berbobot perlu riset, pengetahuan, dan kemampuan menulis yang terstruktur dengan konsisten memiliha angel tertentu.

Tapi di sosial media, lebih dengan pencitraan individu(personal branding). Konten yang pendek, tidak perlu berbobot, yang penting sering dan konsisten menyajikan konten dengan tema tertentu. Karena lebih menonjolkan  “citra diri” maka sosok itu haruslah ekstorvert, karena biasanya hal apa saja bisa jadi content dalam akun sosial medianya. Bahkan yang agak pribadi.

Entah kenapa rasanya saya ingin tapi tidak cocok jika memasarkan sesuatu lewat sosial media karena harus lebih ekstrovert dan sepertinya kurang berbobot. Walaupun tidak masalah karena toh yang membacanya(market yang dituju) juga bukan orang-orang yg terlalu mementingkan bobot konten.

Memasarkan sesuatu itukan lebih ke mana crowd berada dan apa yang mereka sukai dan butuhkan. Sebenarnya saat ini sosial media adalah wadah yagn sangat tepat jika melihat angka-angka statistiknya.

 

 

Standard
Buku Harian Wordpress

Daftar Dimas Bek-link

Judulnya maksa dan agak jayus, tapi itu trik  supaya tidak muncul di SERP untuk kata kunci “bekling”, jadinya diplesetkan. Lah, kalau tidak mau ter-crawl on search engine kenapa dipublish? Karena publikasi post di sini hanya untuk mencatat saja. Lah kok tidak di save as drfat saja? Ah sudahlah 🙂

1 xing.com About Me PR 8
2 my.telegraph.co.uk About Me PR 8
3 blogger.com About Me PR 8
4 politico.com/ About Me PR 8
5 issuu.com/ About Me PR 8
6 ehow.com About Me PR 7
7 zillow.com About Me PR 7
8 2checkout.com About Me PR 7
9 30boxes.com About Me PR 7
10 community.elgg.org About Me PR 7
11 comedycentral.com/ About Me PR 7
12 jamieoliver.com/ About Me PR 7
13 activerain.com About Me PR 6
14 answerbag.com About Me PR 6
15 viddler.com/ About Me PR 6
16 fontstruct.fontshop.com/ About Me PR 6
17 stickam.com/ About Me PR 6
18 quarterlife.com/ About Me PR 6
19 dontstayin.com/ About Me PR 6
20 virb.com/ About Me PR 6
21 myfolio.com/ About Me PR 6
22 threadless.com/ About Me PR 6
23 gusto.com/ About me PR 6
24 schoolofeverything.com/ About Me PR 6
25 crowdspring.com/ About Me PR 6
26 yuku.com/ About Me PR 6
27 startupnation.com About Me PR 6
28 democracyforamerica.com/ About Me PR 6
29 newstrust.net/ About Me PR 6
30 divinecaroline.com/ About Me PR 6
31 thepoint.com/ About Me PR 6
32 soundclick.com/ About Me PR 6
33 redbubble.com/ About Me PR 6
34 dezinedepot.com About Me PR 6
35 protectthehuman.com/ About Me PR 6
36 retroland.com/ About Me PR 5
37 vidilife.com/ About Me PR 5
38 socialight.com/ About Me PR 5
39 vi.sualize.us/ About Me PR 5
40 nobosh.com/ About Me PR 5
41 listal.com/ About Me PR 5
42 linkinn.com/ About Me PR 5
43 revish.com/ About Me PR 5
44 community.guinnessworldrecords.com/ About Me PR 5
45 nerdfighters.ning.com/ About Me PR 5
46 rezzable.com/ About Me PR 5
47 shoutlife.com/ About Me PR 4
48 widgiland.com/ About Me PR 4
49 ikarma.com/ About Me PR 4
50 bloggersunite.org/ About Me PR 4
51 deviantart.com
52 hubpages.com/living
53 delicious.com

 

Kalau yg berikut ini backlink yg dijadikan data di profile:

Google Profiles
Google Places
LinkedIn
Digg
Foursquare
Reddit
Squidoo
Stumbleupon
Ezine Articles
Hubpages
Dotpoch

 

 

Standard